ANALISIS PEMASARAN JERUK DI KABUPATEN BANGLI

Purnamasari, Intan Ayu (2010) ANALISIS PEMASARAN JERUK DI KABUPATEN BANGLI. Other thesis, Fakultas Pertanian.

[img] PDF - Published Version
Download (1152Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola saluran pemasaran, menganalisis biaya, marjin dan keuntungan serta efisiensi ekonomi dari masing-masing saluran pemasaran jeruk di Kabupaten Bangli. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Daerah penelitian diambil secara sengaja (purposive) yaitu Kabupaten Bangli dan sampel kecamatan dipilih yaitu Kecamatan Kintamani. Metode penentuan jumlah pada masing-masing desa menggunakan proportional random sampling sedangkan penentuan sampel masing-masing desa menggunakan metode systematic sampling serta sampel pedagang secara snowball sampling. Data yang diambil baik berupa data primer dan data sekunder dengan teknik wawancara, pencatatan dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat tipe saluran pemasaran jeruk di Kabupaten Bangli yaitu, saluran I:Petani→Penebas→Pedagang Besar→Pedagang Kecil→Pedagang Pengecer→Konsumen, saluran II: Petani→ Pedagang besar→Pedagang Kecil→Pedagang Pengecer→Konsumen,saluran III: Petani→Pedagang Besar→Pedagang Pengecer→Konsumen dan saluran IV: Petani→Pedagang Pengumpul→Pedagang Besar→Pedagang Kecil→Pedagang Pengecer→Konsumen. Pada saluran I memiliki total biaya pemasaran Rp 1.713,4 per kg, marjin pemasaran Rp 5.485,1 per kg dan keuntungan pemasaran Rp 3.771,7 per kg. Pada saluran II total biaya pemasaran Rp 1.582,8 per kg, marjin pemasaran Rp 4.999,9 per kg dan keuntungan pemasaran Rp 3.658,7 per kg. Pada saluran III total biaya pemasaran Rp 1.405,9 per kg, marjin pemasaran Rp 4.000,00 per kg dan keuntungan pemasaran Rp 2.840,5 per kg. Pada saluran IV total biaya pemasaran Rp 1.550,2 per kg, marjin pemasaran Rp 5.267,8 per kg dan keuntungan pemasaran Rp 3.717,5 per kg. Dilihat dari efisiensi secara ekonomis dari keempat saluran yang ada di Kabupaten Bangli maka saluran III adalah saluran pemasaran jeruk yang paling efisien karena memiliki marjin pemasaran terendah yaitu Rp 4.000,00 per kg dan memiliki nilai Farmer’s Share tertinggi yaitu super besar sebesar 60%, super sebesar 55,55%, king sebesar 50%, bom sebesar 42,85%, dan AA sebesar 33,33%.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HF Commerce
    S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Agribisnis
    Depositing User: Lutvi Satriyo Putro
    Date Deposited: 18 Jul 2013 03:59
    Last Modified: 18 Jul 2013 03:59
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/6016

    Actions (login required)

    View Item