Proses Penyelesaian Masalah Soal Epistasis Resesif Pada Siswa Kelas XII SMA Negeri 5 Surakarta dan Optimalisasi Menggunakan Scaffolding

Setyawati, Octaviana Ika (2019) Proses Penyelesaian Masalah Soal Epistasis Resesif Pada Siswa Kelas XII SMA Negeri 5 Surakarta dan Optimalisasi Menggunakan Scaffolding. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (84Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Octaviana Ika Setyawati. K4315045. PROSES PENYELESAIAN MASALAH SOAL EPISTASIS RESESIF PADA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 5 SURAKARTA DAN OPTIMALISASI MENGGUNAKAN SCAFFOLDING. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2019. Penelitian ini bertujuan untuk : 1)Mengetahui bentuk-bentuk kesalahan yang dilakukan siswa kemampuan akademik atas dan kemampuan akademik bawah dalam menyelesaikan masalah soal epistasis resesif sebelum scaffolding, 2) mendeskripsikan level scaffolding yang diberikan pada SAA dan SAB kelas XII SMA Negeri 5 Surakarta dalam penyelesaian masalah materi epistasis resesif , 3) mendeskripsikan proses penyelesaian masalah SAA dan SAB kelas XII SMA Negeri 5 Surakarta pada materi epistasis resesif setelah scaffolding,4) mendeskripsikan perbedaan waktu scaffolding yang diberikan pada SAA dengan SAB kelas XII SMA Negeri 5 Surakarta dalam penyelesaian masalah materi epistasis resesif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif eksploratif dengan menggunakan metode think aloud. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 5 Surakarta. Penentuan subjek penelitian menggunakan purposive random sampling pada kelas XII yang sudah menempuh pembelajaran materi pewarisan sifat. Subjek penelitian dipilih secara random yang terdiri dari 3 siswa dengan kemampuan akademik atas dan 3 siswa dengan kemampuan akademik bawah. Teknik analisis data diadaptasi dari Miles & Huberman meliputi pembuatan transkip, menelaah data dari semua sumber, mereduksi data, membuat satuan analisis dan pengkodean, uji validitas data dengan triangulasi, membuat skema struktur proses penyelesaian masalah sebelum dan sesudah scaffolding. Hasil penelitian disimpulkan bahwa : 1) SAA dan SAB sebelum scaffolding telah mampu menyelesaikan masalah epistasis resesif tetapi masih terdapat kesalahan dan belum tepat, 2) level scaffolding yang dibutuhkan SAA yaitu level 2 dengan bentuk scaffolding berupa prompting and probing, looking, touching, and verbalizing sedangkan level scaffolding yang dibutuhkan SAB yaitu level 2 dengan bentuk promting and probing, looking, touching, and verbalizing, explaining, and reviewing, 3) SAA dan SAB setelah scaffolding dapat menyelesaikan masalah epistasis resesif dengan baik dengan waktu lebih cepat daripada sebelum scaffolding, 4) waktu yang dibutuhkan siswa akademik atas dan akademik bawah berbeda sesuai dengan kemampuan akademik, dengan adanya scaffolding waktu penyelesaian masalah antara SAA dan SAB menjadi setara. Kata Kunci : proses penyelesaian masalah, kemampuan akademik, epistasis resesif, scaffolding, ZPD (The Zone of Proximal Development).

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
    Depositing User: Atmaja Rizky Gumelar
    Date Deposited: 26 Jul 2019 16:31
    Last Modified: 26 Jul 2019 16:31
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/44022

    Actions (login required)

    View Item