Implementasi kebijakan perlindungan anak atas Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) berdasarkan pasal 66 UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak (studi di Kota Surakarta)

Purwantiningsih, Ary (2008) Implementasi kebijakan perlindungan anak atas Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) berdasarkan pasal 66 UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak (studi di Kota Surakarta). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1804Kb)

    Abstract

    Ary Purwantiningsih, S.310306004. Implementasi Kebijakan Perlindungan Anak Atas Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) Berdasarkan Pasal 66 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Studi di Kota Surakarta) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, pertama kebijakan atau langkah-langkah Pemerintah Kota Surakarta dalam mengimplementasikan Pasal 66 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak guna memberikan perlindungan pada anak dari eksploitasi seksual komersial, kedua, kendalakendala apa saja yang dihadapi Pemerintah Kota Surakarta dalam implementasi Pasal 66 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan ketiga, untuk mengetahui solusinya dalam menghadapi kendala-kendala tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum nondoktrinal. Dan dilihat dari sudut bentuknya penelitian ini termasuk dalam bentuk evaluatif. Lokasi penelitian di Pemerintah Kota Surakarta. Jenis data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, kuesioner, dan studi kepustakaan. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dengan model interakif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pasal 66 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak belum bisa dilaksanakan secara maksimal, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: pertama, dilihat dari segi substansi, Pemerintah Kota Surakarta belum mempunyai Peraturan Daerah yang mengatur tentang perlindungan anak khususnya pelacuran anak, kedua dilihat dari segi struktur belum ada wadah atau masih kurangnya lembaga yang khusus disediakan oleh Pemerintah Kota Surakarta bagi anak korban eksploitasi seksual komersial seperti, tempat rehabilitasi anak yang dilacurkan dan LSM yang khusus menangani anak korban eksploitasi seksual komersial, dan ketiga dilihat dari segi budaya hukum, masyarakat Kota Surakarta belum mempunyai kebiasaan melapor walaupun mereka menengarai adanya kasus penelantaran, penjualan anak termasuk eksploitasi seksual komersial anak oleh orang tuanya sendiri. Mereka menganggap hal tersebut merupakan masalah domestik masing-masing keluarga. Dalam penelitian ini direkomendasikan beberapa langkah positif antara lain membuat perda yang khusus melindungi anak terutama anak korban ESKA, meningkatkan sarana dan prasarana ( mendirikan rehabilitasi khusus untuk anak korban ESKA, LSM yang khusus menangani anak korban ESKA, pengembangan database anak korban ESKA) supaya tercapai hasil yang maksimal, meningkatkan kerja sama antara Pemerintah Surakarta dengan instansi terkait, melakukan sosialisasi peraturan perundangan yang berkaitan dengan perlindungan anak terutama anak korban ESKA, pemberian pendidikan sek di sekolah.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    H Social Sciences > HX Socialism. Communism. Anarchism
    K Law > K Law (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Hukum - S2
    Depositing User: Athiyah
    Date Deposited: 16 Jul 2013 18:37
    Last Modified: 16 Jul 2013 18:37
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/5382

    Actions (login required)

    View Item