STRATEGI INDUSTRI GULA INDONESIA MENGHADAPI LIBERALISASI PERDAGANGAN DUNIA

Suryantoro, Agustinus (2010) STRATEGI INDUSTRI GULA INDONESIA MENGHADAPI LIBERALISASI PERDAGANGAN DUNIA. Other thesis, Universitas Gadjah Mada.

[img] PDF
Download (128Kb)

    Abstract

    Indonesia yang merupakan salah satu negara anggota AFTA, APEC dan WTO tidak bisa lepas dari kecenderungan liberalisasi perdagangan dunia. Keterlibatan ini mengakibatkan Indonesia harus siap bersaing di pasar global, baik produk untuk pasar ekspornya ataupun produk untuk pasar domestik. Pada industri gula, Indonesia menghadapi berbagai masalah yang saling terkait, seperti penempatan gula sebagai salah satu kebutuhan pokok yang mengakibatkan harga dan tataniaganya dintervensi pemerintah, pelaku dalam industri gula begitu banyak di mana antara produsen bahan baku, pemroses bahan baku menjadi gula dan distribusinya merupakan lembaga yang terpisah. Juga terjadi inefisiensi baik pada tingkat usahatani (on farm) maupun pabrik (off farm), bias kebijakan pemerintah, serta distorsi perdagangan yang tinggi di pasar internasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana bekerjanya pasar gula Indonesia yang terintegrasi dengan pasar gula dunia. Serta bagaimana pengaruh faktor eksternal (seperti misalnya perubahan yang terjadi di luar kontrol pemerintah akibat dari perubahan ekonomi dunia) dan perubahan internal yang diakibatkan perubahan perekonomian domestik ataupun karena perubahan kebijakan terhadap pergulaan Indonesia. Dengan mengetahui bekerjanya pasar gula Indonesia diharapkan dapat dilakukan kebijakan-kebijakan pada industri gula. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model koreksi kesalahan simultan (error correction simultaneous model). Penggunaan model simultan untuk menghindari terjadinya bias persamaan simultan (simultaneous equation bias) dan model koreksi kesalahan untuk melihat perilaku jangka pendek dan jangka panjang. Dari kajian tersebut, ditemukan bahwa harga gula masih merupakan pertimbangan utama bagi produsen dalam memproduksi gula. Meskipun padi masih merupakan tanaman pesaing bagi tanaman tebu, namun terlihat kecenderungan persaingan yang semakin menurun yang diakibatkan bergesernya tebu ke lahan kering. Penggunaan pupuk dalam produksi tebu/gula masih berlebihan, sehingga dalam jangka panjang, kenaikan harga pupuk akan direspon dengan mengurangi penggunaan pupuk dan akibatnya justru menaikkan produksi gula. Pasar gula domestik masih terintegrasi dengan pasar dunia. Pasar gula dunia yang berfluktuasi akan berpengaruh terhadap pasar domestik. Perubahan harga gula dunia direspon secara lamban (lag) untuk menjadi impor. Kurs tidak berpengaruh terhadap impor gula karena impor gula tidak lagi dipengaruhi oleh harga dunia, mamun oleh kebutuhan untuk mencukupi kekurangan produksi. Permintaan gula masih dipengaruhi oleh harga gula domestik baik jangka pendek maupun jangka panjang. Koefisien elastisitas harga gula domestik jangka panjang yang lebih kecil dibandingkan dengan jangka pendek (lebih elastis) menunjukkan bahwa respon konsumen terhadap perubahan harga gula cukup besar, namun setelah berjalannya waktu, maka konsumen segera menyesuaikan konsumsinya yang tidak lagi terpengaruh pada kenaikan harga. Kondisi ini menunjukkan bahwa gula dalam jangka panjang merupakan barang kebutuhan pokok yang inelastik terhadap harga. Liberalisasi akan mengakibatkan penurunan produksi dalam jangka panjang dan akibat berikutnya adalah semakin tergantungnya konsumsi gula terhadap pasar dunia yang penuh ketidakpastian. Subsidi input untuk produksi gula bagi petani akan mengakibatkan pada peningkatan keuntungan petani tanpa harus mengorbankan harga. Keuntungan yang semakin besar akan merangsang produsen untuk memproduksi gula lebih besar.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: UNSPECIFIED
    Depositing User: mr azis r
    Date Deposited: 07 May 2013 17:22
    Last Modified: 07 May 2013 17:22
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/596

    Actions (login required)

    View Item