PENGARUH IMBANGAN JERAMI KACANG TANAH DENGAN RUMPUT RAJA DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMAN SAPI PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) JANTAN

RUMIYATI, (2008) PENGARUH IMBANGAN JERAMI KACANG TANAH DENGAN RUMPUT RAJA DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMAN SAPI PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) JANTAN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (256Kb)

    Abstract

    Hijauan merupakan bahan pakan yang mutlak harus disediakan bagi ternak ruminansia. Hijauan yang diberikan harus cukup secara kualitas, kuantitas dan kontinyu. Rumput raja sebagai salah satu hijauan yang berkualitas, ketersediaannya tidak tetap sepanjang tahun, tergantung pada musim dan lahan bersaing dengan tanaman pangan. Sedangkan jerami kacang tanah merupakan limbah tanaman pangan yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan yang berkualitas dan cukup tersedia serta murah di musim panen. Akan tetapi jerami kacang tanah termasuk leguminosa yang tidak dapat diberikan penuh sebagai hijauan karena produksinya juga tidak tetap sepanjang tahun. Oleh karena itu perlu diketahui rasio yang baik antara jerami kacang tanah dengan rumput raja supaya kualitas hijauan dapat dipertahankan dan kualitas ransum secara keseluruhan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh imbangan jerami kacang tanah (JKT) dengan rumput raja dalam ransum terhadap performan sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) jantan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 17 Maret sampai 21 Mei 2008 di CV. Mawar Mekar, Dusun Sengon Kerep, Kelurahan Gedong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. Bahan yang digunakan adalah 12 ekor sapi PFH jantan dengan bobot badan rata- rata 122,04 ± 11,19 kg. Sapi dibagi dalam empat perlakuan dan tiga ulangan. Setiap ulangan terdiri dari satu ekor sapi PFH jantan. Pakan yang diberikan terdiri dari hijauan (rumput raja dan jerami kacang tanah) dan konsentrat (campuran 50% bekatul, 40% SBR, 6% bungkil kelapa dan 4% jagung giling). Perlakuan yang diberikan yaitu imbangan JKT dengan rumput raja, masing-masing P0 (40% rumput raja), P1 (30% rumput raja : 10% JKT), P2 (20% rumput raja : 20% JKT), dan P3 (10% rumput raja : 30% JKT). Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan, konsumsi protein kasar, pertambahan bobot badan harian, efisiensi penggunaan protein ransum, konversi pakan dan feed cost per gain. Data dianalisis menggunakan analisis variansi berdasarkan Rancangan Acak Lengkap pada parameter konsumsi pakan, konsumsi protein kasar,efisiensi penggunaan protein ransum, konversi pakan, dan analisis kovariansi pada parameter pertambahan bobot badan harian sedangkan feed cost per gain dilaporkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata dari keempat macam perlakuan P0, P1, P2 dan P3 bertutut-turut untuk konsumsi pakan 3.77, 3.91, 4.09, 4.14 (kg/ekor/hari), konsumsi PK 408.41, 436.60, 477.36, 497.04 (gram/ekor/hari), PBBH 0.45, 0.43, 0.43, 0.56 (kg/ekor/hari), EPPR 0.98, 0.90, 0.83, 1.05, konversi pakan 8.99, 9.13, 10.08, 8.03, feed cost per gain Rp. 19150.32, Rp. 18164.77, Rp. 18658.78, dan Rp. 13700.37. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan imbangan JKT dengan rumput raja dalam ransum adalah saling melengkapi dan mempertahankan kualitas hijauan dalam memperbaiki performan sapi PFH jantan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: Ferdintania Wendi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:26
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:26
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/4392

    Actions (login required)

    View Item