PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA DAN BAP (Benzil Amino Purine) DALAM MEDIA MURASHIGE SKOOG (MS) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN RESERPIN KALUS PULE PANDAK (Rauvolfia verticillata Lour.)

Zakaria, Doddy (2010) PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA DAN BAP (Benzil Amino Purine) DALAM MEDIA MURASHIGE SKOOG (MS) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN RESERPIN KALUS PULE PANDAK (Rauvolfia verticillata Lour.). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1651Kb)

    Abstract

    Pule pandak adalah salah satu tanaman obat yang ada di Indonesia. Saat ini, kebutuhan bahan baku obat pule pandak semakin meningkat yang menyebabkan laju pemanenan terjadi lebih cepat dari laju kemampuan alam untuk memulihkan populasinya. Nilai manfaat dan ekonomi yang tinggi berakibat tingkat kelangkaan yang semakin tinggi pula. Berdasarkan hal itu perlu dilakukan usaha untuk mengurangi tekanan terhadap populasi pule pandak di alam serta memenuhi permintaan bahan baku obat. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan teknik kultur in vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa dan BAP (Benzil Amino Purine) dalam media terhadap pertumbuhan dan kandungan reserpin kalus pule pandak secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan yaitu penambahan sukrosa dan BAP pada media MS dengan rincian 0; 15; 30; dan 35 g/L untuk sukrosa dan 0; 1; dan 2 ppm untuk BAP, sehingga di hasilkan 12 macam perlakuan. Data yang diambil berupa data kualitatif yaitu warna dan tekstur kalus, serta data kuantitatif meliputi berat basah, berat kering, dan kandungan reserpin kalus. Analisis kandungan reserpin dilakukan dengan spektrofotometer UV-VIS. Analisis data kuantitatif menggunakan ANAVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan kalus yang terbentuk bertekstur kompak dengan warna hijau keputihan, hijau kekuningan, dan hijau. Pemberian perlakuan berpengaruh signifikan terhadap berat basah dan berat kering kalus, tetapi tidak berpengaruh terhadap kandungan reserpin kalus. Perlakuan paling optimal bagi pertumbuhan kalus adalah penambahan ke dalam media 35 g sukrosa dan 2 ppm BAP. Kata kunci : Kultur in vitro, pule pandak, sukrosa, BAP, reserpin

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
    Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi
    Depositing User: Users 831 not found.
    Date Deposited: 18 Jul 2013 16:26
    Last Modified: 18 Jul 2013 16:26
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/6204

    Actions (login required)

    View Item