Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar akuntansi siswa kelas X Akuntansi 1 SMK Negeri 1 Sukoharjo tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan menggunakan strategi siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XAkuntansi 1 SMK Negeri 1 Sukoharjo yang berjumlah 40siswa. Obyek penelitian pada penelitian tindakan ini adalah berbagai kegiatan yang terjadi di dalam kelas selama berlangsungnya proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan kolaborasi antara peneliti, guru kelas dan melibatkan partisipasi siswa. Sumber data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini antara lain informan, tempat atau lokasi, peristiwa, dokumen dan arsip. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Prosedur penelitian meliputi tahap: (1) pengenalan masalah, (2) persiapan, (3) penyusunan rencana tindakan, (4) implementasi tindakan, (5) observasi dan interpretasi, (6) refleksi, dan (7) penyusunan laporan. Proses penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi. Setiap siklus dilaksanakan dalam 3 atau 4kali pertemuan, alokasi waktu masing-masing pertemuan 2x 45 menit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar melalui penerapan model pembelajaran Direct Instruction. Hal tersebut terefleksidari beberapa indikator sebagai berikut: (1) Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menunjukkan peningkatan dari 41.77% atau 11siswa pada siklus I menjadi 51.72% atau 15siswapada siklus II dan 88.07% atau 32 siswa pada siklus III. (2) Selama diskusi berlangsung, siswa yang aktif sebanyak 11 siswa atau 41.25% pada siklus I sedangkan pada siklus II sebanyak 16siswaatau 55.81% dan pada siklus III sebanyak 34 siswa atau 91.07%, (3) Dalam ketelitian dan ketepatan menyelesaikan soal pada siklus I terdapat 15 siswa atau 54.88%, pada siklus II terdapat 19 siswa atau 64.78%, sedangkan pada siklus III terdapat 35 siswa atau 92.92%. (4) Adanya peningkatan pencapaian hasil belajar siswa dari 62.5% atau 25 siswa pada siklus I menjadi 70% atau 28siswapada siklus II, dan pada siklus III menjadi 90% atau 36 siswa. Peningkatan tersebut terjadi setelah guru melakukan beberapa upaya, antara lain: (1) Penerapan model pembelajaran Direct Instruction, (2) Guru membuat Rencana Pembelajaran terlebih dahulu sebelum mengajar sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung terarah dan terprogram, (3) Guru melakukan evaluasi

HIDAYATI, DINNA (2010) Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar akuntansi siswa kelas X Akuntansi 1 SMK Negeri 1 Sukoharjo tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan menggunakan strategi siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XAkuntansi 1 SMK Negeri 1 Sukoharjo yang berjumlah 40siswa. Obyek penelitian pada penelitian tindakan ini adalah berbagai kegiatan yang terjadi di dalam kelas selama berlangsungnya proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan kolaborasi antara peneliti, guru kelas dan melibatkan partisipasi siswa. Sumber data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini antara lain informan, tempat atau lokasi, peristiwa, dokumen dan arsip. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Prosedur penelitian meliputi tahap: (1) pengenalan masalah, (2) persiapan, (3) penyusunan rencana tindakan, (4) implementasi tindakan, (5) observasi dan interpretasi, (6) refleksi, dan (7) penyusunan laporan. Proses penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi. Setiap siklus dilaksanakan dalam 3 atau 4kali pertemuan, alokasi waktu masing-masing pertemuan 2x 45 menit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar melalui penerapan model pembelajaran Direct Instruction. Hal tersebut terefleksidari beberapa indikator sebagai berikut: (1) Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menunjukkan peningkatan dari 41.77% atau 11siswa pada siklus I menjadi 51.72% atau 15siswapada siklus II dan 88.07% atau 32 siswa pada siklus III. (2) Selama diskusi berlangsung, siswa yang aktif sebanyak 11 siswa atau 41.25% pada siklus I sedangkan pada siklus II sebanyak 16siswaatau 55.81% dan pada siklus III sebanyak 34 siswa atau 91.07%, (3) Dalam ketelitian dan ketepatan menyelesaikan soal pada siklus I terdapat 15 siswa atau 54.88%, pada siklus II terdapat 19 siswa atau 64.78%, sedangkan pada siklus III terdapat 35 siswa atau 92.92%. (4) Adanya peningkatan pencapaian hasil belajar siswa dari 62.5% atau 25 siswa pada siklus I menjadi 70% atau 28siswapada siklus II, dan pada siklus III menjadi 90% atau 36 siswa. Peningkatan tersebut terjadi setelah guru melakukan beberapa upaya, antara lain: (1) Penerapan model pembelajaran Direct Instruction, (2) Guru membuat Rencana Pembelajaran terlebih dahulu sebelum mengajar sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung terarah dan terprogram, (3) Guru melakukan evaluasi. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1650Kb)

    Abstract

    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Model Group Investigation dalam upaya peningkatan prestasi belajar akuntansi kelas XI IPS 4 SMA Negeri 2 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2009/2010. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan menggunakan strategi siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 2 Sukoharjo yang berjumlah 40 siswa. Obyek penelitian pada penelitian tindakan ini adalah berbagai kegiatan yang terjadi di dalam kelas selama berlangsungnya proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan kolaborasi antara peneliti, guru kelas dan melibatkan partisipasi siswa. Sumber data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini antara lain informan, tempat atau lokasi, peristiwa, dokumen dan arsip. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Prosedur penelitian meliputi tahap: (1) identifikasi masalah, (2) persiapan, (3) penyusunan rencana tindakan, (4) implementasi tindakan, (5) pengamatan, (6) refleksi, dan (7) penyusunan laporan. Proses penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Setiap siklus dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, alokasi waktu masing-masing pertemuan 6 x 45 menit / 7 x 45 menit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar melalui penerapan model pembelajaran Group Investigation. Hal tersebut terefleksi dari beberapa indikator sebagai berikut: (1) Partisipasi siswa dalam mengajukan pertanyaan/ ide dalam diskusi kelasmenunjukkan peningkatan, pada siklus I siswa yang aktif sebanyak 11 siswa dengan persentase 47,22%. Pada siklus II meningkat menjadi 18 siswa dengan persentase 62,07% dan meningkat lagi menjadi 78,79% atau sebanyak 26 siswa pada siklus III. (2) Keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan dalam diskusi kelas sebanyak 9 siswa atau 38,03% pada siklus I meningkat menjadi 16 siswa atau 54,55% pada siklus II. Pada siklus III meningkat lagi menjadi 73,53% atau sebanyak 25 siswa. (3) Dalam interaksi antarsiswa dalam kelompok kooperatif pada siklus I terdapat 13 siswa atau 49,37%, meningkat menjadi 23 siswa atau 71,88% pada siklus II. Pada siklus III meningkat lagi menjadi 83,33% atau sebanyak 30 siswa. (4) Adanya peningkatan pencapaian hasil belajar siswa sebanyak 72,50% atau 29 siswa pada siklus I menjadi 82,50% atau33 siswa pada siklus II. Pada siklus III meningkat lagi menjadi 95,00% atau 38 siswa. Peningkatan tersebut terjadi setelah guru melakukan beberapa upaya, antara lain: (1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation, (2) Guru membuat Rencana Pembelajaran terlebih dahulu sebelum mengajar sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung terarah dan terprogram, (3) Guru melakukan evaluasi setelah pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar berikutnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dapat meningkatkan prestasi belajar akuntansi baik dari segi keaktifan maupun hasil belajar.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Ekonomi
    Depositing User: Andika Setiawan
    Date Deposited: 18 Jul 2013 18:15
    Last Modified: 18 Jul 2013 18:15
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/6678

    Actions (login required)

    View Item