Kajian Terjemahan Kolokasi Nontaksonomi Nuklir Eksperiensial Dalam Tiga Versi Terjemahan Novel Pride and Prejudice

SETIARIN, NI LUH PUTU (2019) Kajian Terjemahan Kolokasi Nontaksonomi Nuklir Eksperiensial Dalam Tiga Versi Terjemahan Novel Pride and Prejudice. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (117Kb)

    Abstract

    Disertasi ini mengupas kolokasi nontaksonomi nuklir eksperiensial yang ada dalam novel Pride and Prejudice dan mengkaji terjemahannya dalam tiga novel terjemahan berbahasa Indonesia. Penelitian yang berorientasi pada produk terjemahan ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan tipologi kolokasi nontaksonomi nuklir eksperiensial yang ada dalam novel Pride and Prejudice karya Jane Austen serta mendeskripsikan dan menjelaskan tipologi kolokasi terjemahannya dalam tiga versi terjemahan novel tersebut dalam bahasa Indonesia; (2) mendeskripsikan dan menjelaskan ikatan kohesif kolokasi nontaksonomi nuklir eksperiensial yang ada dalam novel tersebut serta mendeskripsikan dan menjelaskan ikatan kohesif kolokasi terjemahannya dalam tiga versi terjemahannya dalam bahasa Indonesia; (3) mendeskripsikan dan menjelaskan teknik-teknik yang ditemukan dalam terjemahan kolokasi nontaksonomi node verba dalam tiga versi terjemahannya dalam bahasa Indonesia; (4) menjabarkan dan menjelaskan kualitas terjemahannya baik dari segi keakuratan, keberterimaan, maupun tingkat keterbacaan; (5) menyebutkan dan menjelaskan dampak penerapan teknik-teknik tersebut terhadap kualitas terjemahan baik dari segi keakuratan, keberterimaan maupun tingkat keterbacaan. Penelitian ini adalah penelitian terpancang studi kasus ganda; metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian ini adalah novel Pride and Prejudice dan tiga versi terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Sumber data penelitian meliputi kejadian-kejadian yang melibatkan partisipan yang ada di dalam novel Pride and Prejudice dan yang ada dalam ketiga novel terjemahannya dan sumber data yang kedua adalah rater. Data penelitian ini dibagi atas data linguistik dan data penerjemahan. Data linguistik berupa kolokasi nontaksonomi nuklir eksperiensial yang ada dalam teks bahasa sumber dan terjemahannya dalam teks bahasa sasaran, sedangkan data penerjemahannya adalah teknik penerjemahan, kualitas terjemahan dan dampak teknik penerjemahan terhadap kualitas terjemahan. Teknik cuplikan yang digunakan adalah teknik cuplikan bertujuan dan teknik cuplikan bola salju. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik analisis isi dan focus group discussion (FGD). Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi metode. Triangulasi sumber meliputi dokumen dan rater, sedangkan triangulasi metode mencakup analisis isi dan FGD. Dalam menganalisis data, teknik yang diterapkan adalah analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan empat tipologi kolokasi TSu (ekstensi klausal, ekstensi verbal, enhansi klausal dan enhansi verbal), yang berikatan kohesif kanonik kuat dan kanonik lemah, dipadankan ke dalam sembilan jenis tipologi kolokasi, yakni (1) kolokasi ekstensi klausal ikatan kohesif kanonik kuat dan kanonik lemah, (2) kolokasi ekstensi klausal ikatan kohesif nonkanonik kuat, (3) kolokasi ekstensi verbal ikatan kohesif kanonik kuat dan kanonik lemah, (4) kolokasi ekstensi verbal ikatan kohesif nonkanonik kuat, (5) kolokasi enhansi klausal ikatan kohesif kanonik kuat dan kanonik lemah, (6) kolokasi enhansi klausal ikatan kohesif nonkanonik kuat, (7) kolokasi enhansi verbal ikatan kohesif kanonik kuat dan kanonik lemah, (8) kolokasi enhansi verbal ikatan kohesif nonkanonik kuat, dan (9) nonkolokasi node verba. Hasil pemadanan kolokasi ini disebabkan oleh pengaplikasian teknik penerjemahan. Lima belas teknik penerjemahan yang diaplikasikan meliputi teknik adaptasi, amplifikasi (adisi), amplifikasi (eksplisitasi), deletion, generalisasi, harfiah, kesepadanan lazim, kompensasi, kreasi diskursif, modulasi, partikularisasi, peminjaman murni, reduksi, transposisi, dan variasi. Teknik penerjemahan yang mengakibatkan pergeseran kolokasi dari kanonik menjadi nonkanonik adalah teknik kesepadanan lazim, teknik kreasi diskursif, teknik amplifikasi (eksplisitasi), teknik harfiah, dan teknik modulasi. Teknik penerjemahan yang mengakibatkan nilai 3 baik pada keakuratan, keberterimaan maupun pada keterbacaan terjemahan adalah teknik kesepadanan lazim, modulasi, amplifikasi (eksplisitasi), peminjaman murni, adaptasi, generalisasi, dan teknik transposisi. Sementara itu, teknik yang menghasilkan terjemahan yang kurang akurat atau tidak akurat, kurang berterima dan tingkat keterbacaan tinggi atau sedang adalah teknik kreasi diskursif, harfiah, reduksi, generalisasi, dan teknik amplifikasi (adisi). Di sisi lain, teknik deletion mengakibatkan terjemahan menjadi tidak akurat, tidak berterima dan tingkat keterbacaan rendah. Penerapan teknik penerjemahan tersebut berimplikasi pada rerata kualitas terjemahan. Rerata kualitas terjemahan kolokasi TSa1 dari aspek keakuratan 2,55; aspek keberterimaan 2,5; dan aspek keterbacaan 2,97. Rerata kualitas terjemahan kolokasi TSa2 dari aspek keakuratan 2,5; keberterimaan 2,93; dan keterbacaan 2,97. Sementara itu, rerata TSa3 dari aspek keakuratan 2,31; keberterimaan 2,97 dan keterbacaan 2,97. Berdasarkan rerata tersebut terjemahan yang paling akurat adalah TSa1, lalu TSa2 dan TSa3. Terjemahan yang paling berterima adalah TSa3 kemudian TSa2 dan TSa1. Ketiga TSa memiliki derajat keterbacaan yang sama tinggi. Jika ditilik dari ketiga aspek kualitas terjemahan rerata TSa1 adalah 2,75; rerata TSa2 adalah 2,72; dan rerata TSa3 adalah 2,64. Ini berarti kualitas terjemahan TSa1, TSa2, dan TSa3 adalah baik Kesimpulan yang ditarik dari hasil penelitian ini adalah penerapan teknik penerjemahan memengaruhi bukan hanya kualitas terjemahan tetapi juga pergeseran tipologi dan ikatan kohesif kolokasi. Penggunaan teknik penerjemahan yang tidak dinamis dan tidak sesuai dengan fungsi penerjemahan menghasilkan terjemahan yang bernilai 2 atau 1 pada tiga aspek kualitas terjemahan. Kemunculan kolokasi nonkanonik berpengaruh terhadap rendahnya keberterimaan dan tingkat keterbacaan terjemahan

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Doktor > Linguistik - S3
    Depositing User: Tities Amrihtasari
    Date Deposited: 04 Aug 2019 21:34
    Last Modified: 04 Aug 2019 21:34
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/44103

    Actions (login required)

    View Item