ANALISIS HUBUNGAN BESARNYA KELANDAIAN ALINYEMEN VERTIKAL (G) DENGAN KECEPATAN OPERASIONAL (V85) (STUDI KASUS JL. RAYA SEMARANG – SOLO KM. 50+000 – KM. 86+000)

PAMUNGKAS, ADITYA (2011) ANALISIS HUBUNGAN BESARNYA KELANDAIAN ALINYEMEN VERTIKAL (G) DENGAN KECEPATAN OPERASIONAL (V85) (STUDI KASUS JL. RAYA SEMARANG – SOLO KM. 50+000 – KM. 86+000). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1214Kb)

    Abstract

    Pemilihan besarnya tanjakan maupun turunan dalam perencanaan suatu alinyemen vertikal adalah salah satu keputusan desain yang utama. Perencanaan tersebut bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Perencanaan alinyemen vertikal harus memperhatikan jenis sarana transportasi, karena kenyataannya pada daerah tanjakan maupun turunan sering menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan atau bahkan kecelakaan yang disebabkan karena ketidaktepatan desain alinyemen vertikal. Kelandaian jalan mempengaruhi kecepatan kendaraan yang melaluinya. Semakin curam kelandaian suatu ruas jalan akan membuat suatu kendaraan semakin berat untuk melaluinya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model hubungan besarnya kelandaian alinyemen vertikal dengan besarnya kecepatan operasional kendaraan sehingga dapat mengetahui besarnya kecepatan operasional kendaraan saat melalui tanjakan maupun turunan. Data primer berupa data kecepatan operasional kendaraan. Data sekunder berupa data geometri kelandaian jalan. Data primer dan data sekunder dikumpulkan sebagai sampel dalam melakukan penelitian statistik hubungan variabel dependen (V85) dan variabel independen (G) untuk memprediksi besarnya pengambilan kecepatan yang aman pada kelandaian tertentu. Dari analisis regresi diperoleh persamaan untuk kelandaian (0 % ≤ G ≤ 5 %) : MC(V85 = 62.531–12.008 G+2.897 G 2), LV(V85= 62.618 – 11.084 G +2.338 G 2), HV(V85= 57.232 – 10.612 G +1.601 G 2), untuk kelandaian (5 % < G ≤ 7 %) : MC(V85 = 260.33 – 62.949 G + 4.837 G 2), LV(V85 = 422.4 – 115.67 G + 9.005 G 2), HV(V85 = 274.33 – 68.27 G + 5.065 G 2), untuk kelandaian (-5 % ≤ G ≤ 0 %) : MC(V85 = 56.892 + 1.991 G + 1.071 G 2), LV(V85 = 59.002 + 1.507 G – 0.223 G 2), HV(V85 = 61.425 + 13.661 G + 3.4 G 2), untuk kelandaian (-7 % ≤ G < -5 %) : MC(V85 = -185.75 – 78.44 G – 6.095 G 2), LV(V85 = -42.44 – 29.332 G – 2.07 G 2), HV(V85 = 630.39+ 182.2 G +14.258 G 2). Kesimpulannya adalah besarnya kelandaian(G) mempunyai hubungan yang berarti (erat) dengan kecepatan operasional (V85) Kata kunci : alinyemen vertikal, kelandaian/grade, analisis regresi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    T Technology > TF Railroad engineering and operation
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Ayu Purnama Sari
    Date Deposited: 15 Jul 2013 17:34
    Last Modified: 15 Jul 2013 17:34
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/4619

    Actions (login required)

    View Item