PEMETAAN LOKASI RAWAN DAN RISIKO BENCANA BANJIR DI KOTA SURAKARTA TAHUN 2007

Prasetyo, Agustinus B (2007) PEMETAAN LOKASI RAWAN DAN RISIKO BENCANA BANJIR DI KOTA SURAKARTA TAHUN 2007. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (689Kb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) menentukan persebaran banjir, (2) mengetahui penyebab banjir, (3) mengetahui besarnya risiko bencana banjir di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Wilayah kajiannya mencakup seluruh wilayah Kota Surakarta yang terdiri dari 5 Kecamatan dan 51 Kelurahan. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui persebaran banjir adalah pengskoran dan overlay dari tiga parameter yaitu: peta penggunaan lahan, peta kerapatan saluran drainase, peta kemiringan lereng. Sebelum dilakukan overlay, terlebih dahulu ditentukan faktor penimbang setiap parameter. Penentuan faktor penimbang didasarkan pada besarnya pengaruh suatu parameter terhadap kerawanan banjir. Penyebab banjir dianalisis dari Penggunaan Lahan, Kemiringan Lereng, dan Kerapatan Saluran Drainase. Besarnya risiko menggunakan probabilitas dan skoring, menggunakan parameter kekerapan, besaran dan lama kejadian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Persebaran Banjir Kota Surakarta dibagi menjadi 5 klas yaitu klas sangat rawan dengan luas 0,5 km2 (1,14 %), meliputi Pucangsawit dan Karangasem. Klas rawan dengan luas 3,8 km2 (8,63 %), meliputi Jagalan, Sewu, Gandekan, Sudiroprajan, Sangkrah, Semanggi, Baluwarti, Pajang, Kerten, Gilingan, Sumber, Ketelan dan Kestalan. Klas rawan sedang 3,5 km2 (7,95 %), meliputi Jebres, Tegalrejo, Purwodiningratan, Joyosuran, Kedunglumbu, Joyotakan, Serengan, Tipes, Danukusuman, Laweyan, Jajar, Nusukan dan Banyuanyar. Klas kurang rawan dengan luas 1,6 km2 (3,68 %) meliputi Kepatihan Wetan, Kepatihan Kulon, Pasar Kliwon, Kauman, Gajahan, Kampung Baru, Kratonan, Panularan, Bumi, Sondakan, Kadipiro, Punggawan, Keprabon, Stabelan dan Jayengan. Klas tidak rawan 34,64 km2 (78,66 %), meliputi Mojosongo, Tegalharjo, Keprabon, Kampung Baru, Kauman, Baluwarti, Gajahan, Mangkubumen, Manahan, Purwosari, Penumping, Sriwedari, Kemlayan, Jayengan, Keratonan. (2) Penyebab banjir di Kota Surakarta diketahui bahwa saluran drainase, kemiringan lereng dan penggunaan lahan sangat berperan dalam terjadinya banjir yang menyebabkan kota tersebut rawan terhadap banjir. (3) Dari hasil analisis risiko banjir di Kota Surakarta, dapat dibagi menjadi 3, yaitu: Risiko Tinggi dengan luas wilayah 0,7 km2, meliputi wilayah Joyotakan, Sewu dan Bantaran Bengawan Solo. Risiko Sedang dengan luas wilayah 2,5 km2, meliputi wilayah Sudiroprajan, Jagalan, Sangkrah, Semanggi dan Pucang sawit. Risiko Rendah dengan luas wilayah 5,5 km2, meliputi wilayah Sumber, Kadipiro, Banyuanyar, Nusukan, Joyosuran, Pasarkliwon, Kedung Lumbu, Gandekan dan Jebres.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Geografi
    Depositing User: neno sulistiyawan
    Date Deposited: 15 Jul 2013 16:40
    Last Modified: 15 Jul 2013 16:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/4444

    Actions (login required)

    View Item