PENYEDERHANAAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA TAHUN 1960

Putra, Arif Permana (2009) PENYEDERHANAAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA TAHUN 1960. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (923Kb)

    Abstract

    Arif Permana Putra. K4405007. PENYEDERHANAAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA TAHUN 1960. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Agustus 2009. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan: (1) Perkembangan partai politik di Indonesia sebelum penyederhanaan partai politik tahun 1960, (2) Penyederhanaan partai politik di Indonesia tahun 1960, (3) Pengaruh diberlakukannya penyederhanaan partai politik terhadap stabilitas politik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode historis. Sumber data yang digunakan adalah sumber surat kabar yang terbit pada tahun 1960-an, diantaranya adalah Koran Suara Rakyat, Suara Masyarakat, Suluh Indonesia, Harian Umum, Sin Min, Nasional dan Obor Rakyat. Buku-buku literature yang digunakan antara lain: ”Pemikiran Politik Indonesia 1945-1965” dan ”Soekarno - Militer Dalam Demokrasi Terpimpin”, karangan Herbert Feith; “Perkembangan Militer Dalam Politik Di Indonesia 1945-1966”, karangan Yahya A. Muhaimin; dan “Politik Militer Indonesia 1945-1967”, karangan Ulf Sundhaussen. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis historis, yaitu analisa yang mengutamakan ketajaman dalam mengolah suatu data sejarah. Prosedur penelitian dengan melalui empat tahap kegiatan yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Kehidupan partai masa demokrasi terpimpin berdasar pengalaman pada masa demokrasi parlementer terjadi ketidakstabilan politik karena adanya persaingan antara partai politik dalam meraih kekuasaan. Jumlah partai politik masa demokrasi terpimpin surut menjadi sepuluh yaitu: Partai Nasional Indonesia-PNI, Nahdlatul Ulama-NU, Partai Komunis Indonesia-PKI, Partai Katolik, Partai Indonesia-Partindo, Partai Murba, Partai Sarekat Islam Indonesia-PSII, Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia-IPKI, Partai Kristen Indonesia-Parkindo dan Persatuan Tarbiyah Islam-Perti. PKI menjadi salah satu partai besar dan akhirnya dibubarkan oleh pemerintah setelah peristiwa G 30 S, (2) Dalam rangka menciptakan stabilitas politik masa demokrasi terpimpin pemerintah menyusun rencana penyederhanan partai politik, dengan Penetapan Presiden No.7 tahun 1959 (tentang syarat-syarat dan penyederhanaan kepartaian) dan Peraturan Presiden No.13 tahun 1960 (tentang pengakuan, pengawasan dan pembubaran partai-partai), (3) Dengan penyederhanaan partai politik, stabilitas terkesan semu, karena partisipasi kekuatan politik tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pemerintah lebih menitikberatkan pembangunan politik, sehingga pembangunan ekonomi mengalami kemunduran dan mengakibatkan ambruknya sistem demokrasi terpimpin.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: J Political Science > J General legislative and executive papers
    L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
    Depositing User: Faisal Adhinata
    Date Deposited: 16 Jul 2013 01:51
    Last Modified: 16 Jul 2013 01:51
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/5221

    Actions (login required)

    View Item