KAJIAN KADAR KURKUMINOID, TOTAL FENOL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) ADA BERBAGAI TEKNIK PENGERINGAN DAN PROPORSI PELARUTAN

OKTAVIANA, PRIMA RISKA (2010) KAJIAN KADAR KURKUMINOID, TOTAL FENOL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) ADA BERBAGAI TEKNIK PENGERINGAN DAN PROPORSI PELARUTAN. Other thesis, Fakultas Pertanian.

[img] PDF - Published Version
Download (1532Kb)

    Abstract

    Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan salah satu bahan baku obat tradisional yang banyak tersebar di Indonesia dan telah banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Khasiat temulawak terutama karena kandungan senyawa aktif seperti kurkuminoid, senyawa fenol dan antioksidan. Pengolahan tradisional yang kurang tepat seperti pengeringan dengan sinar matahari dan proporsi pelarutan air dapat menyebabkan khasiat jamu menjadi turun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pengeringan, warna kain penutup dan proporsi pelarutan terhadap kadar kurkuminoid, total fenol dan aktivitas antioksidan ekstrak temulawak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu variasi teknik pengeringan (solar dryer dan sinar matahari langsung) dan warna kain penutup (tanpa penutup, kain hitam dan kain putih). Adapun perlakuan tersebut yaitu: SMK (Sinar matahari tanpa kain penutup), SMP (Sinar matahari kain penutup putih), SMH (Sinar matahari kain penutup hitam), SDK (Solar Dryer tanpa kain penutup), SDP (Solar Dryer kain penutup putih), SDH (Solar Dryer kain penutup hitam). Penelitian terdiri dari 2 tahap, tahap pertama dilakukan untuk mengetahui ekstrak temulawak dengan perlakuan teknik pengeringan dan warna kain penutup yang terbaik. Tahap ke dua dilakukan untuk mengetahui pengaruh proporsi pelarutan (1:10, 1:12,1:14) pada sampel terbaik. Hasil analisa menunjukkan bahwa perlakuan pengeringan dengan menggunakan solar dryer dan penggunaan kain penutup mendapatkan kadar kurkuminoid, aktivitas antioksidan dan total fenol yang tinggi. Namun perbedaan warna kain tidak berpengaruh terhadap komponen aktif pada simplisia temulawak. Sedangkan rasio perbandingan proporsi pelarutan yang semakin tinggi menunjukan kadar kurkuminoid dan aktivitas antioksidan semakin rendah. Akan tetapi proporsi pelarutan tidak berpengaruh terhadap total fenol pada ekstrak simplisia temulawak. Kata kunci : ekstrak temulawak, pengeringan, pelarutan, kurkuminoid, aktivitas antioksidan, total fenol

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Agribisnis
    Depositing User: Lutvi Satriyo Putro
    Date Deposited: 18 Jul 2013 16:37
    Last Modified: 18 Jul 2013 16:37
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/6247

    Actions (login required)

    View Item