Analisis Pemanfaatan Limbah Kecap (Ampas Kedelai) sebagai Bahan Bakar Padat Alternatif Menggunakan Teknologi Hydrothermal

Ardiyansyah, Panji (2019) Analisis Pemanfaatan Limbah Kecap (Ampas Kedelai) sebagai Bahan Bakar Padat Alternatif Menggunakan Teknologi Hydrothermal. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (112Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Panji Ardiyansyah. K2514049. Analisis Peningkatan Kualitas Bahan Bakar Padat dari Limbah Industri Kecap (Ampas Kedelai) Menggunakan Teknologi Hydrothermal. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Februari 2019. Limbah industri kecap (ampas kedelai) merupakan sisa pengolahan kecap yang memiliki nilai ekonomis rendah dan banyak ditemukan di Indonesia. Kandungan protein dan NaCl yang cukup tinggi pada limbah industri kecap (ampas kedelai) dapat menimbulkan polusi berat pada perairan bila pembuangannya tidak diberi perlakuan yang tepat. Salah satu pengolahan limbah industri kecap (ampas kedelai) yaitu dijadikan bahan bakar padat. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas bahan bakar padat dari limbah industri kecap (ampas kedelai) menggunakan proses termokimia berupa perlakuan hydrothermal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Variasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi suhu 160°C, 190°C dan 220°C; holding time 30 menit dan 60 menit; dan variasi komposisi antara limbah industri kecap (ampas kedelai) dan air, yaitu 1:4 dan 1:5 pada suhu 190°C. Pengambilan data menggunakan bomb calorimeter untuk nilai kalori dan perhitungan berdasarkan ASTM D-3173 untuk kadar air, ISO 562 untuk kadar volatil, ASTM D-3174 untuk kadar abu dan kadar karbon. Hasil pengujian berdasarkan variasi suhu dan holding time menunjukkan nilai kalor tertinggi (3866,1128 kal/gr), kadar air terendah (1,7691%), kadar volatile terendah (62,9821%), kadar abu terendah (8,6351%) dan kadar karbon tertinggi (26,4948%). Sedangkan, berdasarkan variasi komposisi dan holding time menunjukkan nilai kalor tertinggi (3546,3636 kal/gr) kadar air terendah (1,7074%), kadar volatile terendah (68,5812%), kadar abu terendah (8,3718%) dan kadar karbon tertinggi (20,3151%). Nilai kalor tersebut setara dengan batubara lignit (3500-4611 cal/gr) berdasarkan standar kualitas batubara American Standard Testing and Mineral (ASTM). Hasil tersebut membuktikan adanya peningkatan kualitas bahan bakar padat limbah industri kecap (ampas kedelai) secara signifikan. Oleh karena itu, teknologi hydrothermal adalah solusi tepat yang mampu meningkatkan kualitas bahan bakar padat alternatif. Kata Kunci : Teknologi hydrothermal, limbah industri kecap (ampas kedelai), suhu, holding time, komposis

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Teknik Mesin
    Depositing User: Pratama Wisnu Samodro
    Date Deposited: 25 Jun 2019 20:41
    Last Modified: 25 Jun 2019 20:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43879

    Actions (login required)

    View Item