EFEKTIFITAS PEKERJAAN BOX GIRDER DENGAN TRAVELER FORMWORK DESAIN CIC DAN CCC PADA APROACH BRIDGE JEMBATAN SURAMADU

Ardyansyah, Andy (2009) EFEKTIFITAS PEKERJAAN BOX GIRDER DENGAN TRAVELER FORMWORK DESAIN CIC DAN CCC PADA APROACH BRIDGE JEMBATAN SURAMADU. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (2902Kb)

    Abstract

    Jembatan Suramadu merupakan jembatan yang dibangun melintasi laut (selat Madura) yang menghubungkan Pulau Jawa (Surabaya) dan Pulau Madura (Kab. Bangkalan). Pembangunan Jembatan ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan berbagai sektor kehidupan meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi Pulau Madura, yang sedikit tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Struktur jembatan yang panjang serta proses pengerjaannya berada di atas laut dengan arus yang deras maka tidakmemungkinkan untuk dikerjakandengan cara konvensional. Maka digunakanlah metode kontruksi sistem kantilever seimbang atau sering disebut balance cantilever, dimana dikerjakan dari masing-masing sisi secara segmental dan bertemu di tengah bentang. Karena metode ini menggunakan prinsip keseimbangan dan sistem pengecoran cast in situ maka pelaksanaan pengecoran untuk masing-masing segmen box girdernya memerlukan alat bantu. Alat bantu tersebut dinamakan traveler, yaitu alat yang digunakan untuk menopang/menggantung formwork guna pengecoran box girdernya. Penggunaan form traveler di Indonesia sudah bukan merupakan hal yang baru. Ada beberapa proyek yang telah memberdayakan metode alat bantu ini untuk pelaksanaan konstruksi struktur atasnya, diantaranya adalah Jembatan SetokoRempang Batam tahun 2006, serta yang terakhir pada proyek approach bridge Jembatan Suramadu Jawa Timuryang telah diresmikan beberapa waktu lalu. Pekerjaan traveler formwork pada proyek ini dilakukan dengan dua jenis traveler, yaitu jenis traveler yang difabrikasi dan didesain oleh Consortium China Contractor (CCC), dan jenis traveler yang difabrikasi oleh fabrikan Indonesia (WIKA DME dan Leewon Gresik) dan didesain oleh Boris yang dikerjakan oleh Consortium Indonesia Contractor (CIC). Dari kedua jenis traveler tersebut mempunyai prinsip pengerjaan yang sama yaitu berfungsi sebagai penopang dan penggerak formwork, yang membedakan ialah sistem gerak travelernya. Traveler CCC digerakan secara manual, yaitu ditarik manual denganbantuan chain block, sedangkan traveler CIC digerakan secara hidrolis, yaitu dengan menggunakan bantuan alat penggerak hidrolic jack. Berdasar pengamatan di lapangan, ditemukan fakta adanya perbedaan cycle time dari penggunaan traveler jenis CIC dan CCC. Oleh sebab itu perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai besarnya efisiensi yang dicapai dari masing-masing penggunaan traveler tersebut sehingga bisadijadikan referensi untuk pemilihan jenis traveler pada proyek selanjutnya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    T Technology > TF Railroad engineering and operation
    T Technology > TG Bridge engineering
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Andika Setiawan
    Date Deposited: 15 Jul 2013 17:26
    Last Modified: 15 Jul 2013 17:26
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/4588

    Actions (login required)

    View Item