PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP KEPATUHAN PENGUNGKAPAN WAJIB DALAM LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

Trimuharmi, Rini (2010) PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP KEPATUHAN PENGUNGKAPAN WAJIB DALAM LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (750Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik perusahaan terhadap kepatuhan pengungkapan wajib dalam laporan keuangan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Karakteristik perusahaan yang digunakan dalam yaitu ukuran perusahaan (size), profitabilitas, leverage, likuiditas dan kepemilikan manajerial. Penelitian ini juga menggunakan latar belakang pendidikan komisaris utama sebagai variabel kontrol. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu annual report perusahaan tahun 2008. Populasi penelitian ini adalah 397. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu proportional random sampling. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 perusahaan. Dari seluruh sampel diperoleh rerata tingkat kepatuhan pengungkapan wajib berdasarkan SAK No. 2 tahun 2007 sebesar 58,11%, BAPEPAM NO. SE-02/PM/2002 sebesar 60,28% dan rerata tingkat kepatuhan pengungkapan wajib gabungan sebesar 55,38%. Pengujian dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda dan uji beda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan pengungkapan wajib berdasarkan SAK No. 2 tahun 2007 dipengaruhi oleh likuiditas (p-value 0,000) dan kepemilikan manajerial (p-value 0,009), dan latar belakang pendidikan komisaris utama ( p-value 0.008). Kepatuhan pengungkapan wajib berdasarkan BAPEPAM NO. SE-02/PM/2002 dipengaruhi oleh leverage (p-value 0,000) dan size (p-value 0,040). Semakin tinggi leverage maka perusahaan akan semakin patuh terhadap pengungkapan wajib. Hal ini terkait dengan kreditor, semakin lengkap informasi yang diberikan maka kreditor akan semakin yakin dalam memberikan pinjaman. Perusahaan besar merupakan entitas yang banyak disorot oleh pasar maupun publik secara umum, sehingga perusahaan besar memiliki kecenderungan untuk melakukan pengungkapan yang lebih luas dari perusahaan kecil. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan pengungkapan wajib berdasarkan SAK No. 2 tahun 2007 dan BAPEPAM NO. SE- 02/PM/2002. Selain itu, hasil analisis regresi untuk pengungkapan wajib gabungan menunjukkan bahwa leverage, size dan latar belakang pendidikan dewan komisaris utama berpengaruh terhadap pengungkapan wajib. BAPEPAM sebagai lembaga yang menetapkan pedoman penyajian dan pengungkapan laporan keuangan untuk perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) seharusnya mendorong perusahaan untuk lebih patuh dalam mengungkapkan laporan keuangan. Misalnya dengan meningkatkan law enforcement dan memberikan sanksi yang lebih ketat terhadap perusahaan yang tidak patuh. Selain itu, pemerintah harus mendorong BAPEPAM untuk mengkajian dan mengevaluasian item-item pengungkapan yang wajib diungkapkan dalam laporan keuangan guna meningkatkan nilai informasi dalam laporan keuangan karena tuntutan pengungkapan laporan keuangan selalu berubah seiring dengan perkembangan pasar modal. Kata kunci : mandatory disclosure, karakteristik perusahaan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Akuntansi
    Depositing User: Wibowo Anggita
    Date Deposited: 15 Jul 2013 16:25
    Last Modified: 15 Jul 2013 16:25
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/4405

    Actions (login required)

    View Item