Prarancangan Pabrik Hidrogen Peroksida Melalui Proses Autooksidasi 2-Etil Tetrahidro Antrakuinon dengan Katalis Paladium Kapasitas 47.000 Ton/Tahun

Devi, Sakuntala (2019) Prarancangan Pabrik Hidrogen Peroksida Melalui Proses Autooksidasi 2-Etil Tetrahidro Antrakuinon dengan Katalis Paladium Kapasitas 47.000 Ton/Tahun. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (33Kb)

    Abstract

    Hidrogen peroksida adalah salah satu oksidator kuat dan larut sempurna dalam air menjadi oksigen dan air. Hidrogen peroksida dihasilkan dari reaksi hidrogenasi 2-etil tetrahidro antrakuinon (THEAQ) dan reaksi oksidasi 2-etil tetrahidro antrahidrokuinon (THEAQH2). Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka dirancang pabrik hidrogen peroksida dengan kapasitas 47.000 ton/tahun dengan bahan baku hidrogen 1.961 ton/tahun, udara 166.112 ton/tahun dan air 14.100 ton/tahun. Luaran pabrik yang dihasilkan yaitu hidrogen 26 ton/tahun, oksigen 7.741 ton/tahun dan nitrogen 127.407 ton/tahun. Lokasi pendirian pabrik berada di Cilegon, Banten karena pertimbangan utama yaitu dekat dengan bahan baku, pasar dan utilitas. Reaktor yang digunakan dalam proses terdiri dari reaktor hidrogenasi dengan jenis reaktor gelembung (konversi 65%) dan reaktor oksidasi dengan jenis reaktor alir tangki berpengaduk (konversi 92,81%). Keduanya beroperasi pada temperatur 50oC dan tekanan 1 bar. THEAQ berfase padat dilarutkan terlebih dahulu dalam pelarut sebelum masuk reaktor hidrogenasi kemudian bereaksi dengan hidrogen menghasilkan THEAQH2. THEAQH2 kemudian masuk ke reaktor oksidasi menghasilkan hidrogen peroksida, THEAQ dan sisa THEAQH2. Hidrogen peroksida dipisahkan dari THEAQ, sisa THEAQH2 dan pelarutnya menggunakan mixer dan dekanter dengan bantuan air. Keluaran dekanter fraksi ringan berupa THEAQ, sisa THEAQH2 dan pelarut yang diumpankan kembali menjadi reaktan di reaktor hidrogenasi serta fraksi berat berupa hidrogen peroksida dan air yang kemudian dimurnikan menggunakan menara distilasi. Hasil atas menara distilasi diumpankan ke mixer dan hasil bawah menjadi produk hidrogen peroksida dengan kemurnian 70%. Utilitas terdiri dari unit penyediaan air sebanyak 4.726.778 ton/tahun, udara tekan pada tekanan 6,713 bar sebanyak 1.425.600 m3/tahun, tenaga listrik 5.334 MWh, bahan bakar batu bara untuk kebutuhan steam 20.672 ton/tahun dan pengolahan limbah. Terdapat tiga buah laboratorium, yaitu laboratorium pengamatan, laboratorium analitik, serta laboratorium penelitian dan pengembangan. Bentuk perusahaan adalah PT (Perseroan Terbatas). Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari karyawan shift dan nonshift. Pabrik beroperasi selama 24 jam per hari dan 330 hari per tahun. Jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 223 orang. Hasil analisa ekonomi terhadap prarancangan pabrik hidrogen peroksida diperoleh total investasi Rp366.075.900.875/tahun dan total biaya produksi Rp 390.269.615.642/tahun. Hasil analisa kelayakan menunjukkan ROI sebelum pajak 46,64% dan setelah pajak 37,31%. POT sebelum pajak 21 bulan dan setelah pajak 25 bulan, BEP 41,12%, SDP 23,45%, dan DCF sebesar 32,52%. Berdasarkan analisa ekonomi dapat disimpulkan bahwa pendirian pabrik hidrogen peroksida dengan kapasitas 47.000 ton/tahun layak dipertimbangkan untuk direalisasikan pembangunannya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QD Chemistry
    T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Kimia
    Depositing User: Atmaja Rizky Gumelar
    Date Deposited: 26 Jul 2019 22:14
    Last Modified: 26 Jul 2019 22:14
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/44027

    Actions (login required)

    View Item