PENENTUAN RUTE OPTIMAL MENUJU LOKASI PELAYANAN GAWAT DARURAT BERDASARKAN WAKTU TEMPUH TERCEPAT (Studi Kasus Kota Surakarta)

SUKOCO , BUDI (2010) PENENTUAN RUTE OPTIMAL MENUJU LOKASI PELAYANAN GAWAT DARURAT BERDASARKAN WAKTU TEMPUH TERCEPAT (Studi Kasus Kota Surakarta). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (7Mb)

    Abstract

    Kejadian gawat darurat dapat diartikan sebagai keadaan dimana seseorang memerlukan pertolongan segera karena apabila tidak mendapat pertolongan dengan segera maka dapat mengancam jiwanya atau menimbulkan kecacatan permanen. Keadaan gawat darurat yang sering terjadi di masyarakat antara lain keadaan seseorang yang mengalami henti napas dan henti jantung, tidak sadarkan diri, kecelakaan, cedera misalnya patah tulang, pendarahan, kasus stroke dan kejang, keracunan dan korban bencana. Unsur penyebab kejadian gawat darurat antara lain karena terjadinya kecelakaan lalu lintas, penyakit, kebakaran maupun bencana alam. Kasus gawat darurat karena kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian utama di daerah perkotaan (Media Aesculapius, 2007). Pertolongan gawat darurat melibatkan dua komponen utama yaitu pertolongan fase pra rumah sakit dan fase rumah sakit. Kedua komponen tersebut sama pentingnya dalam upaya pertolongan gawat darurat. Menurut Media Aesculapius (2007), pertolongan gawat darurat memiliki sebuah waktu standar pelayanan yang dikenal dengan istilah waktu tanggap (respon time) yaitu maksimal 10 menit. Waktu tanggap gawat darurat merupakan gabungan dari waktu tanggap saat pasien tiba di depan pintu rumah sakit sampai mendapat respon dari petugas instalasi gawat darurat dengan waktu pelayanan yang diperlukan pasien sampai selesai proses penanganan gawat darurat (Haryatun dan Sudaryanto, 2008). Waktu tanggap tersebut harus mampu dimanfaatkan untuk memenuhi prosedur utama dalam penanganan kasus gawat darurat atau prosedur ABCD (Airway, Breathing, Circulation dan Disability). Airway berarti penanganan pada saluran nafas yang terhambat karena kecelakaan/penyakit. Breathing berarti penanganan terhadap kemampuan paru-paru dalam memompa keluar-masuk udara. Circulation yang berarti penanganan terhadap kemampuan jantung untuk memompa darah dan disability yang berarti penanganan terhadap kemungkinan terjadinya cacat permanen akibat kecelakaan. Prosedur ABCD harus secepat mungkin dilakukan karena semakin lama rentang waktu antara kejadian gawat darurat dengan penanganan prosedur tersebut maka akan semakin kecil peluang keselamatan pasien khususnya untuk pasien dengan masalah pada Airway, Breathing dan Circulation. Keberhasilan dalam penanganan gawat darurat tidak hanya ditentukan dengan keberhasilan dalam memaksimalkan waktu tanggap untuk menjalankan prosedur ABCD pada fase rumah sakit, tetapi penanganan fase pra rumah sakit berupa sistem mobilisasi (transportasi) pasien menuju fasilitas pelayanan gawat darurat juga memegang peranan sangat penting (Media Aesculapius, 2007). Bagian awal dari sistem mobilisasi penanganan gawat darurat adalah pengambilan keputusan tentang rujukan lokasi pelayanan unit gawat darurat terdekat berdasarkan rute optimal untuk mencapainya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, optimal dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang terbaik atau memberi nilai keuntungan tertinggi. Penentuan rute optimal idealnya tidak hanya dilihat dari segi jarak tetapi juga segi waktu tempuh perjalanan dari tempat kejadian menuju lokasi pelayanan gawat darurat. Waktu tempuh perjalanan adalah waktu total perjalanan yang dibutuhkan, termasuk berhenti dan tundaan, dari suatu tempat menuju tempat lain melalui rute tertentu (Tamin, 2000). Sebagai ilustrasi, terdapat dua rute yang dapat dilalui untuk mencapai lokasi X. Rute pertama memiliki jarak tempuh 1.550 meter tetapi di dalam rute tersebut terdapat ruas jalan yang sering mengalami kemacetan sehingga waktu tempuh yang tercipta sebesar 60 menit. Adapun rute kedua memiliki jarak 1875 meter tetapi bebas dari kemacetan sehingga mampu ditempuh dalam 45 menit. Informasi waktu tempuh pada kedua rute menunjukkan bahwa rute kedua adalah rute optimal. Penentuan rute optimal berdasarkan waktu tempuh dilakukan dengan memperhatikan kepadatan jalan yang terjadi. Kepadatan jalan pada waktu tertentu dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya waktu tempuh yang dibutuhkan selama perjalanan (Tamin, 2000). Kepadatan jalan mengakibatkan timbulnya kemacetan apabila kepadatan jalan tersebut melampaui kapasitas ruas jalan yang ada. Penyebab timbulnya kepadatan jalan yaitu akibat keberadaan aktivitas pasar, sekolah, lampu lalu lintas, persimpangan jalan ataupun penyempitan jalan karena jembatan. Sebagai contoh, adanya aktivitas pasar menimbulkan tundaan lalu lintas di ruas jalan di depan pasar akibat keberadaan pedagang yang memakai bahu jalan untuk berjualan, angkutan umum yang berhenti dan lalu lalang para pembeli. Begitu juga akibat aktivitas antar jemput dan penyeberangan siswa saat jam masuk maupun jam selesai aktivitas sekolah menimbulkan tundaan lalu lintas di ruas jalan di depan sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan sistem penentuan rute optimal menuju lokasi pelayananan gawat darurat berdasarkan waktu tempuh yang tercepat. Data yang digunakan dalam sistem penentuan rute disimpan dan diolah menggunakan network analyst pada aplikasi Geographic Information Sistem (GIS). Pengolahan data menggunakan network analyst mampu membantu untuk menemukan rute optimal diantara dua tempat. Hasil pencarian rute optimal menuju lokasi pelayananan gawat darurat dapat digunakan sebagai pendukung proses mitigasi gawat darurat. Mitigasi adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan semua tindakan yang dapat mengurangi dampak dari satu bencana yang dilakukan sebelum bencana itu terjadi, termasuk kesiapan dan tindakan- tindakan pengurangan resiko jangka panjang (Coburn et al, 1994). Bentuk mitigasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penyajian media informasi rute optimal menuju unit gawat darurat. Informasi tersebut disajikan dalam media informasi berbasis web yang juga dapat diakses melalui telepon seluler oleh masyarakat.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Industri
    Depositing User: Budianto Erwin
    Date Deposited: 18 Jul 2013 15:44
    Last Modified: 18 Jul 2013 15:44
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/6149

    Actions (login required)

    View Item