KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL PARIWISATA DI KABUPATEN PURWOREJO

Indarini, Larasayu Imas (2011) KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL PARIWISATA DI KABUPATEN PURWOREJO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF
Download (1340Kb)

    Abstract

    Salah satu usaha untuk menarik kedatangan wisatawan pada suatu negara adalah dengan jalan memelihara dan membina seni budaya yang dimiliki negara yang bersangkutan, di mana seni tradisional mempunyai daya tarik yang kuat sebagai tontonan, selain komunikatif, penampilannya dinamis dan akrab dengan para penonton. Berdasarkan penelitian PATA (Pacific Area of Travel Association) bahwa lebih dari 50% jumlah wisatawan yang berkunjung ke Asia dan daerah Pasifik memilih dan menghendaki melihat rakyat dengan dat-istiadat, sejarah, bangunan dan barang peninggalan kuno mereka. Sementara itu di sektor lain, industri pariwisata menjadi industri terbesar di dunia, salah satu industri jasa yang paling cepat pertumbuhannya. Asia diperkirakan menunjukkan pertumbuhan yang paling tinggi. Sebagai bagian dari Asia, Indonesia menduduki posisi yang sangat baik. Bahkan menurut The World Travel and Tourism, industri ini menyumbang 9,1% produk domestik bruto Indonesia. Di Indonesia sektor pariwisata diharapkan menjadi penghasil devisa nomor satu, di atas migas dan tekstil. Status pariwisata harus ditingkatkan dari subsektor pembangunan menjadi sector pembangunan. Seperti peningkatan lapangan kerja, pendapatan masyarakat, pendapatan daerah, pendapatan negara, termasuk pendapatan devisa. Tujuan utama pembangunan pariwisata diarahkan pada peningkatan wisatawan ke Indonesia, sehingga akan meningkatkan penerimaan devisa. Untuk mencapai sasaran tersebut antara lain telah ditempuh langkah-langkah yang diarahkan pada pengembangan dan perluasan Daerah Tujuan Wisata (DTW). Dalam pengembangan ini diusahakan selalu dijaga terpeliharanya keseimbangan dan keserasian dalam memanfaatkan kekayaan dan budaya sebagai daya tarik menuju obyek wisata yang terpadu. Sektor pariwisata di Jawa Tengah menempati kontribusi terbanyak nomor dua dalam pendapatan daerah setelah sektor industri. Kontribusi sektor Industri Pengolahan pada tahun 2000 yaitu Rp. 326.192,39 juta atau 35,04% dan kontribusi sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran sebesar Rp. 291.792,12 juta atau 22,40%.6 Kebijaksanaan dalam pembangunan kepariwisataan, selain melanjutkan upaya dan terobosan yang telah dikembangkan, adalah meningkatkan pemantapan citra pelayanan dan penyuluhan wisata, pengembangan potensi daya tarik yang lebih spesifik di daerah-daerah tujuan wisata, peningkatan kualitas kebudayaan nasional, optimalisasi dan pemeliharaan fasilitas akomodasi, restoran dan rekreasi serta hiburan umum. Jawa Tengah banyak terdapat obyek wisata yang sangat menarik. Kota Semarang memiliki sejumlah bangunan kuno. Obyek wisata lain di kota ini termasuk Puri Maerokoco (Taman Mini Jawa Tengah), (Museum Jawa Tengah Ranggawarsita) dan Museum Rekor Indonesia (MURI). Salah satu kebanggaan provinsi ini adalah Candi Borobudur, yakni monumen Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-9, terdapat di Kabupaten Magelang. Candi Mendut dan Pawon juga terletak satu kompleks dengan Borobudur.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
    Divisions: Fakultas Teknik > Arsitektur
    Depositing User: Nur Anisah
    Date Deposited: 15 Jul 2013 23:12
    Last Modified: 15 Jul 2013 23:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/5162

    Actions (login required)

    View Item