MANAJEMEN PAKAN PADA PERUSAHAAN PETERNAKAN SAPI POTONG CV. SUMBER BAJA PERKASA KABUPATEN KLATEN

Sulaiman, Nanang (2009) MANAJEMEN PAKAN PADA PERUSAHAAN PETERNAKAN SAPI POTONG CV. SUMBER BAJA PERKASA KABUPATEN KLATEN. Other thesis, Universitas Negeri Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (500Kb)

    Abstract

    Usaha penggemukan sapi potong saat ini mempunyai kencenderungan makin berkembang. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya masyarakat di daerah yang mengusahakan penggemukan sapi. Prospek usaha penggemukan sapi sangat menjanjikan terbukti dari beberapa hasil kajian menunjukkan keuntungan usaha yang cukup memadai bagi peternak. Usaha penggemukan sapi dapat dilakukan secara perseorangan maupun secara perusahaan dalam skala besar. Namun ada pula yang mengusahakan secara kelompok pula. Seiring semakin berkembangnya perusahaan peternakan dan juga kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi demi kesehatan dan diimbangi dengan daya beli masyarakat yang meningkat pula, permintaan akan daging sapi untuk konsumsi seharihari pun juga meningkat dari tahun ke tahun. Itu ditandai dengan makin banyaknya perusahaan peternakan khususnya perusahaan yang bergerak dalam bidang feedlot (penggemukan). Hal ini disebabkan prospek usaha penggemukan sapi potong cukup menguntungkan terbukti dari kebutuhan akan konsumsi daging sapi setiap tahun selalu meningkat. Sementara itu pemenuhan akan kebutuhan daging selalu kurang, dengan kata lain permintaan daging sebagai konsumsi terus bertambah. Tiga hal pokok yang perlu diperhatikan agar dapat menjadi peternak sukses sehingga kelangsungan usaha ternak tersebut dapat berjalan. Ketiga hal tersebut yaitu breeding (bibit/bakalan), feeding (pakan), dan management (manajemen), yang saling terkait satu sama lain dan saling melengkapi. Usaha untuk meningkatkan pengadaan daging sapi dapat dilakukan dalam usaha feedlot. Feedlot adalah pemeliharaan sapi di dalam kandang tertentu, tidak diperkerjakan tetapi hanya diberi pakan dengan nutrien yang optimal untuk menaikkan berat badan dan kesehatan sapi (Darmono, 1993). Usaha ternak sapi potong akan berhasil apabila faktor penunjangnya (pakan) 1 memperoleh perhatian penuh, disamping faktor genetis. Oleh karena itu bibit sapi yang baik harus diimbangi dengan pemberian pakan yang baik pula dan cukup memenuhi kebutuhan nutriennya. Adapun fungsi lain dari pakan adalah untuk mempertahankan daya tahan tubuh dan kesehatan. Produktivitas ternak sapi potong sangat peka atau sensitif terhadap perubahan pemberian pakan, oleh karena itu pakan yang diberikan harus sesuai dengan ketersediaan, kesinambungan mutu maupun jumlahnya. Disamping itu perlu diketahui bahwa biaya pakan dalam usaha penggemukan memberikan konstribusi yang cukup besar. Oleh karena itu dalam usaha penggemukan, peternak harus dapat memberikan pakan yang murah namun bermanfaat bagi peningkatan produksi daging (Siregar, 2003). Pada dasarnya, sumber pakan sapi dapat disediakan dalam bentuk hijauan dan konsentrat, dan yang terpenting adalah pakan harus memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, dan vitamin serta mineral. Secara alamiah pakan utama ternak sapi baik potong maupun perah adalah hijauan, dapat berasal dari rumput alam atau lapang, rumput unggul, leguminosa dan limbah pertanian serta tanaman hijauan lainnya. Dalam pemberiannya harus diperhatikan hijauan tersebut disukai ternak dan tidak mengandung racun atau toxin sehingga dapat membahayakan perkembangan ternak yang mengkonsumsi. Namun permasalahan yang ada bahwa hijauan di daerah tropis seperti di wilayah Indonesia mempunyai kualitas yang kurang baik sehingga untuk memenuhi kebutuhan gizi ternak tersebut, perlu ditambah dengan pemberian pakan konsentrat (Siregar, 1996). Dalam pemberian pakan di kandang atau di palungan, yang perlu diperhatikan adalah mengetahui berapa jumlah pakan dan bagaimana ransum yang diberikan pada ternak sapi. Untuk itu, telah dibuat feeding standard. Akan tetapi, dalam pemberiannya ada yang dilakukan dengan cara ad libitum, yaitu diberikan dalam jumlah yang selalu tersedia. Ada juga yang diberikan dalam bentuk restricted atau dibatasi (Santosa, 2002). Mengingat pentingnya memperhatikan manajemen pemberian pakan sapi potong dalam usaha feedlot, maka kegiatan Magang Perusahaan dengan judul Manajemen Pemberian Pakan Sapi Potong pada CV. Sumber Baja Perkasa yang beralamatkan di Dukuh Sentono, Desa Ngawonggo Rt. 35, Rw 14, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten dilaksanakan sebagai syarat untuk menyusun tugas akhir.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QL Zoology
    Divisions: Fakultas Pertanian > D3 - Agribisnis
    Depositing User: Chrisstar Dini S
    Date Deposited: 16 Jul 2013 11:02
    Last Modified: 16 Jul 2013 11:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/5300

    Actions (login required)

    View Item