CERITA RAKYAT “JAKA POLENG PENDAPA KABUPATEN BREBES” DI DESA BREBES KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES JAWA TENGAH (Sebuah Tinjauan Folklor dan Perbandingan)

Yulistiana, Esi (2009) CERITA RAKYAT “JAKA POLENG PENDAPA KABUPATEN BREBES” DI DESA BREBES KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES JAWA TENGAH (Sebuah Tinjauan Folklor dan Perbandingan). Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (92Kb)

    Abstract

    Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekayaan yang sangat beragam, baik dari plasma nutfahnya, hewan-hewan maupun budayanya. Bangsa Indonesia khususnya suku Jawa memiliki warisan budaya dari nenekmoyangnya yang mengandung nilai-nilai ajaran sehingga mengungkapkan budi pekerti luhur, warisan budaya itu berupa kesusastraan lisan (folklore) yang akan terus didukung kelestariannya oleh masyarakat yang empunya cerita, itulah yang menjadi bukti bahwa cerita lisan merupakan hasil kebudayaan yang tidak bisa lepas dari masyarakat pendukungnya. Kabupaten Brebes sebagai daerah yang terkenal dengan telor asin dan bawang merah bermutunya, ternyata kaya akan kebudayaan daerah. Kekayaan budaya dari Kabupaten Brebes salah satunya berupa folkor lisan yaitu cerita rakyat “Jaka Poleng Pendapa Kabupaten Brebes” yang terdapat di Desa Brebes Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Sastra lisan sebagai sastra rakyat atau karya sastra yang muncul serta berkembang di masyarakat merupakan sarana yang efektif untuk memberikan transfer pengetahuan serta nilai-nilai luhur kepada generasi muda, contohnya saja cerita rakyat Jaka Poleng di daerah Brebes. Menurut Alan Dundes, folk adalah sekelompok orang yang memiliki ciri- ciri pengenal fisik, sosial, dan kebudayaan, sehingga dapat dibedakan dari kelompok-kelompok lainnya. Ciri-ciri pengenal itu antara lain dapat berwujud: warna kulit yang sama, bentuk rambut yang sama, mata pencaharian yang sama, 15 bahasa yang sama, taraf pendidikan yang sama, dan agama yang sama. Namun yang lebih penting lagi adalah bahwa mereka telah memiliki suatu tradisi, yakni kebudayaan yang telah mereka warisi turun temurun, sedikitnya dua generasi, yang dapat mereka akui sebagai milik bersama. Di samping itu, yang paling penting adalah bahwa mereka sadar akan identitas kelompok mereka sendiri (James Danandjaja 1986: 1). Cerita rakyat Jaka Poleng dari Brebes tersebar ke masyarakat Brebes melalui tradisi lisan atau melalui mulut kemulut, sehingga tidak diketahui siapa penciptanya atau pengarangnya. Cerita rakyat “Jaka Poleng Pendapa Kabupaten Brebes” adalah bagian dari tradisi yang berkembang di tengah rakyat jelata yang menggunakan bahasa sebagai media utama. Dalam kehidupan sehari-hari, cerita rakyat daerah Brebes biasanya dituturkan oleh seorang ibu kepada anak-anaknya, seorang kakek pada cucu-cucunya, guru pada murid-muridnya, ataupun antara sesama anggota masyarakat. Karena CRJP mantak (tidak boleh) serta sakral dipentaskan dalam bentuk wayang, tari-tarian, kethoprak ataupun teater, maka untuk menjaga kelangsungan sastra lisan ini, warga masyarakat Brebes mewariskannya secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya begitu seterusnya dengan melalui tradisi lisan atau mulut ke mulut saja. Sedangkan usaha pelestarian yang lainnya adalah dengan melalui usaha pembukuan atau penulisan CRJP dalam bentuk tertulis.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Daerah
    Depositing User: Ahmad Santoso
    Date Deposited: 15 Jul 2013 23:15
    Last Modified: 15 Jul 2013 23:15
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/5171

    Actions (login required)

    View Item