PERAN BOARD OF DIRECTORS DALAM PRAKTIK RISK DISCLOSURE PADA PERBANKAN INDONESIA

MEIVITASARI, FIRAZONIA (2011) PERAN BOARD OF DIRECTORS DALAM PRAKTIK RISK DISCLOSURE PADA PERBANKAN INDONESIA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (959Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran board of directors dalam praktik risk disclosure pada perbankan Indonesia. Board of directors direpresentasikan dengan ukuran dewan komisaris, proporsi komisaris independen, latar belakang pendidikan dewan komisaris, dan latar belakang etnis komisaris utama. Penelitian ini menggunakan leverage dan profitabilitas sebagai variabel kontrol. Pengukuran tingkat risk disclosure dalam penelitian ini menggunakan teknik scoring sesuai penelitian Oorschot (2009) dengan menggunakan item yang terdapat dalam Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No.5/21/DPNP/2003. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 73 perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2009. Sampel tersebut dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Rerata tingkat risk disclosure sebesar 42,12%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pengungkapan risiko pada perbankan di Indonesia ternyata masih rendah mengingat risk disclosure adalah salah satu pengungkapan wajib (mandatory disclosure) sesuai dengan PSAK No. 50 (2006), PBI Nomor: 5/8/PBI/2003, dan P3LKEPPBANK (2008). Sesuai dengan tujuan penelitian, hasil pengujian regresi berganda menunjukkan bahwa board of directors mempengaruhi tingkat risk disclosure. Variabel independen (board of directors) yang mempengaruhi tingkat risk disclosure yaitu ukuran dewan komisaris (board size). Peran dewan komisaris dalam menjalankan dua fungsi utamanya (fungsi servis dan fungsi kontrol) telah dilaksanakan dengan baik pada perbankan. Dewan komisaris melakasanakan fungsi servis dengan memberikan jasa konsultasi dan konseling yang berkualitas bagi manajemen. Fungsi kontrol dilakukan dengan memberikan pengawasan yang optimal terhadap proses pelaksanaan corporate governance.Variabel lainnya yaitu komposisi komisaris independen, latar belakang pendidikan dewan komisaris, dan latar belakang etnis komisaris utama tidak berpengaruh terhadap risk disclosure.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Akuntansi
    Depositing User: Nur Anisah
    Date Deposited: 18 Jul 2013 18:14
    Last Modified: 18 Jul 2013 18:14
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/6665

    Actions (login required)

    View Item