PENGARUH ALIH FUNGSI PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2007 – 2017 (Suplemen Untuk Pembelajaran SMA Kelas XII KD 3.3 Menganalisis Jaringan Transportasi Dan Tata Guna Lahan Dengan Peta Dan/Atau Citra Pengindraan Jauh Serta Sistem Informasi Geografis (SIG) Kaitannya Dengan Pengembangan Potensi Wilayah Dan Kesehatan Lingkungan)

Cahyani, Praditya Ayu (2019) PENGARUH ALIH FUNGSI PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2007 – 2017 (Suplemen Untuk Pembelajaran SMA Kelas XII KD 3.3 Menganalisis Jaringan Transportasi Dan Tata Guna Lahan Dengan Peta Dan/Atau Citra Pengindraan Jauh Serta Sistem Informasi Geografis (SIG) Kaitannya Dengan Pengembangan Potensi Wilayah Dan Kesehatan Lingkungan). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (339Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui alih fungsi penggunaan lahan di Kecamatan Banyudono tahun 2007 – 2017. (2) Mengetahui pengaruh alih fungsi penggunaan lahan terhadap perubahan pendapatan petani di Kecamatan Banyudono tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interpretasi citra dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Interpretasi citra penginderaan jauh pada tahun 2007 dan 2017 menunjukkan alih fungsi penggunaan lahan pertanian di Kecamatan Banyudono, penggunaan lahan sawah pada tahun 2007 berjumlah 1.673,18 ha atau 61% menjadi 1.444,02 ha atau 52% dari luas penggunaan lahan keseluruhan di Kecamatan Banyudono tahun 2017. Alih fungsi penggunaan lahan yang terjadi seluas 229,18 ha (9%).(2)Terdapat pengaruh alih fungsi penggunaan lahan terhadap pendapatan petani. Petani yang menjual lahan tanpa membeli lahan lagi semula memiliki rata-rata pendapatan Rp. 3.973.000,- masuk dalam kategori tinggi, setelah menjual lahan terjadi penurunan rata-rata pendapatan menjadi Rp. 1.713.000,- masuk dalam kategori rendah. Petani yang menjual lahan dan membeli lahan lagi di daerah lain semula memiliki rata-rata pendapatan Rp. 2.927.000,- masuk dalam kategori rendah, setelah menjual lahan terjadi kenaikan rata-rata pendapatan menjadi Rp. 4.627.000,- masuk dalam kategori sedang. Petani yang menjual lahan dengan tujuan mengembangkan usaha atau modal semula memiliki rata-rata pendapatan Rp. 11.740.000,- masuk dalam kategori tinggi, setelah menjual lahan terjadi penurunan rata-rata pendapatan menjadi Rp. 17.320.000,- masuk dalam kategori tinggi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Geografi
    Depositing User: Mahayanti Widyaswari Norita
    Date Deposited: 29 May 2019 13:18
    Last Modified: 29 May 2019 13:18
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43772

    Actions (login required)

    View Item