ANALISIS PERMINTAAN JAGUNG DI KABUPATEN KLATEN

Oktafita, Isna (2010) ANALISIS PERMINTAAN JAGUNG DI KABUPATEN KLATEN. Other thesis, Fakultas Pertanian.

[img] PDF - Published Version
Download (1176Kb)

    Abstract

    Tujuan dari penelitian untuk menganalisis faktor harga jagung, beras, ketela pohon, kedelai, pendapatan perkapita dan jumlah penduduk terhadap permintaan jagung di Kabupaten Klaten dan menganalisis elastisitas permintaan jagung di Kabupaten Klaten. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analitis. Pengambilan lokasi penelitian secara sengaja (purposive). Kabupaten Klaten digunakan sebagai lokasi penelitian didasarkan pada permintaan jagung yang selalu meningkat. Hasil analisis data dengan menggunakan metode regresi linier berganda diketahui persamaan Ln Qd = – 1.145 – 0,193 Ln X1+ 0,078 Ln X2 + 0,071 Ln X3 – 0,007 Ln X4 + 0,028 Ln X5 + 1,336 Ln X6. Model ini memiliki nilai R2 sebesar 0,884 yang berarti sebesar 88,4% permintaan jagung di Kabupaten Klaten dapat dijelaskan oleh variabel harga jagung, beras, ketela pohon, kedelai, pendapatan perkapita dan jumlah penduduk, sedangkan sisanya 11,6% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian. Berdasarkan uji F variabel harga jagung, beras, ketela pohon, kedelai, pendapatan perkapita dan jumlah penduduk secara bersama berpengaruh nyata terhadap permintaan jagung di Kabupaten Klaten. Berdasarkan uji t variabel harga jagung dan jumlah penduduk berpengaruh nyata terhadap permintaan jagung pada tingkat kepercayaan 99%. Variabel harga ketela pohon dan pendapatan perkapita berpengaruh nyata terhadap permintaan jagung pada tingkat kepercayaan 95%. Sedangkan variabel harga beras dan kedelai tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan jagung di Kabupaten Klaten. Jumlah penduduk merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap permintaan jagung di Kabupaten Klaten. Koefisien elastisitas harga mempunyai nilai sebesar –0,193, karena nilai ini lebih kecil dari satu maka elastisitas ini bersifat inelastis. Harga beras dan ketela pohon memiliki nilai elastisitas silang positif sebesar 0,078 dan 0,071, yang berarti beras dan ketela pohon merupakan barang subtitusi dari jagung. Harga kedelai memiliki nilai elastisitas silang negatif sebesar –0,007 dan merupakan barang komplementer bagi jagung. Koefisien elastisitas pendapatan mempunyai nilai sebesar 0,028 karena nilai ini bertanda positif maka hal ini menunjukkan bahwa jagung merupakan barang normal. Kata kunci : permintaan, jagung, elastisitas, Klaten

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Agribisnis
    Depositing User: Lutvi Satriyo Putro
    Date Deposited: 15 Jul 2013 18:46
    Last Modified: 15 Jul 2013 18:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/4887

    Actions (login required)

    View Item