PENGARUH PEMBERIAN INFUSUM DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) TERHADAP MORTALITAS Ascaris suum Goeze SECARA IN VITRO

Maharani, Ika (2010) PENGARUH PEMBERIAN INFUSUM DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) TERHADAP MORTALITAS Ascaris suum Goeze SECARA IN VITRO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (633Kb)

    Abstract

    Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh pemberian infusum daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) terhadap mortalitas Ascaris suum Goeze secara in vitro. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental laboratorik dengan menggunakan rancangan penelitian the post test only controlled groups design, dilakukan di laboratorium Parasitologi Universitas Setia Budi Surakarta. Subjek penelitian berupa cacing Ascaris suum Goeze dewasa. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Untuk uji pendahuluan, sampel direndam dalam larutan NaCl 0,9%. Sampel diberi perlakuan dengan direndam dalam infusum daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Untuk perlakuan kontrol positif yang digunakan adalah pirantel pamoat dengan konsentrasi 0,625 mg/ml, 1,25 mg/ml, 2,5 mg/ml, dan 5 mg/ml. Sampel untuk masing-masing perlakuan sebanyak 6 ekor cacing, masing-masing dilakukan pengulangan empat kali. Efek antihelmintik ditentukan dengan menghitung LC50 infusum daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi), sedangkan keefektifitasannya ditentukan berdasarkan pengamatan terhadap LT50 yang dibandingkan dengan LT50 pirantel pamoat sebagai “ drug of choice” penyakit askariasis. Data yang diperoleh diuji statistik dengan Analisis Probit untuk mencari LC50 dan LT50 menggunakan SPSS for Microsoft Windows Release 16.0. Hasil: Cacing Ascaris suum Goeze di luar tubuh babi dalam larutan garam fisiologis rata-rata dapat hidup selama 94,5 jam. Hasil Analisis Probit menunjukkan bahwa LC50 infusum daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) adalah 72,754% dan LT50 infusum daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) adalah 18,994 jam. Sedangkan LC50 pirantel pamoat adalah 2,775 mg/ml dan LT50 pirantel pamoat adalah 1,544 jam. Simpulan: Simpulan dari penelitian ini adalah infusum daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) memiliki efek antihelmintik dengan LC50 72,754% walaupun efektifitasnya sebagai antihelmintik lebih rendah daripada pirantel pamoat. Kata kunci : Infusum daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi), mortalitas, Ascaris suum Goeze

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Users 832 not found.
    Date Deposited: 17 Jul 2013 05:42
    Last Modified: 17 Jul 2013 05:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/5615

    Actions (login required)

    View Item