ESTIMASI PARAMETER INTEGRASI SOSIAL SUKU TIONGHOA-JAWA DI YOGYAKARTA DAN SURAKARTA: PENGEMBANGAN HYBRID MODEL

Haryono, Bagus (2011) ESTIMASI PARAMETER INTEGRASI SOSIAL SUKU TIONGHOA-JAWA DI YOGYAKARTA DAN SURAKARTA: PENGEMBANGAN HYBRID MODEL. Other thesis, Universitas Negeri Yogyakarta.

[img] PDF
Download (373Kb)

    Abstract

    Pendidikan nilai demokrasi, status ekonomi sosial, simpati, dan aksi telah me-nyebabkan integrasi sosial antar suku Tionghoa-Jawa di Yogyakarta (YK) lebih sempurna dibandingkan dengan Surakarta (SKA), sekalipun keduanya sama sebagai wilayah bekas Mataram Islam. Penelitian ini bertujuan menggunakan hybrid model untuk menganalisis Integrasi Sosial antar kedua suku di kedua daerah tersebut, yang dilakukan dalam dua tahap. Penelitian ini merupakan penelitian survey, didesain menggunakan pendekatan kuantitatif, kuesioner sebagai instrumen utama pengumpulan data. Populasinya seluruh warga suku Tionghoa-Jawa di Kota YK dan SKA. Sampel dipilih secara proportional random sampling. Responden diambil 333 orang yang dapat mewakili kedua suku dan kedua daerah tersebut. Data dianalisis dengan LISREL 8.80. Structural equation modeling (SEM) untuk menampilkan hybrid model; path analysis menampilkan structural model; first order confirmatory factor analysis menampilkan overall measurement model; dan second order confirmatory factor analysis untuk menampilkan semua dimensinya. Structural, measurement dan hybrid model dikatakan fit, jika memenuhi kriteria fit model, yang didasarkan pada kriteria root mean square error of approximation ≤ 0,08, comparative fit index (CFI) ≥ 0,90 dan p (probabilitas) ≥ 0,05. Uji kebermaknaan koefisien bobot faktor (λ) memakai kriteria congeneric measurement model untuk menentukan dimensionalitas, validitas dan reliabilitas. Uji validitas indikator digunakan kriteria t ≥1,96; convergent validity ≥ 0,50 dan discriminant validity ≥ 0,70. Uji reliabilitas digunakan construct reliability ≥ 0,70 dan variance extracted ≥ 0,50. Dalam penelitian ini ditemukan hybrid, structural dan measurement model di YK, SKA dan YK-SKA memenuhi fit model. Dari keseluruhan (9) pengaruh antar variabel dalam hybrid model, jumlah pengaruh dengan t signifikan di YK, SKA dan YK-SKA, ditemukan sebesar 7, 8 dan 6. Structural model di YK dibandinkan SKA, dan YK-SKA, terbukti lebih baik (koefisien determinasi/R 2 terbesar) dalam menjelaskan Simpati, Aksi dan Integrasi Sosial. Kemampuan structural model di YK, SKA, dan YK-SKA dalam menjelaskan Simpati sebesar 79%; 56% dan 64%, menjelaskan Aksi sebesar 94%; 59% dan 79%, dan menjelaskan Integrasi Sosial sebesar 90%; 75% dan 83%. Pengaruh total Simpati di YK-SKA paling kuat (0,68) menentukan Integrasi Sosial, diikuti oleh SES (0,60), Pendidikan Nilai Demokrasi/PND (0,33) dan Aksi (0,31). Pengaruh total Simpati (0,78), PND (0,75) dan Aksi (0,46) terhadap Integrasi Sosial terkuat di YK. Namun pengaruh total SES terhadap Integrasi Sosial terkuat di SKA (0,73). Overall measurement model untuk keseluruhan variabel di YK-SKA ditemukan fit, valid dan reliabel sebagai indikator multidimensi. Namun model pengukuran di YK dan SKA merupakan multi-factors within construct error covariance measurement model, karena modifikasi model baru fit ketika dilakukan covariance error antar indikator dalam konstruk yang sama. Modifikasi model di YK dilakukan ketika mengukur konstruk Integrasi Sosial, dan di SKA ketika mengukur konstruk PND dan Aksi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: UNSPECIFIED
    Depositing User: mr azis r
    Date Deposited: 10 May 2013 16:50
    Last Modified: 10 May 2013 16:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/638

    Actions (login required)

    View Item