KAJIAN GERUSAN LOKAL PADA AMBANG DASAR AKIBAT VARIASI Q (DEBIT), I (KEMIRINGAN) DAN T (WAKTU)

MULYANDARI, RITA (2010) KAJIAN GERUSAN LOKAL PADA AMBANG DASAR AKIBAT VARIASI Q (DEBIT), I (KEMIRINGAN) DAN T (WAKTU). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1953Kb)

    Abstract

    Sebagian besar kegagalan bangunan air yang melintang pada alur sungai seperti ambang dasar, check dam, bendung irigasi, groundsill, bed gindle dan sebagainya disebabkan oleh gerusan setempat yang terjadi tepat pada hilir bangunan atau dapat disebabkan oleh adanya degradasi alur sungai di hilir bangunan. Gerusan lokal (local scouring) yang terjadi tepat di hilir bangunan diakibatkan oleh aliran air yang melimpas diatas ambang bangunan, mempunyai energi yang cukup besar sehingga mampu menggerus dasar sungai dan mengangkut material hasil gerusan ke hilir. Bangunan air menyebabkan perubahan karakteristik aliran seperti kecepatan dan atau turbulensi sehingga menimbulkan perubahan angkutan sedimen dan terjadinya gerusan. Dalam dan panjang gerusan lokal sangat dipengaruhi oleh debit, kemiringan dasar sungai, diameter butiran, tinggi terjun dan waktu. Makin lama terjadinya limpasan air dan makin besar debit aliran, maka makin dalam dan makin panjang gerusan lokal yang terjadi.selain itu apabila dasar sungai terdiri dari material lepas yang berdiameter butiran kecil seperti pasir dan kerikil dan kemiringan dasar sungai cukup besar, maka gerusan yang terjadi akan lebih cepat bertambah dalam dan berkembang ke hilir. Gerusan lokal ini akan terus berkembang makin dalam dan makin panjang ke arah hilir sejalan dengan bertambahnya waktu dan debit, sehingga pada gilirannya bangunan akan mengalami kegagalan konstruksi seperti yang sering kita jumpai pada kasus rusaknya bangunan sungai setelah banjir besar. Ambang dasar merupakan bangunan yang terletak melintang, yang dapat mengakibatkan perubahan pola aliran. Bangunan seperti ambang dasar ini selain dapat merubah pola aliran juga dapat menimbulkan perubahan bentuk dasar saluran seperti penggerusan. Gerusan lokal yang terjadi pada ambang dasar biasanya terjadi pada bagian hilir. Dampak dari gerusan lokal harus diwaspadai karena berpengaruh pada penurunan stabilitas keamanan bangunan air. Mengingat kompleks dan pentingnya permasalahan di atas, kajian tentang gerusan lokal (local scouring) di sekitar ambang dasar yang terdapat pada sungai akibat adanya pengaruh debit, kemiringan, serta waktu perlu mendapat perhatian secara khusus. Untuk mempelajari lebih lanjut gerusan lokal yang terjadi di hilir ambang dasar pada saluran terbuka, dilakukan beberapa percobaan dengan menggunakan peralatan dan fasilitas yang ada di Laboratorium Hidraulika Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret Surakarta.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Budianto Erwin
    Date Deposited: 15 Jul 2013 19:56
    Last Modified: 15 Jul 2013 19:56
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/4969

    Actions (login required)

    View Item