PENGARUH FAKTOR-FAKTOR MONETER TERHADAP LAJU INFLASI DI INDONESIA (TAHUN 1979-2008)

Kusumaningrum, Dyah Ayu (2011) PENGARUH FAKTOR-FAKTOR MONETER TERHADAP LAJU INFLASI DI INDONESIA (TAHUN 1979-2008). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (2001Kb)

    Abstract

    Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh jumlah uang beredar, nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS, tingkat suku bunga deposito Bank Indonesia, jumlah posisi kredit dan posisi tabungan bank umum terhadap laju inflasi di Indonesia tahun 1979-2008. Hal tersebut mengingat bahwa laju inflasi mempunyai peranan penting terhadap kestabilan perekonomian makro suatu negara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersifat time series dari tahun1979-2008. Adapun data-data tersebut diperoleh dari Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia berbagai edisi. Data tersebut dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metode Error Correction Model (ECM). Pengujian ini juga disertai dengan uji statistik (uji t dan uji F) serta uji asumsi klasik (multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi). Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel berdasarkan hasil uji secara bersama-sama, berpengaruh signifikan terhadap laju inflasi Indonesia pada taraf signifikansi 5% dengan probabilitas 0,000000. Sedangkan secara individu, jumlah uang beredar dalam jangka pendek mempunyai pengaruh negatif signifikan, sedangkan dalam jangka panjang berpengaruh positif signifikan terhadap laju inflasi di Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS dalam jangka pendek mempunyai pengaruh negatif signifikan tarhadap laju inflasi, sedangkan dalam jangka panjang berpengaruh positif dan tidak signifikan. Tingkat suku bunga deposito dalam jangka pendek berpengaruh secara positif dan tidak signifikan, sedangkan dalam jangka panjang mempunyai pengaruh positif signifikan. Posisi kredit dalam jangka pendek berpengaruh negatif signifikan, sedangkan dalam jangka panjang berpengaruh positif tidak signifikan. Posisi tabungan dalam jangka pendek berpengaruh negatif signifikan, sedangkan dalam jagka panjang berpengaruh positif tidak signifikan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan, maka dapat diajukan beberapa saran antara lain : (1) Bank Sentral dapat mengatur peredaran uang, antara lain dengan cara melakukan kebijakan uang ketat (tight money policy) dan tingkat diskonto (discount rate), (2) pemerintah dan otoritas moneter dapat memberlakukan kebijakan operasi pasar terbuka, sehingga dapat mendukung iklim investasi sekuritas Indonesia, (3) Bank Indonesia hendaknya menjaga kestabilan nilai Rupiah, terutama kestabilan Rupiah terhadap mata uang asing. Kata Kunci : Inflasi, Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar AS, Suku Bunga Deposito, Posisi kredit, Posisi Tabungan bank Umum dan Error Correction Model (ECM)

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan
    Depositing User: Users 832 not found.
    Date Deposited: 18 Jul 2013 03:46
    Last Modified: 18 Jul 2013 03:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/6009

    Actions (login required)

    View Item