PEMBENTUKAN TUNAS LENGKENG DATARAN RENDAH (Dimorcarpus longan Lour) PADA BERBAGAI KONSENTRASI IBA DAN KINETIN SECARA IN VITRO

Aprillia, Khusnul (2011) PEMBENTUKAN TUNAS LENGKENG DATARAN RENDAH (Dimorcarpus longan Lour) PADA BERBAGAI KONSENTRASI IBA DAN KINETIN SECARA IN VITRO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1432Kb)

    Abstract

    Lengkeng (Dimocarpus longan Lour.) yang termasuk dalam famili Sapindaceae kerabat dekat dengan leci dan rambutan merupakan tanaman subtropis yang sudah dikenal 2000 tahun yang lalu. Asal-usulnya dari daerah Cina Selatan dan pemanfaatannya lebih kepada khasiatnya sebagai obat, bukan sebagai buah meja, buah ini dikenal sebagai Dragon Eye. Dari Cina Selatan, tanaman ini kemudian berkembang ke daerah Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia (Usman, 2006). Buah fenomenal merupakan julukan lengkeng dataran rendah ini. Kehadirannya 2 tahun silam meruntuhkan anggapan lengkeng yang dikira hanya berbuah di dataran tinggi berudara sejuk. Puluhan para pekebun dan hobiis mulai mengebunkan jenis lengkeng dataran rendah di segala penjuru nusantara. Varietas yang sudah banyak diusahakan di Indonesia adalah Pingpong, Diamond River, Itoh, dan Selarong (berasal dari dataran tinggi). Masing-masing varietas mempunyai karakteristik yang berlainan. Kelebihan dari lengkeng dataran rendah ialah sifatnya yang genjah. Bibitnya pada umur 16 -20 bulan mulai belajar berbuah. Lengkeng dataran rendah dapat ditanam di tempat dengan ketinggian 0-400 m dpl dan tidak memerlukan perbedaan suhu yang ekstrim agar dapat berbunga (Anonim, 2009a). Tanaman buah lengkeng mempunyai banyak manfaat, baik pada daging buahnya, akar, daun maupun bijinya. Oleh karena itu, banyak orang yang suka mengkonsumsi buah lengkeng. Pola daging buah lengkeng terdapat kandungan sukrosa, glukosa, protein, lemak, vitamin A, vitamin B, asam tartarik, dan senyawa-senyawa kimia tumbuhan (fitokimia) lainnya yang berguna bagi kesehatan. Kombinasi dari senyawa-senyawa fitokimia ini melahirkan berbagai khasiat, di antaranya mengedurkan saraf. Makanya, di dalam literatur disebutkan lengkeng memberikan efek penenang dan commit to user berkhasiat mengatasi gelisah, susah tidur, dan sulit konsentrasi. Selain itu daging buah lengkeng juga bermanfaat menyehatkan jantung dan bisa mengobati jantung berdebar keras. Dalam buku terapi buah disebutkan buah lengkeng juga dapat memperkuat limpa, meningkatkan produksi darah merah, menambah nafsu makan, dan menambah tenaga, sehingga sangat baik dikonsumsi oleh orang-orang yang sedang dalam proses pemulihan stamina sehabis sakit. Buah lengkeng berguna pula untuk menyehatkan usus dan memperbaiki proses penyerapan makanan, melancarkan buang air kecil, mengatasi cacingan, menyehatkan mata, mengobati sakit kepala, keputihan dan hernia. Bukan cuma buahnya saja yang bermanfaat. Akar dan daun lengkeng yang berasa pahit, bahkan biji yang keras pun menyimpan khasiat obat. Akar lengkeng berkhasiat sebagai peluruh kencing dan melancarkan sirkulasi darah. Daun berkhasiat sebagai antiradang dan pereda demam. Adapun bijinya berguna untuk menghilangkan rasa sakit dan menghentikan pendarahan (Anonim, 2009a). Pengembangan lengkeng dataran rendah saat ini terkendala oleh mahalnya harga bibit dan ketersediaannyapun masih terbatas akibat bahan tanaman yang terbatas. Menurut Bhojwani dan Razdan (1984), kultur jaringan memiliki potensi yang besar sebagai suatu cara propagasi vegetatif bagi tanaman ditinjau dari segi ekonomi. Beberapa nursery telah mulai mengembangkan pembibitannya melalui sambung pucuk, tetapi cara ini belum mencukupi kebutuhan permintaan bibit yang terus meningkat. Dengan semakin meningkatnya permintaan lengkeng dataran rendah tersebut, pengadaaan bibit menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan. Jaminan kualitas dan jenis bibit yang diperjualbelikan harus menjadi perhatian. Dengan demikian, masyarakat tidak akan terkecoh membeli bibit lengkeng yang belum jelas sifat dan asal usulnya (Mariana dan Agus, 2008). Permintaan bibit lengkeng yang terus meningkat membuat para pemilik beberapa nursery menginginkan pengembangan bibit lengkeng ini dengan menggunakan teknik kultur jaringan. Pengembangan bibit ini lebih cepat dilakukan melalui teknik kultur jaringan, dimana diharapkan memperoleh ........................................

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Agribisnis
    Depositing User: Users 831 not found.
    Date Deposited: 18 Jul 2013 20:30
    Last Modified: 18 Jul 2013 20:30
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/6867

    Actions (login required)

    View Item