ANALISIS PEMBEBANAN LALU LINTAS dengan MEMPERTIMBANGKAN PENGARUH FENOMENA SIMPANG

NOVALINA , WINNY (2010) ANALISIS PEMBEBANAN LALU LINTAS dengan MEMPERTIMBANGKAN PENGARUH FENOMENA SIMPANG. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (3745Kb)

    Abstract

    Kebutuhan akan perjalanan / pergerakan sudah menjadi bagian yang menyatu dalam kehidupan sehari - hari. Hal ini terjadi karena keinginan dari seseorang untuk memenuhi kebutuhannya, dimana apa yang dibutuhkannya tidak berada di sekitarnya, sehingga harus dilakukan suatu pergerakan. Tujuan dari suatu pergerakan sangat bervariasi tergantung dari kebutuhan masing - masing manusia itu sendiri, seperti bekerja, sekolah, belanja, rekreasi, dan lain - lain. Pada suatu kondisi tertentu suatu pergerakan akan menimbulkan masalah, hal ini dapat terjadi bila orang melakukan pergerakan pada waktu yang hampir bersamaan dan bergerak pada tempat yang sama. Masalah tersebut dapat berupa kemacetan lalu lintas, tundaan yang tinggi pada ruas jalan dan persimpangan, polusi udara, polusi suara, dan gangguan pemandangan. Kondisi semacam itu biasanya berlangsung pada saat - saat jam sibuk (peak hour), entah itu pada jam keberangkatan menuju kantor dan sekolah (06.30 - 07.30 WIB), jam pulang sekolah (12.30 - 13.30 WIB), maupun jam pulang kantor (16.00 - 17.00 WIB). Fenomena kemacetan lalu lintas di persimpangan terutama pada saat - saat peak hour seperti ini telah menjadi bagian dari permasalahan transportasi di beberapa negara berkembang, terutama di kota - kota besar termasuk di Indonesia. Pergerakan arus manusia, kendaraan, dan barang mengakibatkan berbagai macam interaksi. Hampir semua interaksi memerlukan perjalanan dan menghasilkan pergerakan arus lalu lintas, tetapi hal tersebut tidak diikuti oleh peningkatan kapasitas sarana transportasi. Sasaran umum perencanaan transportasi adalah membuat interaksi tersebut menjadi mudah dan efisien. Salah satu caranya yaitu menggunakan sistem transportasi makro dengan baik dan optimal. Sistem transportasi makro merupakan salah satu pendekatan sistem dalam perencanaan transportasi. Sistem ini meliputi sistem kegiatan (transport demand), sistem jaringan (prasarana transportasi / transport supply), sistem pergerakan (lalu lintas / traffic), dan sistem kelembagaan (institusi). Oleh karena itu, pengembangan sarana dan prasarana transportasi perlu dilaksanakan secara sistematik dan berkelanjutan sesuai dengan pola pergerakan barang atau orang yang dapat mendukung dinamika pembangunan daerah. Hal ini merupakan permasalahan yang harus disikapi dengan bijak dan kreatif, tidak hanya oleh pemerintah sebagai pelayan dan abdi masyarakat, tetapi juga para akademisi dan praktisi di bidang Teknik Sipil. Pembebanan lalu lintas (Trip Assignment) adalah tahapan pemodelan yang memerkirakan rute yang dilewati pengguna jalan. Tahapan ini merupakan hasil dari pembebanan Matriks Asal Tujuan (MAT) ke jaringan jalan. Hasil atau tujuan dari tahapan ini adalah untuk mendapatkan arus lalu lintas di setiap ruas jalan dan total perjalanan di dalam jaringan yang ditinjau. Dalam konteks pembebanan lalu lintas, waktu tempuh merupakan akumulasi dari waktu tempuh di ruas jalan dan tundaan di persimpangan. Oleh karena itu, fenomena persimpangan menjadi bagian yang sangat penting di dalam keputusan seseorang memilih rute perjalanannya. Penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Pamuko Aditya R, Rr. Dian Indriani, Retno Dwi Wibowo, Anton Wahyudi, dan Alfian N. Najib hanya mempertimbangkan waktu tempuh di ruas jalan dengan perkataan lain, mengabaikan tundaan di persimpangan. Karenanya, penelitian yang mempertimbangkan fenomena di persimpangan menjadi sangat penting. Permasalahan transportasi yang semakin luas membutuhkan banyak studi penelitian untuk menyelesaian permasalahan - permasalahan yang ada. Seiring dengan pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi baik di Indonesia maupun di negara-negara lainnya. Alur teknologi yang berkembang khususnya komputerisasi membantu banyak peneliti khususnya peneliti dibidang transportasi dalam pengolahan data lalu lintas yang diproses secara cepat dan murah. Berbagai program pun telah tersedia dan dimanfaatkan guna membantu proses perencanaan dan pemodelan transportasi dalam menangani hampir semua permasalahan yang terjadi, seperti paket program MOTORS, SATURN, TRANSPLAN, STAN, STRADA, EMME/2, dan EMME/3. Pada penelitian ini, proses pembebanan ke sistem jaringan transportasi menggunakan perangkat lunak EMME/3 (Equilibre Multimodal, Multimodal Equilibrium) yang merupakan pengembangan dari program sebelumnya yaitu EMME/2 yang dibuat dan dikembangkan di Kanada, dengan kemampuan yang sangat tinggi, dengan jumlah node dan link yang dapat dikatakan tidak terbatas (mampu mencapai hampir 1 juta node).

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Budianto Erwin
    Date Deposited: 18 Jul 2013 15:58
    Last Modified: 18 Jul 2013 15:58
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/6167

    Actions (login required)

    View Item