MASCULINITY AND SEXUALITY IN PERFUME ADVERTISEMENTS

DIAN KARTINI, MURNITA (2010) MASCULINITY AND SEXUALITY IN PERFUME ADVERTISEMENTS. Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (410Kb)

    Abstract

    Penelitian ini disusun untuk menjelaskan bagaimana symbol dan konstruksi maskulinitas dan seksualitas dalam masyarakat secara politis dan budaya. Obyek dalam penelitian ini adalah iklan- iklan yang bersumber dari The Scented Salamander: Perfume and Beauty Blog and Webzine, yaitu Kenzo Jungle with Satya Oblet (1998), Caron Pour un Homme with Patrick Duppond (1998), Tom Ford for Men (2008), and Sean John: I Am King (2008). Karena berada dalam lingkup penelitian Kajian Budaya Amerika, maka penelitian menerapkan beberapa strategi pendekatan yang berkaitan dengan subjek kajian sebagai konsekuensi dari kajian ilmu lintas disiplin/ interdisipliner. Pendekatan semiotika digunakan untuk menentukan signifier (penanda) dan signifed (petanda) dalam visual iklan. Pendekatan sosio-kultural diaplikasikan dengan pendekatan gender sebagai pendekatan ketiga untuk menggali makna signifier (penanda) dan signifed (petanda) dalam konteks budaya. Analisa ini memberikan gambaran bagaimana iklan mengkonstruksi tubuh pria sebagai sebuah komoditas yang memiliki nilai jual, dalam konteks politis dan budaya. Di samping itu, penelitian ini juga menjelaskan bagaimana konsep politik tubuh mengkonstruksi pandangan masyarakat Amerika terhadap maskulinitas. Berdasarkan pada hasil analisa, dapat disimpulkan bahwa konsep maskulinitas mengalami pergeseran dalam kurun waktu 1 dekade (1998-2008). Pada tahun 1998, visual tubuh pria tidak melawan konsep hegemoni maskulinitas di Barat yang menempatkan pria sebagai pemegang kekuatan, kekuasaan, dominasi, dan kontrol terhadap wanita. Sedangkan pada tahun 2008, pria dapat ditempatkan pada posisi sebagai obyek pandang wanita. Pria dapat menjadi obyek namun sekaligus menjadi pemegang kontrol atas wanita. Konsep politik tubuh yang menggunakan tubuh pria sebagai obyek visual tidak melawan konsep hegemoni maskulinitas yang dipercaya masyarakat Amerika dengan menggunakan beberapa negosiasi. Hegemoni maskulinitas mengkonstruksi pria sebagai pemegang kekuatan, kekuasaan, dominasi, dan kontrol terhadap wanita. Dan perspektif ini telah dieksplorasi dan dieksploitasi oleh masyarakat industri kapitalis di Amerika untuk menarik minat konsumen dan menjual produk mereka.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Inggris
    Depositing User: rangga darmajati
    Date Deposited: 16 Jul 2013 21:50
    Last Modified: 16 Jul 2013 21:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/5449

    Actions (login required)

    View Item