Aplikasi Zat Warna Alami dari Pelepah Pisang Raja, Pisang Kepok dan Pisang Kulit Tipis pada Kain Batik

AZIZAH, RIFO NUR (2019) Aplikasi Zat Warna Alami dari Pelepah Pisang Raja, Pisang Kepok dan Pisang Kulit Tipis pada Kain Batik. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (2233Kb)

    Abstract

    Perkembangan penggunaan pewarna alami sebagai pewarna tekstil semakin meningkat. Pohon pisang dapat dimanfaatkan untuk diambil zat warna, dikarenakan ketersediaannya di Indonesia melimpah dan pohon pisang mengandung getah jika menempel pada pakaian dan dicuci dengan detergen kualitas unggul pun tidak akan hilang. Pisang (Musa paradidiaca) adalah tanaman yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Pohon pisang yang digunakan sebagai penghasil zat warna alami adalah pelepah pisang raja, pisang kulit tipis, dan pisang kepok. Pembuatan zat warna alami yaitu dengan bahan pelepah pisang dan pelarut air dengan perbandingan 1:5. Pelepah yang telah dikeringkan selama satu hari sebesar 1 kg dan air sebagai pelarut sebesar 5 liter. Proses ektraksi berlangsung selama 1 jam pada suhu 100ºC dilanjutkan dengan proses evaporasi selama ±45 menit. Zat warna alami dari ketiga jenis pelepah pisang diaplikasikan pada kain dengan jumlah pencelupan 10 kali. Setelah itu dilakukan penguncian warna pada kain dengan beberapa fiksator. Fiksator yang digunakan adalah tawas (Al2(SO4)3), tunjung (FeSO4) dan kapur (CaO). Kain primis yang telah difiksasi kemudian diuji ketahanan luntur warnanya terhadap cucian, penodaan, dan gosokan serta dilakukan pengujian ketuaan warna kain. Hasil pengujian menunjukkan kain yang mempunyai ketahanan luntur yang optimal terhadap pencucian (Gray Scale) adalah kain dengan fiksator tawas (Al2(SO4)3) dan kapur (CaO) dalam zat warna pelepah pisang kepok, pelepah pisang raja dan pelepah pisang kulit tipis dengan nilai 4-5 (Baik). Kain yang memiliki tahan luntur warna terhadap pencucian (Staining Scale) yang optimal pada ketiga zat warna pelepah pisang adalah kain yang difiksasi menggunakangan fiksator tawas (Al2(SO4)3) dan kapur (CaO) dengan nilai 5 (Baik Sekali). Kain yang memiliki ketahanan terhadap gosokan kering dan basah dengan ketiga zat warna pelepah pisang mendapatkan hasil yang baik adalah kain yang difiksasi menggunakan tawas dan kapur dengan nilai 4-5 (Baik). Analisa pengujian ketuaan warna kain yang memiliki nilai reflektansi (R%) paling kecil yaitu kain yang dicelup dengan zat warna pelepah pisang raja yang difiksasi menggunakan tunjung (FeSO4) dengan nilai reflektansi (R%) sebesar 25,69, sedangkan kain yang memiliki nilai reflektansi (R%) paling besar yaitu kain dengan zat warna pelepah pisang raja yang difiksasi menggunakan fiksator dengan nilai R% sebesar 74,29. Nilai reflektansi mendekati 100 artinya warna semakin muda, dan nilai reflektansi mendekati 0 artinya warna semakin gelap. Berdasarkan hasil pengujian, pelepah pisang dapat digunakan sebagai pewarna alami kain. Sistem Upload Eprints Logout Detail NIM : i8316047 Nama Lengkap : RIFO NUR AZIZAH Fakultas : Fakultas Teknik Email : rifonur4321@gmail.com Jurusan : Teknik Kimia Tahun Lulus : 2019 Judul Penelitian : Aplikasi Zat Warna Alami dari Pelepah Pisang Raja, Pisang Kepok dan Pisang Kulit Tipis pada Kain Batik Jenis Dokumen : Tugas Akhir Subyek Penelitian : Pembuatan Zat Warna Alami Abstrak : Perkembangan penggunaan pewarna alami sebagai pewarna tekstil semakin meningkat. Pohon pisang dapat dimanfaatkan untuk diambil zat warna, dikarenakan ketersediaannya di Indonesia melimpah dan pohon pisang mengandung getah jika menempel pada pakaian dan dicuci dengan detergen kualitas unggul pun tidak akan hilang. Pisang (Musa paradidiaca) adalah tanaman yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Pohon pisang yang digunakan sebagai penghasil zat warna alami adalah pelepah pisang raja, pisang kulit tipis, dan pisang kepok. Pembuatan zat warna alami yaitu dengan bahan pelepah pisang dan pelarut air dengan perbandingan 1:5. Pelepah yang telah dikeringkan selama satu hari sebesar 1 kg dan air sebagai pelarut sebesar 5 liter. Proses ektraksi berlangsung selama 1 jam pada suhu 100ºC dilanjutkan dengan proses evaporasi selama ±45 menit. Zat warna alami dari ketiga jenis pelepah pisang diaplikasikan pada kain dengan jumlah pencelupan 10 kali. Setelah itu dilakukan penguncian warna pada kain dengan beberapa fiksator. Fiksator yang digunakan adalah tawas (Al2(SO4)3), tunjung (FeSO4) dan kapur (CaO). Kain primis yang telah difiksasi kemudian diuji ketahanan luntur warnanya terhadap cucian, penodaan, dan gosokan serta dilakukan pengujian ketuaan warna kain. Hasil pengujian menunjukkan kain yang mempunyai ketahanan luntur yang optimal terhadap pencucian (Gray Scale) adalah kain dengan fiksator tawas (Al2(SO4)3) dan kapur (CaO) dalam zat warna pelepah pisang kepok, pelepah pisang raja dan pelepah pisang kulit tipis dengan nilai 4-5 (Baik). Kain yang memiliki tahan luntur warna terhadap pencucian (Staining Scale) yang optimal pada ketiga zat warna pelepah pisang adalah kain yang difiksasi menggunakangan fiksator tawas (Al2(SO4)3) dan kapur (CaO) dengan nilai 5 (Baik Sekali). Kain yang memiliki ketahanan terhadap gosokan kering dan basah dengan ketiga zat warna pelepah pisang mendapatkan hasil yang baik adalah kain yang difiksasi menggunakan tawas dan kapur dengan nilai 4-5 (Baik). Analisa pengujian ketuaan warna kain yang memiliki nilai reflektansi (R%) paling kecil yaitu kain yang dicelup dengan zat warna pelepah pisang raja yang difiksasi menggunakan tunjung (FeSO4) dengan nilai reflektansi (R%) sebesar 25,69, sedangkan kain yang memiliki nilai reflektansi (R%) paling besar yaitu kain dengan zat warna pelepah pisang raja yang difiksasi menggunakan fiksator dengan nilai R% sebesar 74,29. Nilai reflektansi mendekati 100 artinya warna semakin muda, dan nilai reflektansi mendekati 0 artinya warna semakin gelap. Berdasarkan hasil pengujian, pelepah pisang dapat digunakan sebagai pewarna alami kain.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Tities Amrihtasari
    Date Deposited: 03 Aug 2019 10:07
    Last Modified: 03 Aug 2019 10:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/44072

    Actions (login required)

    View Item