PRAKTIK INTELLECTUAL CAPITAL DISCLOSURE DAN PERMINTAAN NARROW FINANCIAL BASED STAKEHOLDERS DI INDONESIA

PERMATASARI, VENESSA DITA (2010) PRAKTIK INTELLECTUAL CAPITAL DISCLOSURE DAN PERMINTAAN NARROW FINANCIAL BASED STAKEHOLDERS DI INDONESIA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (686Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keluasan intellectual capital disclosure, baik dari segi permintaan dan penawaran atau praktik pengungkapan intellectual capital dalam annual report di Indonesia. Berdasarkan kedua informasi tersebut akan diketahui adanya information gap dalam pengungkapan intellectual capital. Penelitian ini juga menganalisis pengaruh corporate governance mechanism (proporsi komisaris independen, frekuensi rapat dewan komisaris, latar belakang pendidikan komite audit, frekuensi rapat komite audit, dan kepemilikan institusional) terhadap praktik intellectual capital disclosure, dengan ukuran dan tipe perusahaan sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan dua jenis data, data primer dan data sekunder. Sampel yang digunakan dalam data primer berjumlah 50 responden dari narrow financial based stakeholders mengenai besarnya kepentingan setiap item intelectual capital dalam annual report perusahaan. Data sekunder menggunakan 80 annual report perusahaan yang terdaftar di BEI selama tahun 2008. Intellectual capital disclosure diukur menggunakan disclosure index score, baik metode unweighted index maupun weighted index. Hasil analisis menunjukkan bahwa permintaan intellectual capital disclosure menurut narrow financial based stakeholders adalah tinggi, pada level skala 4,22 (dalam skala likert 5). Terdapat 100% perusahaan sampel yang mengungkapkan intellectual capital dan rata-rata pengungkapan informasi mengenai intellectual capital di Indonesia sebesar 53,25% (unweighted index) dan 53,33% (unweighted index). Secara keseluruhan tidak terjadi information gap, namun beberapa item menunjukkan adanya information gap. Wardhani (2009) menyebutkan bahwa rata-rata intellectual capital disclosure di Indonesia hanya sebesar 35,00%. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran perusahaan di Indonesia akan arti pentingnya intellectual capital telah mengalami peningkatan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa proporsi komisaris independen (ρ-value 0,007) dan ukuran perusahaan (ρ-value 0,000) merupakan variabel berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat keluasan intellectual capital disclosure. Implikasinya, perusahaan lebih didorong untuk menciptakan komitmen yang kuat dalam implementasi corporate governance sehingga dapat meningkatkan pengungkapan intellectual capital.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Ekonomi
    Fakultas Ekonomi > Akuntansi
    Depositing User: Users 844 not found.
    Date Deposited: 17 Jul 2013 03:19
    Last Modified: 17 Jul 2013 03:19
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/5579

    Actions (login required)

    View Item