PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA YANG MENGGUNAKAN SISTEM KBK DAN NON-KBK

Dewi, Ana (2009) PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA YANG MENGGUNAKAN SISTEM KBK DAN NON-KBK. Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (186Kb)

    Abstract

    Dampak globalisasi, keterbukaan, demokrasi (kebebasan), rasionalisasi dan budaya kompetensi/persaingan dalam beberapa tahun terakhir ini telah mempengaruhi dunia pendidikan. Akibat yang timbul yaitu terjadinya perubahan–perubahan yang bersifat sangat cepat dalam penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi termasuk di dalamnya adalah penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan di Indonesia (Brodjonegoro, 2005). Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (PT) bidang kesehatan, dituntut untuk dengan cepat merespon proses pembelajaran yang kompleks dan berkelanjutan dalam menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan yang dapat bekerja sesuai bidang ilmunya dan diterima di masyarakat secara baik dan benar. Dengan kata lain Perguruan Tinggi harus menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang kompeten berstandar nasional maupun internasional (Nurhadi, 2004). Menurut Nurhadi (2004), untuk mencapai itu diperlukan perubahan paradigma pendidikan dengan konsekuensi perlu disempurnakannya kurikulum pendidikan tenaga kesehatan yang lebih menitikberatkan pada proses pembelajaran yang berorientasi pada mahasiswa dan berorientasi pada kompetensi bidang kesehatan yang mengacu pada standar tenaga kesehatan nasional dan internasional. 3 Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan kurikulum adalah dilihat dari pencapaian prestasi belajar mahasiswa. Prestasi belajar siswa dapat diketahui dengan adanya evaluasi belajar atau penilaian hasil belajar. Penilaian merupakan suatu usaha untuk mengumpulkan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses belajar dan hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa melalui kegiatan belajar mengajar. Evaluasi hasil belajar siswa bermakna bagi semua komponen dalam proses pengajaran terutama siswa, guru, dan orang tua (Muhibinsyah, 2008). Indeks Prestasi (IP) adalah angka yang menunjukkan prestasi atau kemajuan belajar mahasiswa dalam satu semester dan dihitung setiap akhir semester. IP dihitung oleh bagian akademik dan disampaikan kepada mahasiswa pada saat yang bersangkutan hendak melakukan pengisian KRS (Muharso, 2008). Menurut Brodjonegoro (2005), bekal akademik pendidikan kesehatan bertujuan untuk mengarahkan peserta didik pada kemampuan memberikan pelayanan kesehatan. Kemampuan semacam ini akan terbentuk secara utuh apabila ditunjang oleh penguasaan mahasiswa terhadap ilmu kesehatannya sendiri, lalu berdasarkan ilmunya tersebut mereka harus terampil menangani berbagai kasus dan harus mampu berkomunikasi serta berempati pada penderita/keluarga/masyarakat. Permasalahannya sekarang, bagaimana institusi pendidikan tinggi kesehatan merancang suatu program pembelajaran yang mampu mengantarkan lulusannya untuk mengeksekusi kompetensi- kompetensi di bidang kesehatan yang tersedian di masyarakat. 4 Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sebagai sebuah inovasi dalam proses pembelajaran. KBK sesungguhnya lahir sebagai kritik terhadap kurikulum sebelumnya yakni Kurikulum 1994, serta sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan tuntutan dunia kerja. Sehubungan dengan ini pemerintah berusaha mencapai keunggulan masyarakat dalam penguasaan ilmu dan teknologi. Melalui upaya ini diharapkan pemerintah dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan (Ahmad Munib, 2004). Kendala utama yang menghambat implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah makna KBK dan perubahan stuktur kelembagaan sebagai kesatuan kelengkapan implementasi KBK masih belum dipahami oleh manajemen PT, dosen, dan sivitas akademika. Keterbatasan sumberdaya di beberapa PT masih memerlukan waktu yang lama serta upaya yang berat untuk mewujudkannya (Brojonegoro, 2005). Kurikulum berbasis kompensi sebagai suatu konsep kurikulum yang memfokuskan pada pengembangan kemampuan melaksanakan kompetensi- kompetensi dengan standar kinerja tertentu, sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh peserta didik berupa profesionalitas sesuai kompetensi yang diharapkan (Munib, 2004). Penelitian terhadap KBK pernah dilakukan oleh Arwan Rifai dalam Tesis yang berjudul ”Pengaruh Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi Terhadap Hasil Belajar Topik Bilangan Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa” pada tahun 2004. 5 Dalam penelitian ini mengambil tempat di Akademi Kebidanan Estu Utomo Boyolali karena pada instutisi ini baru mulai menggunakan sistem KBK dalam proses pembelajaran mahasiswa, sehingga institusi khususnya peneliti ingin mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar yang dicapai oleh mahasiswa dengan penerapan sistem KBK. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti bermaksud mengadakan penelitian mengenai ”Perbedaan Prestasi Belajar Mahasiswa yang Menggunakan Sistem KBK dan Non-KBK”.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran > D4 - Kebidanan
    Depositing User: Ahmad Santoso
    Date Deposited: 19 Jul 2013 23:46
    Last Modified: 19 Jul 2013 23:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/7086

    Actions (login required)

    View Item