KETIMPANGAN GENDER BUDAYA BALI DALAM NOVELET PEREMPUAN-PEREMPUAN MATAHARI KARYA OKA RUSMINI: Sebuah Pendekatan Feminis

Ambarwati, Sri (2008) KETIMPANGAN GENDER BUDAYA BALI DALAM NOVELET PEREMPUAN-PEREMPUAN MATAHARI KARYA OKA RUSMINI: Sebuah Pendekatan Feminis. Other thesis, Universtas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (359Kb)

    Abstract

    Judul penelitian ini adalah Ketimpangan Gender Budaya Bali dalam Novelet “Perempuan-Perempuan Matahari” karya Oka Rusmini: Sebuah Pendekatan Feminis. Masalah dalam novelet ini adalah: (1) bagaimana kedudukan dan peran tokoh perempuan dalam novelet PPM? (2) bagaimana pola relasi gender budaya Bali dalam novelet PPM? (3) bagaimana manifestasi ketimpangan gender dalam novelet PPM? (4) bagaimana perjuangan tokoh perempuan dalam novelet PPM untuk mewujudkan kesetaraan gender? Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan kedudukan dan peran tokoh perempuan dalam novelet PPM, (2) mendeskripsikan pola relasi gender budaya Bali dalam novelet PPM, (3) mengungkap manifestasi ketimpangan gender dalam novelet PPM, (4) mengungkap perjuangan tokoh perempuan dalam novelet PPM untuk mewujudkan kesetaraan gender. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah ketimpangan gender yang diakibatkan sistem budaya Bali dalam novelet PPM. Sumber data yang digunakan adalah novelet Perempuan-Perempuan Matahari (PPM) yang dimuat bersambung di majalah Horizon. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan feminis. Teknik pengumpulan datanya dengan teknik pustaka. Teknik pengolahan datanya melalui beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik penarikan kesimpulannya adalah teknik induktif dan deduktif. Berdasarkan analisis penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. 1. Kedudukan tokoh perempuan dalam novelet PPM berada di bawah laki-laki. Peran tokoh perempuan dalam novelet PPM adalah sebagai anak, istri, dan ibu. Sebagai anak, Cenana mendapatkan diskriminasi karena kedudukan dan nilai anak laki-laki dalam masyarakat Bali lebih tinggi daripada anak perempuan. Sebagai istri, tokoh perempuan ada yang mempunyai eksistensi tidak terpisah dengan suaminya (Cenana dan Sandat) namun ada juga yang lepas dari kekuasaan laki-laki (Siwi). Sebagai ibu mereka mengasuh anak sebagai bentuk sifat keibuan dan berperan sebagai single parent (Siwi, Sandat, dan Sarki), tetapi ada yang menolak sebagai peran tersebut (Cenana dan Biang Tut). 2. Pola relasi gender budaya Bali dalam novelet PPM memperlihatkan bahwa stratifikasi sosial (pembagian kasta) sangat mempengaruhi pola hubungan antara laki-laki dan perempuan baik dalam perkawinan, kehidupan keluarga, kehidupan bermasyarakat dan beragama. Pola hubungan ini menempatkan tokoh perempuan (Cenana, Sarki, dan Sandat) dari kasta rendah dalam novelet PPM sebagai pihak yang inferior dan sebagai korban. 3. Ketimpangan gender dalam novelet PPM menciptakan bentuk ketidakadilan terhadap tokoh perempuan, yaitu stereotipe, eksploitasi, dan kekerasan terhadap perempuan. Pranata sosial yang berdasarkan pandangan relasi timpang menempatkan Cenana, Siwi, Sarki, Sandat, dan Biang Tut sebagai pihak yang menderita. 4. Perjuangan tokoh perempuan (Siwi) dalam novelet PPM adalah perjuangan dari tataran kesadaran kritis sampai keberanian mengambil sikap. Siwi berhasil merumuskan dirinya menjadi perempuan yang tidak bergantung kepada laki-laki. Ia mempunyai kebebasan atas tubuh, keinginan dan pikirannya.. Selain berhasil baik di sektor domestik yaitu membesarkan anaknya sendirian maupun di sektor publik menjadi warga masyarakat yang baik dan sukses dalam karier.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Indonesia
    Depositing User: BP Mahardika
    Date Deposited: 18 Jul 2013 16:36
    Last Modified: 18 Jul 2013 16:36
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/6242

    Actions (login required)

    View Item