KAJIAN TOUGHNESS DAN STIFFNESS BETON RINGAN BERSERAT ALUMUNIUM PASCA BAKAR

RIFALLDY, FREDY HARFANTONI (2010) KAJIAN TOUGHNESS DAN STIFFNESS BETON RINGAN BERSERAT ALUMUNIUM PASCA BAKAR. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (233Kb)

    Abstract

    Akhir-akhir ini, kebakaran gedung mulai mendapat perhatian serius dari semua pihak setelah di Indonesia didera sejumlah kasus kebakaran gedung yang cenderung meningkat tajam dengan skala yang cukup besar. Kebakaran dapat diakibatkan oleh berbagai hal, mulai dari hubungan pendek arus listrik, kompor meledak, huru-hara, maupun tindak kriminalitas. Pihak-pihak yang terpaksa berurusan pasca gedung terbakar tidak hanya pemilik gedung, pihak kepolisian, para pengacara hukum, maupun perusahaan asuransi, dan pihak-pihak lain yang terkait. Kebakaran yang terjadi pada bangunan beton seringkali menyebabkan kerusakan-kerusakan pada elemen struktur, terutama pada strength maupun stiffness strukturnya. Tingkat kerusakan yang terjadi tidak selalu sama, karena banyak faktor yang menentukan antara lain: durasi waktu kebakaran, dahsyatnya api, kualitas serta jenis stuktur. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai toughness dan stiffness beton ringan serat alumunium, apabila diberi beban suhu normal (25 o C), dibakar dengan beban suhu 300o C, 400o C, 500o C dan 500o C dengan curing ulang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 15 buah, tiap variasi ada 3 sampel dengan kadar serat alumunium 0.75 % terhadap volume beton. Benda uji yang digunakan adalah balok beton dengan dimensi 10x10x40 cm. Pengujian MOR dilakukan pada umur beton 28 hari, sedangkan untuk beton pasca bakar diuji setelah pembakaran dan curing ulang selama 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan beban suhu menyebabkan terjadinya penurunan nilai toughness dan stiffness benda uji. Penurunan toughness dalam % akibat kenaikan suhu berturut-turut: 300o C, 400o C, 500o C, berturut-turut adalah 15,98%; 39,80%; 46,61%, sedangkan kenaikan setelah di curing ulang pada pembakaran suhu 500o C adalah 42,29 %. Penurunan stiffness dalam % akibat kenaikan suhu berturut-turut: 300o C, 400o C, 500o C, berturut-turut adalah 14,82%; 20,92%; 23,18%, sedangkan kenaikan setelah di curing ulang pada pembakaran suhu 500o C adalah 7,35%. Kata kunci: beton ringan, pasca bakar, serat alumunium, stiffness, toughness

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Muhammad Yahya Kipti
    Date Deposited: 18 Jul 2013 22:55
    Last Modified: 18 Jul 2013 22:55
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/6924

    Actions (login required)

    View Item