PEMBINAAN NARAPIDANA LAKI-LAKI DAN WANITA DALAM SATU LEMBAGA PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA YOGYAKARTA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 1995 TENTANG PEMASYARAKATAN

HARYANTI, SHINTA (2011) PEMBINAAN NARAPIDANA LAKI-LAKI DAN WANITA DALAM SATU LEMBAGA PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA YOGYAKARTA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 1995 TENTANG PEMASYARAKATAN. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1761Kb)

    Abstract

    SHINTA HARYANTI. E0007051, PEMBINAAN NARAPIDANA LAKI- LAKI DAN WANITA DALAM SATU LEMBAGA PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA YOGYAKARTA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 1995 TENTANG PEMASYARAKATAN. Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulisan Hukum (Skripsi). 2011. Tujuan penelitian ini berfungsi untuk mengetahui tata cara pembinaan narapidana laki-laki dan narapidana wanita yang dilakukan dalam satu lembaga pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta, dan bagaimana bila ditinjau dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diklasifikasikan menjadi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, serta bahan hukum tersier atau penunjang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi lapangan dan studi kepustakaan yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara, kuesioner, dan mempelajari data sekunder. Analisis data yang dipergunakan adalah model analisis interaktif. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian ini diperoleh simpulan bahwa pembinaan narapidana yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta berjalan cukup baik. Hal ini tercermin dari pelaksanaan seluruh program pembinaan, baik program pembinaan kepribadian maupun program kemandirian. Meskipun secara yuridis, pembinaan narapidana laki-laki dan narapidana wanita yang dilakukan dalam satu lembaga pemasyarakatan, yaitu Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta tidak sesuai dengan amanat Pasal 12 ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, tetapi pembinaan yang dilakukan di lembaga pemasyarakatan ini tetap berjalan baik, efektif, dan kondusif. Implikasi teoritis penelitian ini adalah memberikan sumbangan pemikiran bagi pengembangan ilmu hukum khususnya dalam pelaksanaan sistem pemasyarakatan di lembaga pemasyarakatan. Kata kunci : pembinaan narapidana SHINTA HARYANTI. E0007051, MALE AND FEMALE PRISONERS GUIDANCE IN ONE INSTITUTION OF PENITENTIARY IN YOGYAKARTA INSTITUTION OF PENITENTIARY CLASS IIA VIEWED FROM ACT NUMBER 12 YEAR 1995 ABOUT PENITENTIARY. Faculty of Law Sebelas Maret University of Surakarta. Legal Writing (Thesis). 2011. The purpose of this study to observe the procedure of male prisoners and female prisoners guidance who performed in one institution of penitentiary in Yogyakarta Institution of Penitentiary Class IIA, and what if the review of Act Number 12 Year 1995 about Penitentiary. This research is an empirical law research that is descriptive with qualitative approach. Types of data that was used are primary and secondary data which are classified into primary legal materials, secondary legal materials, as well as legal materials tertiary or auxiliary. Data collection techniques that was used in this research are field study and literature study, the technique of collecting data by conducting interviews, questionnaires, and study the secondary data. Analysis of the data that was used is interactive model. Based on the discussion of the research results obtained the conclusion that prisoners guidance who carried by Yogyakarta Institution of Penitentiary Class IIA is going good enough. This is reflected in the implementation of all development programs, both in personality development and self-sufficiency program. Although legally, male prisoners and female prisoners guidance who performed in one institution of penitentiary in Yogyakarta Institution of Penitentiary Class IIA is not in accordance with the mandate of Article 12 paragraph (2) of Act Number 12 of 1995 about Penitentiary, but the guidance in this institution of penitentiary is still running good, effective, and conducive. Theoretical implications of this research is to provide contributions to the development of legal science, especially in the implementation of the penitentiary system in institution of penitentiary. Keywords: prisoners guidance

    Item Type: Thesis (Masters)
    Uncontrolled Keywords: pembinaan narapidana prisoners guidance
    Subjects: K Law > KZ Law of Nations
    Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Fairly Okta'mal
    Date Deposited: 15 Jul 2013 18:48
    Last Modified: 15 Jul 2013 18:48
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/4886

    Actions (login required)

    View Item