Redesain Konsep Bangunan Rehabilitasi Medis YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) Dengan Pendekatan Aksesibilitas Difabel Di Surakarta

Magthani, Hilmy Nur Al (2019) Redesain Konsep Bangunan Rehabilitasi Medis YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) Dengan Pendekatan Aksesibilitas Difabel Di Surakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (105Kb)

    Abstract

    Kekurangan setiap manusia baik fisik maupun non fisik disebut dengan istilah penyandang cacat. Terdapat 21,84 juta penduduk Indonesia penyandang disabilitas, SUPAS 2015. Untuk itu Negara juga menyatakan dalam “UU No. 4 1997” yang menyatakan difabel memiliki hak yang setara dengan masyarakat normal. Di solo terdapat organisasi pertama di Indonesia yang peduli terhadap penyandang disabilitas, khususnya untuk anak-anak bernama Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC). Program utama YPAC adalah berkaitan dengan rehabilitasi dan pembinaan bagi penyandang disabilitas agar meningkatkan kemandiriannya di masyarakat. Terdapat unit rehabilitasi medis sebagai salah satu unit program YPAC yang akan dijadikan fokus objek bangunan yang dianalisis. YPAC sudah membuktikan kualitas pelayananya dengan mendapatkan berbagai penghargaan. Untuk itu peningkatan fitur aksesibilitas bangunan dapat menyempurnakan YPAC sebagai pionir Unit Pelayanan Disabilitas diberbagai aspek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aksesibilitas pada bangunan tersebut untuk selanjutnya disusun redesain aksesibilitas. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan fokus masalah aksesibilitas untuk penyandang disabilitas pada bangunan rehabilitasi medis YPAC. Untuk mewujudkan bentuk desain dilakukan metode perancangan kawasan Gold (1980). Metode penelitian diawali dengan tahapan inventarisasi data, dilanjutkan analisis, sintesis dan konsep sehingga menghasilkan rencana induk (master plan) Hasil dari peninjauan existing berupa bangunan tua sejak pertama kali berdiri tahun 1959 dan sudah dilakukan berbagai upaya renovasi namun bersifat parsial yang menyebabkan tidak terdapat konsistensi aksesibilitas di berbagai ruang Karena upaya renovasi utuh terlalu membutuhkan sumber daya yang tinggi maka dilakukan redesain sebagai alternative yang lebih murah. Redesain aksesibilitas dilakukan dengan pendekatan prinsip Universal Design yaitu bentuk desain yang dapat diakses sebanyak mungkin kelompok manusia dengan ketentuan ukuran dan syarat sesuai standart PermenPUPR No. 14 / PRT / M / 2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    T Technology > TH Building construction
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Teknik Bangunan
    Depositing User: Arif Rahmati'ah Nurrifa
    Date Deposited: 22 Jun 2019 11:21
    Last Modified: 22 Jun 2019 11:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43831

    Actions (login required)

    View Item