SIKAP PETANI WORTEL (Daucus Carota L) TERHADAP PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN DI KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR

SULARMI, SRI (2009) SIKAP PETANI WORTEL (Daucus Carota L) TERHADAP PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN DI KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (822Kb)

    Abstract

    Sri Sularmi, H0405053, “SIKAP PETANI WORTEL (Daucus Carota L) TERHADAP PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN DI KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR”. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Di bawah bimbingan Ir. Marcelinus Molo, MS,PhD dan Agung Wibowo, SP,M.Si Program pengembangan Kawasan agropolitan adalah pembangunan ekonomi berbasis pertanian di Kawasan agribisnis yang dirancang dan dilaksanakan dengan jalan mensinergikan berbagai potensi yang ada untuk mendorong berkembangnya sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berbasis kerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi yang digerakkan oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah. Konsep agropolitan sangat berhubungan dengan konsep agribisnis karena dalam pengembangan kawasan agropolitan didalamya ada kegiatan agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi sikap petani wortel terhadap pengembangan kawasan agropolitan yang meliputi pengalaman pribadi, pengaruh orang lain yang dianggap penting, pengaruh kebudayaan, pengaruh media massa serta pendidikan non formal. Mengkaji sikap petani terhadap pengembangan kawasan agropolitan yang meliputi sikap perhadap perencanaan, pelaksanaan dan hasil program. Mengkaji hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi sikap petani terhadap program pengembangan kawasan agropolitan. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif atau format deskriptif di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive di Kelurahan Blumbang Kecamatan Tawangmangu. Penarikan sampel dengan menggunakan metode Proportional random sampling sebanyak 30 responden dari tiga kelompok tani yaitu Mekar Sari, Tani Puas dan Suka Tani. Metode analisis data yang digunakan Uji compare means, Uji korelasi jenjang spearman (rank spearman). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pembentuk sikap petani yang meliputi pengamalan pribadi, pengaruh orang lain yang dianggap penting, pengaruh kebudayaan, media massa dan pendidikan non formal tergolong sedang. Untuk sikap petani terhadap program pengembangan kawasan agropolitan yang meliputi sikap terhadap perencanaan rata-rata tergolong rendah, pelaksanaan rata-rata tergolong sedang dan hasil program rata-rata tergolong sedang. Dari uji korelasi Rank Spearman pada taraf kepercayaan 95 % menunjukkan adanya hubungan yang tidak signifikan antara faktor pembentuk sikap petani yaitu pengalaman pribadi, pengaruh orang lain yang dianggap penting, pengaruh kebudayaan, media massa dan pendidikan non formal dengan sikap petani terhadap program pengembangan kawasan agropolitan

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Faisal Adhinata
    Date Deposited: 16 Jul 2013 00:32
    Last Modified: 16 Jul 2013 00:32
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/5215

    Actions (login required)

    View Item