DETERMINAN PERILAKU SEKS YANG AMAN UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKS DI KOTA SURAKARTA

SST, Syarifah (2019) DETERMINAN PERILAKU SEKS YANG AMAN UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKS DI KOTA SURAKARTA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (40Kb)

    Abstract

    DETERMINAN PERILAKU SEKS YANG AMAN UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKS DI KOTA SURAKARTA Syarifah1), Argyo Demartoto2), Ruben Dharmawan3) 1)Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret 2) Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Sebelas Maret 3)Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit yang kini menjadi isu global karena menjadi pintu gerbang penularan HIV. Wanita pekerja seks (WPS) memiliki risiko tinggi tertular dan menularkan IMS serta HIV/AIDS karena perilaku seks yang tidak aman. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan perilaku seks yang aman untuk pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks di Kota Surakarta. Subjek dan Metode: Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Kota surakarta pada bulan Desember 2017 hingga Januari 2018. Besar sampel 105 subjek, dengan menggunakan fixed disease sampling. Variabel dependen yaitu perilaku seks yang aman. Variabel independen yaitu persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, persepsi ancaman, cues to action dan efikasi diri. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis jalur menggunakan SPPS AMOS 20. Hasil: Perilaku seks yang aman meningkat dengan persepsi ancaman yang kuat (b=0,191, SE=0.05, p=0.03), efikasi diri yang tinggi (b=0.35, SE=0.12, p <0.001), persepsi manfaat yang besar (b=0.29, SE= 0.05, p=0.002). Perilaku seks yang aman akan menurun dengan persepsi hambatan yang tinggi (b=-0.29, SE=0.06, p=0.002). Persepsi keseriusan, persepsi hambatan dan cues to action meningkatkan perilaku seks yang aman melalui persepsi ancaman. Kesimpulan: Perilaku seks yang aman dipengaruhi secara positif oleh persepsi manfaat, persepsi ancaman dan efikasi diri. Perilaku seks yang aman dipengaruhi secara negatif oleh persepsi hambatan. Persepsi keseriusan, persepsi hambatan dan cues to action mempengaruhi secara tidak langsung perilaku seks yang aman melalui persepsi ancaman. Kata Kunci: Perilaku Seks, Seks aman, IMS, WPS Correspondence: Syarifah. Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami 36 A, Surakarta 57126, Central Java. Email : syarifahsst@yahoo.co.id

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Pascasarjana
    Depositing User: Nanda Rahma Ananta
    Date Deposited: 27 Jun 2019 14:16
    Last Modified: 27 Jun 2019 14:28
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43913

    Actions (login required)

    View Item