Paparan Asap Rokok Lingkungan Rumah Tangga dan Risiko Asma Eksaserbasi pada Anak

SUTARYONO, SUTARYONO (2019) Paparan Asap Rokok Lingkungan Rumah Tangga dan Risiko Asma Eksaserbasi pada Anak. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (283Kb)

    Abstract

    Sutaryono, T731408003, Paparan Asap Rokok Lingkungan Rumah Tangga dan Risiko Asma Eksaserbasi pada Anak, Disertasi Program Doktor Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta, Pembimbing : Prof. Dr. dr. Hartono, M.Si (Promotor), dr. Ari Probandari, MPH, Ph.D (Co Promotor 1), Dr. Prabang Setyono, M.Si (Co Promotor 2). Asap rokok lingkungan atau Environment Tobacco Smoke (ETS) mengandung berbagai senyawa kimia sebagai sumber pencemaran udara yang menyebabkan gangguan kesehatan. Senyawa kimia utama asap rokok antara lain Partikel Matter (PM), Polycyclic Aromatik Hidrokarbon (PAH), Carbon Monoksida (CO) dan Nikotin. Nikotin dalam bentuk partikel akan mengendap dan menempel pada debu rumah maupun permukaan barang lainnya. Anggota keluarga khususnya anak-anak potensi terpapar oleh asap rokok lingkungan karena banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah. Nikotin dari asap rokok lingkungan dapat terhirup melalui saluran pernapasan dan masuk ke peredaran darah. Pada proses metabolisme terdapat gen CYP2A6 yang merubah nikotin menjadi cotinine. Polutan ini berikatan dengan antibodi IgE yang melekat pada sel mast dan berdegranulasi mengeluarkan mediator inflamasi pada saluran napas yang menyebabkan serangan asma. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menganalisis hubungan residu nikotin pada debu rumah dengan konsentrasi urin cotinine, 2) menganalisis hubungan residu nikotin pada debu rumah dengan risiko asma eksaserbasi pada anak, 3) menganalisis hubungan konsentrasi urin cotinine dengan dengan risiko asma eksaserbasi pada anak, 4) menyusun model faktor risiko yang mempengaruhi asma eksaserbasi anak. Lokasi penelitian berdasarkan tempat tinggal pasien asma di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta, RSUD Moewardi Surakarta dan Balai Kesehatan Paru Masyarakat (Balkesmas) Klaten. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan kohort dengan rentang waktu pengamatan selama 12 minggu. Sampel penelitian berjumlah 114 anak dengan kriteria anak penderita asma usia 12-18 tahun dan tidak merokok. Sampel dikelompok menjadi 2 kelompok yaitu kelompok dengan paparan asap rokok dirumah dan kelompok tanpa paparan asap rokok dirumah. Variabel bebas penelitian terdiri dari residu nikotin pada debu dan urin cotinine sedangkan variabel terikat adalah waktu terjadinya serangan asma eksaserbasi. Faktor risiko lain yang diteliti diantaranya lingkungan fisik rumah, perilaku, demografi dan sosial ekonomi. Pengumpulan debu nikotin dari rumah menggunakan vacum cleaner kemudian dilakukan pemeriksaan dengan spektrofotometri Gas Chromatograph (GC), pemeriksaan urin cotinine menggunakan ELISA kit, pengukuran pencahayaan menggunakan luxmeter, suhu ruangan dengan termometer ruangan dan kelembaban diukur dengan higrometer. Untuk mengetahui gejala asma eksaserbasi menggunakan Asthma Control Test (ACT). Penelitian ini juga dilakukan self reported melalui wawancara menggunakan lembar observasi untuk mengetahui karakteristik rumah sehat, perilaku merokok, demografi, dan sosial ekonomi responden. Analisis data menggunakan Regresi Linier dan Survival analysis dengan metode Kaplan Meier dan cox regression untuk mengestimasi Hazard Ratio (HR) dengan bantuan program SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Ada hubungan yang positif dengan kekuatan korelasi yang kuat antara keberadaan residu nikotin debu rumah terhadap konsentrasi urin cotinine yang dibuktikan dengan nilai korelasi r : 0,764 dan p=0,001 (<0,05), maka temuan penelitian adalah peningkatan nikotin pada debu rumah menaikkan konsentrasi urin cotinine. 2) Residu nikotin pada debu rumah mempunyai risiko terhadap asma eksaserbasi (HR = 1,5 95% CI 0.924 – 2.460), namun secara statistik tidak bermakna (p=0,100). Kurva median survival menunjukkan kelompok anak yang terpapar nikotin pada debu rumah tinggi mengalami serangan asma eksaserbasi lebih cepat yaitu pada minggu ke 9 bila dibandingkan anak yang terpapar kadar nikotin rendah pada minggu ke 11. Berdasarkan penilaian risiko temuan penelitian adalah paparan nikotin pada debu rumah meningkatkan risiko terhadap serangan asma eksaserbasi sebesar 1,5 kali. 3) Ada hubungan yang bermakna antara konsentrasi urin cotinine terhadap serangan asma eksaserbasi pada anak dengan diketahui uji log rank p = 0,010 (<0,05). Anak dengan konsentrasi cotinine tinggi mempunyai risiko terhadap serangan asma eksaserbasi (HR = 2,01 95% CI 1.142 – 3.536). Median survival untuk kelompok anak yang mempunyai konsentrasi cotinine diatas 15 ng/ml mengalami serangan asma eksaserbasi pada minggu ke-9 sedangkan kelompok anak dengan konsentrasi cotinine dibawah 15 ng/ml mengalami serangan asma eksaserbasi diatas minggu ke-12. Temuan dalam penelitian yaitu anak yang mempunyai cotinine tinggi mengalami risiko 2 kali terhadap serangan asma eksaserbasi. 4) Analisis multivariat dari semua variabel yang mempunyai model terbaik terhadap risiko serangan asma eksaserbasi adalah cotinine (HR=1,878 ; 95% CI 1,063-3,317) dan alergi (HR=1,701; 95% CI 1,007-2,874). Berdasarkan analisis semua faktor risiko temuan dalam penelitian adalah model akhir yang berpengaruh terhadap serangan asma eksaserbasi selain cotinine adalah riwayat alergi. Kata Kunci : Asap rokok lingkungan, emisi, nikotin, cotinine, asma eksaserba

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
    R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Doktor > Ilmu Lingkungan S3
    Depositing User: Patasik Irene
    Date Deposited: 25 Jun 2019 17:38
    Last Modified: 25 Jun 2019 17:38
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43873

    Actions (login required)

    View Item