Sikap Mahasiswa Pada Profesi Guru Dalam Menunjang Kemandirian Belajar Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Fkip Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Atmoko, Dwi (2010) Sikap Mahasiswa Pada Profesi Guru Dalam Menunjang Kemandirian Belajar Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Fkip Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (3617Kb)

    Abstract

    Profesi guru merupakan profesi yang cenderung bersifat sosial. Segi sosial profesi guru karena guru harus memberikan bantuan kepada anak didik untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Pengetahuan dan keterampilan tersebut nantinya akan dipergunakan untuk menjalani kehidupannya kelak. Jadi, profesi guru merupakan profesi merupakan profesi sosial yang membekali siswa untuk dapat menjalani kehidupannya kelak. Profesi guru dari dulu sampai sekarang tetap menjadi incaran bagi sebagian kaum muda. Meskipun pada jaman dulu gaji guru tidaklah seberapa besar, namun menjadi guru merupakan salah satu yang menarik minat kaum muda. Minat menjadi guru pada jaman dahulu mungkin lebih ditujukan untuk beramal (sikap sosial), karena menjadi guru berarti mengamalkan ilmu yang dapat mendatangkan pahala. Saat ini guru telah memperoleh perhatian dari pemerintah, terutama dari segi kesejahteraannya. Gaji guru yang dahulu termasuk terkecil dari pegawai negeri lainnya, sekarang telah dinaikkan dengan berbagai cara. Kenaikan gaji guru tersebut dimaksudkan agar guru dapat lebih bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya. Salah satu usaha untuk meningkatkan kemampuan profesional guru antara lain dengan mengadakan sertifikasi guru. Guru-guru yang telah lolos sertifikasi mendapatkan gaji berlipat dari biasanya. Adanya perhatian pemerintah terhadap profesi guru tersebut juga dapat menjadikan pelajar maupun mahasiswa memilikisikap tersendiri terhadap profesi guru. Namun sikap tersebut mungkin berbeda dengan sikap pada pemuda jaman dahulu dalam memilih profesi guru. Pada jaman dahulu sikap terhadap profesi guru cenderung ke arah sosial, sedangkan sikap pelajar dan mahasiswa saat ini mungkin lebih tertuju pada materi. Karena itu, adanya perubahan perhatian pemerintah dapat mempengaruhi sikap pelajar maupun mahasiswa terhadap profesi guru. Salah satu karakteristik profesi guru adalah adanya tuntutan waktu persiapan di perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), yang merupakan tempat “kawah candra dimuka”nya calon guru. Sebagai tenaga yang diharapkan memiliki profesionalitas yang tinggi, maka pendidikan calon guru selalu ditingkatkan agar calon guru tersebut memiliki kemampuan profesional sebagaimana yang diharapkan. Untuk mencapai profesionalitas tersebut, masalah guru senantiasa menjadi perhatian bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat pada umumnya, dan ahli pendidikan pada khususnya. Masalah guru adalah masalah yang penting, karena mutu guru turut menentukan mutu pendidikan (Oemar Hamalik, 2004: 19). Tentang profesi guru ini ada kalanya dikaitkan dengan martabat dan wibawa guru. Hal ini sebenarnya merupakan tantangan dari segenap korp guru, karena harga diri guru terletak di tangan para guru itu sendiri. Hal ini tentunya tidak mungkin terlepas dari perkembangan sosial ekonomi masyarakat. Karena itu sering ada faktor penyebab yang berada di luar itu sendiri. Bagaimanapun perubahan dan perkembangan sosial, wibawa dan harga diri guru adalah refleksi dari tingkah laku guru itu sendiri.Idealisme bagi seorang guru adalah bahwa seorang guru mestinya memiliki rasa terpanggil untuk profesi tersebut. Artinya sejak kecil seorang memang sudah tertarik dengan profesi guru. Faktor-faktor yang dapat menarik seseorang kepada profesi guru bermacam-macam. Ketertarikan seseorang terhadap profesi guru merupakan modal yang utama. Dari rasa ketertarikan tersebut kemudian muncul minat dari dalam dirinya. Selanjutnya, berbekal minat yang ada kemudian muncul semangat dan motivasi. Mahasiswa yang telah memiliki minat dari kecil tentunya memiliki motivasi untuk meraih apa yang menjadi minatnya tersebut. Karena itu, ketertarikan terhadap profesi guru mendukung motivasinya untuk belajar dengan lebih rajin agar dapat mencapai cita-cita yang diharapkannya tersebut. Perkembangan sikap dan motivasi seseorang sebagai hasil belajarnya seiring dengan kematangan pribadinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pribadinya tersebut dapat berasal dari dalam dirinya (internal) dan juga dapat berasal dari luar dirinya (eksternal). Faktor internal sering disebut determinasi fungsional yang berupa pengaruh dari fungsi-fungsi psikisnya yang terdiri dari persepsi serta daya analisis kognitif, fungi konatif, dan fungsi perasaan dan operasionalisasi nilai yang dihayati seseorang. Faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan sikap seseorang sering disebut determinasi kultural yang terdiri dari objek sikap dan sifat- sifatnya serta sistem nilai di lingkungannya. Salah satu perguruan tinggi di Surakarta yang memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan adalah Universitas Slamet Riyadi. Saat ini, mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Slamet Riyadi memiliki kecenderungan berkurang dari tahun ke tahun. Berdasarkan data yang ada,prosentase mahasiswa baru selama lima tahun terakhir ini cenderung menurun. Hal ini tentunya menjadi fenomena tersendiri dalam dunia pendidikan. Fenomena tersebut antara lain terkait dengan masalah minat dan motivasi mahasiswa yang dapat mempengaruhi kemandirian belajar mahasiswa. Selain menurunnya jumlah mahasiswa baru dari tahun ke tahun, gejala lain nampak dari kemandirian belajar mahasiswa. Kemandirian belajar mahasiswa dapat dikatakan kurang. Hal ini dapat dilihat salah satunya dari kunjungan mahasiswa ke perpustakaan. Perpustakaan sebagai tempat belajar dan mencari referensi dapat menyediakan berbagai literatur yang dapat digunakan mahasiswa untuk belajar secara mandiri. Selain itu, kegiatan diskusi kelompok juga tidak nampak dilakukan. Karena itulah maka kemandirian belajar mahasiswa akhir-akhir ini sangat rendah. Sehubungan dengan adanya sikap pada diri mahasiswa serta adanya motivasi baik dari dalam diri maupun dari luar dirinya, dan juga menurunnya jumlah mahasiswa baru selama lima tahun terakhir di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Slamet Riyadi, terkait dengan kemandirian belajar, maka penelitian ini akan mengkaji sikap mahasiswa pada profesi guru maupun motivasi belajar dalam menunjang kemandirian belajar mahasiswa, khususnya pada mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Teknologi Pendidikan
    Depositing User: Budianto Erwin
    Date Deposited: 15 Jul 2013 22:30
    Last Modified: 15 Jul 2013 22:30
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/5130

    Actions (login required)

    View Item