LAGU DAN PENANAMAN NILAI SOSIAL (Studi Kultivasi Lagu-Lagu Pop Indonesia Era Tahun 2000-an terhadap Pembentukan Realitas Subjektif Mengenai Nilai-Nilai Romantic Relationship di Kalangan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNS)

Yuliarti, Monika Sri (2011) LAGU DAN PENANAMAN NILAI SOSIAL (Studi Kultivasi Lagu-Lagu Pop Indonesia Era Tahun 2000-an terhadap Pembentukan Realitas Subjektif Mengenai Nilai-Nilai Romantic Relationship di Kalangan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNS). Masters thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img] PDF - Published Version
Download (2794Kb)

    Abstract

    Pada era tahun 2000-an, terdapat satu tren dalam tema lagu pada lagu-lagu pop Indonesia, yaitu yang berhubungan dengan nilai-nilai romantic relationship. Namun sayang, dalam lagu-lagu itu, nilai-nilai tersebut ditampilkan secara menyimpang. Padahal, di sisi lain, lagu merupakan produk media massa yang salah satu fungsinya adalah sosialisasi atau transmisi nilai kepada khalayaknya. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana penanaman nilai sosial lagu-lagu tersebut terhadap pembentukan realitas subjektif khalayak terkait dengan nilainilai romantic relationship di kalangan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi UNS. Teori utama dalam penelitian ini adalah teori kultivasi oleh George Gerbner. Teori kultivasi menyatakan bahwa heavy viewers memiliki anggapan lebih besar di bandingkan dengan light viewers mengenai realitas media yang dianggapnya sebagai realitas sosial yang terjadi di dunia nyata. Dalam penelitian ini, studi kultivasi diterapkan pada lagu pop Indonesia era tahun 2000-an yang mengandung nilai-nilai romantic relationship. Metodologi yang digunakan adalah metodologi kualitatif, dengan pemilihan informan secara purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah indepth interview dan studi pustaka, dengan model analisis interaktif. Dari analisis yang telah dilakukan, dihasilkan temuan bahwa terdapat lima nilai romantic relationship yang bisa menunjang ideal dan berkualitasnya hubungan tersebut; yaitu love (cinta), trust (kepercayaan), loyalty (kesetiaan), commitment (komitmen), dan interdependence (saling ketergantungan). Hal-hal tersebut merupakan realitas objektif nilai-nilai romantic relationship. Sementara itu pada realitas media bisa diketahui bahwa dari kesepuluh lagu yang menjadi bahan kajian, terdapat lima lagu yang merupakan kelompok ‘lagu abu-abu’ (mengandung nilai-nilai romantic relationship dan penyimpangannya); dan kelompok ‘lagu hitam’ (hanya mengandung penyimpangan dari nilai-nilai romantic relationship). Terakhir, mengenai realitas subjektif, dihasilkan temuan bahwa terdapat pembentukan relitas subjektif di kalangan khalayak terhadap penanaman nilainilai romantic relationship dalam lagu-lagu yang menjadi bahan kajian dalam penelitian ini. Temuan tersebut didasarkan pada persepsi informan sebagai khalayak media yang menganggap realitas media sebagai realitas yang sesungguhnya. Padahal, di sisi lain, realitas yang sesungguhnya adalah realitas objektif. Realitas subjektif tersebut terbentuk karena beberapa faktor, yaitu faktor komunikasi (terpaan media dan komunikasi interpersonal) dan non komunikasi (pengalaman). Kata kunci: kultivasi, lagu, realitas subjektif

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: Artika Vety Yulianingrum
    Date Deposited: 18 Jul 2013 16:41
    Last Modified: 18 Jul 2013 16:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/6257

    Actions (login required)

    View Item