PERSEPSI REMAJA MENGENAI PENDIDIKAN SEKS (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Pelajar SMA Negeri 4 Magelang)

Setiawati, Devi (2010) PERSEPSI REMAJA MENGENAI PENDIDIKAN SEKS (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Pelajar SMA Negeri 4 Magelang). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (357Kb)

    Abstract

    Devi Setiawati, K8405010, PERSEPSI REMAJA MENGENAI PENDIDIKAN SEKS (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Pelajar SMA Negeri 4 Magelang), Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2010. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui persepsi remaja mengenai pendidikan seks (2) Untuk mengetahui sumber yang digunakan oleh remaja untuk memperoleh pendidikan seks (3) Untuk mengetahui pengetahuan yang banyak dibutuhkan oleh remaja melalui sumber-sumber tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif diskriptif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu: Informan atau narasumber, yaitu pelajar SMA Negeri 4 Magelang serta guru Bimbingan Konseling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara mendalam (in depth interviewing). Teknik pengembangan validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah trianggulasi data (trianggulasi sumber) dan review informan. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif (Interactive Model of Analisys) yang memiliki tiga komponen yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta verivikasinya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Persepsi remaja mengenai pendidikan seks adalah pendidikan seks dipandang oleh remaja sebagai sesuatu yang penting, bernilai positif, serta bermanfaat bagi mereka dalam membantu persoalan hidup remaja. Melalui pendidikan seks remaja mampu mengarahkan perilaku seksualnya agar tidak menyimpang dari norma yang ada serta dapat terhindar dari hal-hal yang negatif. Dengan kata lain remaja memandang pendidikan seks sebagai alat untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan seks. Remaja menganggap pendidikan seks mampu menjawab keingintahuan dan rasa penasaran mereka akan segala hal yang berkaitan dengan seks. Oleh karena itu remaja menganggap pendidikan seks sebagai suatu kebutuhan dan mereka tidak menabukannya. (2) Sumber pendidikan seks yang digunakan oleh remaja adalah media massa baik media cetak seperti koran, majalah, dan buku maupun media elektronik seperti televisi dan internet serta teman sebaya atau peer group. Remaja banyak mendapatkan informasi dan pengetahuan seks dari media massa dan teman sebaya karena sumber pendidikan tersebut dapat memberikan informasi dan pengetahuan secara terbuka dan transparan pada mereka. Pendidikan seks justru tidak didapat remaja dari lingkungan keluarga ataupun sekolah. (3) Pengetahuan seputar seks yang dicari dan dibutuhkan oleh remaja adalah pengetahuan tentang HIV AIDS, menstruasi, penyakit kelamin, dampak atau resiko melakukan seks bebas, proses reproduksi atau hubungan seks dan gaya pacaran sehat.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sosiologi Antropologi
    Depositing User: Muhammad Yahya Kipti
    Date Deposited: 16 Jul 2013 18:07
    Last Modified: 16 Jul 2013 18:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/5371

    Actions (login required)

    View Item