Analisis Kesediaan Membayar Premi Asuransi Usahatani Padi di Kabupaten Karawang

DEWI, NURMALA (2019) Analisis Kesediaan Membayar Premi Asuransi Usahatani Padi di Kabupaten Karawang. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (2749Kb)

    Abstract

    RINGKASAN NURMALA DEWI. S641508009. Analisis Kesediaan Membayar Premi Asuransi Usahatani Padi di Kabupaten Karawang. Dibimbing oleh Prof. Dr. Ir.Endang Siti Rahayu, MS dan Dr. Ir. Kusnandar, M. Si. Program Studi Magister Agribisnis, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi petani terhadap program Asuransi Usahatani Padi (AUTP), dan mengetahui besar estimasi kesediaan petani membayar premi AUTP di Kabupaten Karawang serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 orang yang diambil dari dua desa yang berasal dari dua kecamatan yaitu Desa Kutapohaci di Kecamatan Ciampel dan Desa Lemahkarya di Kecamatan Tempuran. Petani di lokasi penelitian didominasi oleh golongan usia tua (45-59 tahun) dalam melaksanakan usahataninya (54%). Berjenis kelamin laki-laki (73%) dan menikah (87%). Pendidikan responden sebagian besar (40%) tamatan SD. Lahan yang dimiliki sebagian besar petani (39%) adalah seluas 0.5-1 Ha dengan pengalaman terbanyak antara 21-40 tahun (61%). Pola tanam dominan adalah padi-padi-bera. Petani di Kabupaten Karawang memiliki kesediaan untuk membayar premi AUTP. Terdapat 44% petani responden yang bersedia membayar premi AUTP, nilai rata-rata kesediaan membayar premi AUTP yaitu sebesar Rp.42.480/ha/musim tanam, lebih besar dari nilai premi swadaya AUTP yang ditetapkan pemerintah saat ini yaitu Rp.36.000/ha/musim tanam, dengan nilai WTP sebesar Rp.42.480/ha/MT petani berharap juga ada kenaikan manfaat klaim menjadi sebesar Rp.7.080.000 Berdasarkan analisis regresi berganda faktor yang berpengaruh terhadap nilai Willingness to Pay (WTP) petani terhadap program AUTP adalah variabel pendidikan, luas lahan, status lahan dan pendapatan (pada taraf nyata 5 persen). Sedangkan, berdasarkan hasil analisis logit diketahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan peluang petani mengikuti program AUTP secara swadaya dengan membayar premi AUTP adalah nilai WTP dan pendapatan. Nilai WTP yang diungkapkan petani dalam penelitian ini lebih tinggi dari premi swadaya yang ditentukan pemerintah, hal tersebut menyiratkan harapan petani agar pemerintah dapat meningkatkan manfaat klaim yang akan diterima petani jika mengalami gagal panen menjadi sebesar Rp7.080.000/ha/musim tanam karena manfaat klaim yang ditetapkan pemerintah saat ini yaitu sebesar Rp6.000.000/ha/musim tanam dirasa kurang dan belum mampu menutupi modal yang dibutuhkan petani untuk memulai lagi usahataninya. Petani dengan pendapatan yang tinggi lebih berpeluang mengikuti program asuransi, pendapatan yang tinggi dapat diraih petani jika pada saat panen petani mendapatkan harga jual yang tinggi, sehingga dengan demikian diharapkan peran pemerintah dalam menjamin kestabilan harga yang diterima petani, terutama pada saat panen.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HG Finance
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Magister > Agribisnis - S2
    Depositing User: Patasik Irene
    Date Deposited: 25 Jun 2019 17:21
    Last Modified: 25 Jun 2019 17:22
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43870

    Actions (login required)

    View Item