PERANCANGAN ULANG GEROBAK SAMPAH YANG ERGONOMIS (Studi Kasus: UPTD Kecamatan Delanggu)

Nugroho, Ferdy (2011) PERANCANGAN ULANG GEROBAK SAMPAH YANG ERGONOMIS (Studi Kasus: UPTD Kecamatan Delanggu). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (671Kb)

    Abstract

    Sampah adalah material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah berdasarkan sifatnya ada sampah organik dan anorganik. Jenis-jenis sampah tersebut ada yang bisa diuraikan kembali dan ada juga yang tidak bisa terurai yang menjadi ancaman serius terhadap lingkungan. Sebagian sampah yang tidak dapat teruraikan masih bisa diolah atau didaur ulang karena memiliki nilai jual misalnya saja plastik, kertas dan pakaian. Tempat pembuangan akhir sampah sebaiknya jauh dari pemukiman penduduk. Penyumbang sampah terbesar adalah dari sampah perumahan misalnya sisa-sisa bahan dan bungkus makanan. Dengan adanya sampah-sampah ini tentunya kita membutuhkan orang- orang yang mau membersihkan supaya lingkungan kita menjadi nyaman. Salah satu lembaga lembaga pemerintah yang mengurusi tentang sampah adalah Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD). Dengan adanya UPTD ini diharapkan bisa membuat lingkungan menjadi bersih, tetapi sebenarnya masyarakat juga dapat membantu UPTD dengan kesadaran kita untuk membuang sampah pada tempatnya. UPTD ini mempunyai 16 pekerja, yang mengurusi tentang sampah ada 4 pekerja dan memiliki 4 gerobak sampah. Distribusi sampah di Kecamatan Delanggu pada tingkat paling rendah yaitu pada perumahan, yang dilakukan dengan cara mengambil sampah pada setiap tong sampah rumah yang kemudian di distribusikan ke depo sampah yang telah tersedia dengan menggunakan gerobak sampah. Aktivitas operator gerobak sampah ini mulai melakukan pekerjaannya yaitu tahap awal operator mengumpulkan sampah dari tong-tong sampah yang kecil yang berada di perumahan di masukkan ke dalam gerobak. Setelah itu pekerja berjalan menuju ke tempat pembuangan sampah (TPS) untuk menyetorkan sampah tersebut. Setelah sampai di tempat pembuangan sampah (TPS) sampah yang berada didalam gerobak sampah diturunkan ke dalam bak sampah yang besar. Jarak yang ditempuh operator gerobak sampah sekitar satu kilometer dalam aktivitas ini membutuhkan waktu 2 jam. Jam kerja operator sampah adalah dua kali dalam sehari yaitu pada jam 07.00 dan 16.00. Dengan desain gerobak sampah yang tidak ergonomis terutama di bagian pegangan gerobak sampah menyebabkan operator gerobak sampah tidak nyaman dalam bekerja. Pada saat operator menjalankan gerobak sampah posisi operator membungkuk, karena pegangan gerobak tidak disesuaikan dengan posisi kerja operator. Dalam posisi kerja yang tidak nyaman tersebut operator merasa sakit di segmen tubuh bagian punggung, pinggang, lengan, telapak tangan dan kaki. Berdasarkan permasalahan di atas maka perlu dirancang ulang gerobak sampah dengan menggunakan pendekatan anthropometri pada dimensi tubuh pengguna.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TS Manufactures
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Industri
    Depositing User: AB Kusuma
    Date Deposited: 18 Jul 2013 18:58
    Last Modified: 18 Jul 2013 18:58
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/5846

    Actions (login required)

    View Item