ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAERAH DAN KAPASITAS PINJAMAN DAERAH SEBELUM OTONOMI DAERAH DAN PADA MASA OTONOMI DAERAH DI KOTA DEPOKTAHUN ANGGARAN 1997/1998-2008

RAMADHANI, M. ILHAM (2009) ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAERAH DAN KAPASITAS PINJAMAN DAERAH SEBELUM OTONOMI DAERAH DAN PADA MASA OTONOMI DAERAH DI KOTA DEPOKTAHUN ANGGARAN 1997/1998-2008. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (847Kb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : Pertama, mengethui kemampuan keuangan daerah Kota Depok sebelum otonomi daerah maupun pada saat otonomi daerah. Kedua, mengetahui kemandirian keuangan daerah Kota Depok dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan rasio kemandirian dan pola hubungannya. Ketiga, mengetahui kemampuan Kota Depok dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan dilihat dari sisa pokok pinjaman daerah dan Debt Service Coverage Ratio(DSCR). Data yang digunakan adalah data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama 12 (duabelas) tahun anggaran, yaitu dari tahun anggaran 1997/1998 sampai tahun anggaran 2008. Tahun anggaran 1997/1998 dikategorikan sebagai periode sebelum otonomi daerah dan tahun anggaran 2001 –2008 dikategorikan sebagai periode pada masa otonomi daerah. Tehnik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalahderajat desentralisasi fiskal, kebutuhan fiskal, kapasitas fiskal, celah fiskal, upaya fiskal, rasio aktivitas, analisis efektifitas PAD, rasio kemandirian keuangan daerah, jumlah sisa pokok pinjaman daerah, dan Debt Service Coverrage Ratio (DSCR). Hasil dari analisis deskriptif menunjukkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah di Kota Depok terus meningkat dari tahun ke tahun. Hasil analisis kuantitatif menunjukan bahwa pada masa otonomi daerah Kota Depok mengalami peningkatan kinerja keuangan bila dibandingkan dengan sebelum otonomi daerah bila dilihat dari derajat desentralisasi fiskal, kebutuhan fiskal, celah fiskal, upaya fiskal. Kota Depok dapat dikatakan mulai mandiri secara keuangan dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan jika diukur dari rasio kemandirian dan pola hubungannya. Hasil penelitian menunjukkan proporsi PAD terhadap TPD tergolong rendah baik sebelum otonomi daerah maupun pada masa otonomi daerah.rasio PAD sebelum otonomi daerah sebesar 4,25% dan pada masa otonomi daerah rata-rata sebesar 11,33%. Tingkat kemandirian Kota Depok 55,27% pada masa otonomi daerah dengan pola hubungan partisipatif. Hasil pengujian test mean menunjukkan bahwa jumlah sisa pokok pinjaman dan Debt 3 Service Coverage Ratio(DSCR) Kota Depok pada masa otonomi daerah lebih baik dibandingkan sebelum otonomi daerah. Mengacu pada penelitian, maka diajukan beberapa saran yaitu pertama, peningkatan PAD baik secara intensifikasi maupun ekstenfikasi. Kedua, mengoptimalkan penerimaan daerahdari pos pinjaman daerah dan menggunakannya untuk meningkatkan penerimaan daerah dari Pendapatan Asli Daerah. Ketiga, berhati-hati dalam pengeloaan pinjaman sehingga tidak menjadi beban baru dalam anggaran berikutnya. Keempat, diperlukan ahli untuk mengelola dan mengkaji pinjaman daerah agar tidak terjadi deficit pada anggaran.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HG Finance
    Divisions: Fakultas Ekonomi
    Depositing User: Lia Primadani
    Date Deposited: 18 Jul 2013 17:53
    Last Modified: 18 Jul 2013 17:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/6577

    Actions (login required)

    View Item