PENGARUH JENIS KERTAS, KOMPOSISI SEKAM DAN JUMLAH PEREKAT PVAC TERHADAP KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT CORE BERKEMAMPUAN SERAP BUNYI BERBAHAN DASAR KERTAS-SEKAM

Widyantara, Bayu Erian (2010) PENGARUH JENIS KERTAS, KOMPOSISI SEKAM DAN JUMLAH PEREKAT PVAC TERHADAP KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT CORE BERKEMAMPUAN SERAP BUNYI BERBAHAN DASAR KERTAS-SEKAM. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (597Kb)

    Abstract

    Menurut Pemerintah Indonesia perkiraan kapasitas produksi kayu tahunan Indonesia mencapai 63 juta meter kubik, sangat jauh dari jumlah produksi kayu nasional yang resmi sebesar 5,7 juta meter kubik, artinya akan ada kekurangan sebesar 57,3 juta meter kubik kayu (Williams, 2004). Laju pengurangan hutan alam di Indonesia pada tahun 1997-2000 adalah 2,84 juta Ha per tahun (Hakim, 2006). Kebutuhan masyarakat pada kayu sangat besar padahal kapasitas produksi kayu masih kurang, maka diperlukan bahan altematif untuk mengurangi ketergantungan terhadap kayu. Salah satu cara menutupi kekurangan dari produksi kayu adalah mencari bahan penggantinya. Komposit serat alam merupakan salah satu alternatif yang pootensial, karena biaya bahan baku yang murah dan ramah lingkungan. Diantara sejumlah sumber serat alam, limbah kertas merupakan sumber yang ketersediaannya melimpah. Kertas mengandung serat selulosa yang mempunyai beberapa kelebihan yaitu tidak mengandung asbestos, serat berbahaya ataupun kimia berbahaya lainnya dan tidak menimbulkan iritasi. Pada tahun 2003 konsumsi kertas mencapai 5,31 juta ton, tahun 2004 kebutuhan konsumsi kertas mencapai 5,40 juta ton, tahun 2005 konsumsi kertas mencapai 5,61 juta ton (pusgrafin.go.id, 2009). Banyaknya jumlah konsumsi kertas tersebut akan membuka peluang untuk pengolahan sampah kertas bekas menjadi bahan yang lebih bernilai. Selain penggunaan kertas bekas sebagai bahan alternatif, sekam padi juga mempunyai potensi sebagai bahan pembuat komposit karena mempunyai keunggulan seperti kemampuan menahan kelembaban, tidak mudah terbakar, tidak mudah berjamur, tidak berbau dan memiliki kemampuan menyerap bunyi (Murdiyono, 2009). Jumlah sekam padi di Indonesia juga melimpah, menurut data biro pusat statistik tahun 2008 produksi padi di Indonesia berjumlah sekitar 55 juta ton. Sekitar 20 % dari bobot padi adalah sekam padi (Hara, 1986). Untuk menjadi sebuah komposit, kertas dan sekam memerlukan bahan lain yang berfungsi sebagai matriks atau pengikat. Polivinil asetat (PVAc) atau dapat disebut juga lem putih yang digunakan sebagai lem kayu digunakan sebagai pengikat untuk bahan-bahan berpori, khususnya kayu misalnya dalam industri kayu lapis dan pengerjaan furniture. Bahkan PVAc juga sering dijumpai di tempat fotokopi yang dgunakan saat menjilid buku. PVAc mempunyai banyak kelebihan diantaranya mudah didapat, serba guna dan peka terhadap tekanan (Hamzah, 2004). Melihat bahan-bahan penyusun komposit yang ringan dan matriks yang digunakan berupa perekat PVAc dimana daya ikatnya lebih rendah daripada resin, komposit ini akan diproyeksikan sebagai sebuah core dalam komposit sandwich. Komposit sandwich terdiri dari bagian skin atau lapisan luar dan bagian core komposit. Komposit sandwich merupakan jenis komposit yang sangat cocok sebagai sebuah bahan konstruksi karena ringan dan memiliki kekuatan yang relatif tinggi. Core dalam sebuah komposit merupakan suatu bagian yang dominan dalam penyerapan energi, baik energi yang datang secara tiba-tiba (energi impak) maupun energi berupa bunyi. Dalam pengaplikasiannya, core komposit ini diperuntukkan sebagai sebuah panel yang bisa berupa furniture, pintu, jendela dan sekat ruangan dengan dilapisi bahan lain sebagai skin. Pengujian impak diperlukan agar komposit tersebut dapat tetap kokoh saat terjadi sebuah benturan dan pengujian serap bunyi dilakukan untuk mengetahui kemampuan komposit dalam menyerap bunyi yang datang. Kemampuan serap bunyi komposit ini merupakan sebuah nilai tambah apabila panel tersebut dijadikan sebuah sekat ruangan, karena kekuatan mekanik berupa uji impaklah yang menjadi prioritas dimana komposit tersebut ditujukan sebagai sebuah bahan konstruksi. Oleh karena itu pengujian serap bunyi tidak dilakukan pada keseluruhan spesimen, tetapi hanya pada komposit dengan nilai kekuatan impak tertinggi. commit to user Pada penelitian mengenai komposit ada beberapa faktor yang diteliti untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai kekuatan komposit seperti jenis bahan, .......................................

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Industri
    Depositing User: Users 831 not found.
    Date Deposited: 17 Jul 2013 19:03
    Last Modified: 17 Jul 2013 19:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/5754

    Actions (login required)

    View Item