ANALISIS PERMINTAAN TELUR AYAM RAS DI KABUPATEN SUKOHARJO

Ananingsih, Iin (2011) ANALISIS PERMINTAAN TELUR AYAM RAS DI KABUPATEN SUKOHARJO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1436Kb)

    Abstract

    Iin Ananingsih. H0304076. Tahun 2011. Analisis Permintaan Telur Ayam Ras Di Kabupaten Sukoharjo di bawah bimbingan Ir. Sugiharti Mulya H, MP dan Erlyna Wida Riptanti, SP., MP. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan telur ayam ras di Kabupaten Sukoharjo dan menganalisis elastisitas permintaan telur ayam ras di,Kabupaten Sukoharjo. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sedangkan pengambilan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Kabupaten Sukoharjo digunakan sebagai lokasi penelitian karena berpotensi dalam konsumsi dan pemasaran telur ayam ras. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis yang digunakan untuk mengestimasi fungsi permintaan adalah metode non linear berganda dengan asumsi klasik. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh persamaan: Qdt = -13,968 X1t0,104 X2t - 0,336 X3t -0222 X4t0,273 X5t 2,055 X6t0,240 Model tersebut memiliki nilai R2 adjusted sebesar 94,5% berarti bahwa besarnya sumbangan variabel harga telur ayam ras, harga telur itik, harga daging ayam ras, harga beras, jumlah penduduk, dan pendapatan per kapita terhadap variasi permintaan telur ayam ras di Kabupaten Sukoharjo sebesar 94,5% sedangkan sisanya 5,5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti.Pada uji F diketahui bahwa variabel yang digunakan secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap permintaan telur ayam ras di Kota Surakarta secara signifikan pada tingkat kepercayaan 90%. Koefisien elastisitas harga telur ayam ras (0,104) karena kurang dari satu maka bersifat inelastis. Elastisitas silang harga telur itik (-0,336) dan harga daging ayam ras (-0,222), nilai elastisitas bertanda negatif berarti merupakan barang komplementer bagi telur ayam ras. Elastisitas silang harga beras (2,055) menunjukkan beras merupakan subtitusi bagi telur ayam ras. Sedangkan elastisitas pendapatan (0,240) menunjukkan bahwa telur ayam ras merupakan barang normal. Saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya pemerintah Kabupaten Sukoharjo lebih meningkatkan pembinaan peternakan ayam ras petelur dalam kemampuan dan ketrampilan baik teknis maupun sosial ekonomi untuk meningkatkan pendapatan peternak serta meningkatkan produksi. Sehingga mampu mencukupi kebutuhan telur ayam ras di Kabupaten Sukoharjo.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa > D3 - Desain Komunikasi Visual
    Depositing User: Nur Anisah
    Date Deposited: 18 Jul 2013 17:46
    Last Modified: 18 Jul 2013 17:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/6536

    Actions (login required)

    View Item