Model Pembelajaran Discovery Learning Dengan Menggunakan Media Android Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Kalimat Past Tense Pada Peserta Didik Tunarungu Kelas XI SMALB Bagaskara Sragen Tahun Ajaran 2016/2017

DEWI, GAYUH TRISTANTI (2019) Model Pembelajaran Discovery Learning Dengan Menggunakan Media Android Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Kalimat Past Tense Pada Peserta Didik Tunarungu Kelas XI SMALB Bagaskara Sragen Tahun Ajaran 2016/2017. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (439Kb)

    Abstract

    Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran discovery learning dengan menggunakan android dapat meningkatkan keterampilan menulis kalimat past tense dalam mata pelajaran Bahasa Inggris pada peserta didik tunarungu kelas XI SMALB Bagaskara Sragen tahunAjaran 2016/2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini berjumlah 4 peserta didik tunarungu terdiri dari 3 orang perempuan dan 1 satu orang laki-laki. Teknik Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif analitik. Dari hasil penelitian, didapatkan data pada siklus I rata-rata kelas yaitu menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai di atas KKM dengan rata-rata kelas 70 dan terjadi peningkatan 75% dibandingkan dengan hasil tes siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Discovery Learning Dengan Menggunakan Media Android dapat Meningkatkan keterampilan Menulis kalimat Past Tense Pada Peserta Didik Kelas XI Tunarungu SMALB Bagaskara Sragen tahun Ajaran 2016/2017. Kata kunci : Discovery Learning, Android, kalimat Past Tense, Anak Tunarungu ABSTRACT The objective of purpose is to find out how discovery learning model by using android media to enhance writing skills on past tense sentence in the XI graders of deaf in SMALB Bagaskara Sragen in the school year of 2016/2017. This study was conducted by using classroom action research. The subject used in this action research consisted of 3 students with deaf are 3 female and 1 male. technique of collecting data used was test. Technique of analyzing data used was a descriptive analytic analysis technique. The result of research showed that all students obtained the value higher than KKM ( minimum passing criteria) with the average are 70 and there are was an increase of 75% compared with the result of cycle II test. Based on the result of research, it could be concluded that discovery learning model by using android media is able to enhance writing skills on past tense sentence in the XI graders of deaf in SMALB Bagaskara Sragen in the school year of 2016/2017. Keywords: Discovery Learning, Android, Past Tense sentences, Students with Deaf 1. P 2. ENDAHULUAN Pendidikan Indonesia dituntut untuk selalu mampu memenuhi dan mengakomodasi kebutuhan peserta didik, di tengah perkembangan zaman yang semakin menuju ke arah digital. Situasi yang demikian tersebut, memunculkan adanya urgensi untuk menciptakan inovasi dalam bidang teknologi pendidikan, sehingga dapat lebih mempermudah arus informasi dalam proses belajar dan mengajar. Dalam konteks pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK), pengembangan teknologi pendidikan yang memudahkan anak melakukan penguasaan materi, dewasa ini agaknya semakin perlu untuk diterapkan. Kesuksesan akademik anak berkebutuhan khusus bergantung dari beberapa faktor, antara lain faktor personal, faktor guru, dan faktor lingkungan. Sehingga untuk mengatasi berbagai penghambat yang membuat anak berkebutuhan khusus tidak mampu mengembangkan potensinya secara optimal, implementasi berbagai strategi pengajaran yang berbeda pun perlu dilakukan, termasuk penggunaan teknologi. Penggunaan berbagai model pembelajaran konvensional yang diterapkan di berbagai sekolah termasuk di SMALB, dapat menjadi faktor yang mengakibatkan rendahnya keterampilan peserta didik menulis kalimat past tense. Hal ini disebabkan karena seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, metode konvesional tidak mampu lagi menjawab tantangan kemajuan jaman dan mengakomodasi kebutuhan peserta didik dalam pemahaman materi. Situasi yang demikian tersebut diperparah pula oleh adanya media pembelajaran yang telah usang dan out of date, sehingga tidak dapat meningkatkan ketertarikan peserta didik terhadap proses belajar dan mengajar di dalam kelas. Menurut Agustina (2012, hal. 2), anak tunarungu bisa disebut juga sebagai anak visual karena mereka lebih banyak menyimpan informasi dengan melihat atau menggunakan indera visualnya. Keterbatasan yang dimiliki oleh peserta didik dalam hal pendengaran, menjadi salah satu hambatan yang membatasi mereka untuk menyerap materi secara maksimal. Situasi yang demikian ini menuntut guru untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi (Suharmini, 2009, hal. 38-39). Selain itu, guru juga harus memperhatikan pemilihan strategi pembelajaran yang menyangkut pemilihan metode dan teknik pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik (Uno, 2008, hal. 2). Pemilihan strategi pengajaran yang tidak tepat akan berakibat pada lemahnya prestasi akademik peserta didik tunarungu dalam mata pelajaran tertentu. Kondisi yang demikian ini dapat ditemui di kelas XI SMALB SLB Bagaskara Sragen. Memperhatikan keadaan di SMALB SLB Bagaskara Sragen, perlu adanya sebuah solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan peserta didik menulis kalimat past tense dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, sehingga peserta didik lebih mudah mempelajari konsep-konsep yang terkandung didalamnya. Upaya peningkatan keterampilan ini juga harus melibatkan keaktifan seluruh peserta didik tanpa mengesampingkan ketepatan, kemanfaatan, dan kesesuaian model pembelajaran yang digunakan dengan materi yang dibahas dan tindakan kelas. Berkaitan dengan hal tesebut, menambah variasi model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik dapat menjadi alternatif pilihan bagi pemecahan masalah yang telah dipaparkan dalam uraian di atas. Peneliti akan menggunakan teknologi pendidikan yang diintegrasikan dengan model pembelajaran, untuk mengatasi permasalahan yang ditemui di kelas XI SMALB SLB Bagaskara, Sragen, terkait dengan rendahnya keterampilan menulis kalimat past tense pada peserta didik tunarungu. Model pembelajaran yang diterapkan adalah discovery learning dengan menggunakan media aplikasi android. Model pembelajaran discovery learning merupakan model yang mengedepankan keaktifan peserta didik dalam proses belajar dan mengajar. Model ini lebih melibatkan aktivitas mengonstruksi dan menguji hipotesis daripada menulis atau mendengarkan presentasi materi dari guru secara pasif (Schunk, 2008). Melalui implementasi model pembelajaran discovery learning dengan menggunakan media aplikasi android, diharapkan ketertarikan peserta didik terhadap materi past tense dalam mata pelajaran Bahasa Inggris dapat meningkat, sehingga mampu mendorong peserta didik untuk lebih terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Situasi yang demikian tersebut akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, sehingga dapat memudahkan mereka memahami materi dan dapat meningkatkan keterampilan menulis mereka dengan menggunakan past tense. Menurut Bruner, konsep Discovery Learning dalam proses belajar adalah pentingnya partisipasi aktif setiap peserta didik. Guna menunjang proses belajar dengan model pembelajaran ini, maka guru perlu memfasilitasi mereka dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar agar tumbuh rasa ingin tahu peserta didik pada tahap eksplorasi. Lingkungan ini dinamakan Discovery Learning Environment, yaitu lingkungan di mana peserta didik dapat melakukan eksplorasi, guna menemukan hal-hal baru yang belum dikenal atau yang mirip dengan yang sudah diketahui. Lingkungan seperti ini bertujuan agar peserta didik dalam proses belajar dapat berjalan dengan baik dan lebih kreatif. Dalam Discovery Learning bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir, peserta didik dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan-kesimpulan. Menurut Safaat (2012:1) android adalah sistem operasi menggunakan Linux bagi telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android juga menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri yang akan digunakan untuk berbagai macam piranti gerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat piranti lunak untuk ponsel. kemudian dalam pengembangan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan piranti keras, piranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm. Upaya peningkatan keterampilan menulis aktivitas masa lampau dengan menggunakan past tense akan diajarkan melalui proses belajar discovery learning yang terintegrasi aplikasi android bernama Past Tense App. Berdasarkan permasalahan di atas peneliti mengajukan rumusan masalah sebagai berikut: “Apakah model discovery learning menggunakan media aplikasi android dapat meningkatkan keterampilan menulis kalimat past tense pada peserta didik tunarungu kelas XI SLB Bagaskara Sragen Tahun 2016/2017?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis kalimat past tense dengan model pembelajaran discovery learning menggunakan aplikasi android pada peserta didik tunarungu kelas XI SMALB Bagaskara Sragen Tahun Ajaran 2016/2017. 3. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek Penelitian ini adalah siswa kelas XI SLB Bagaskara Sragen tahun ajaran 2016/2017. Peserta didik sebagian besar dari keluarga yang tidak mampu dengan orangtua yang kurang memperhatikan pendidikan anak, sehingga anak belajar hanya di sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di semester ganjil yang berjumlah 4 siswa terdiri dari 1 laki-laki dan 3 perempuan. Secara umum peserta didik di kelas XI sangat ceria dan bersemangat dalam belajar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. 1) Tes. Menurut Arikunto (2006:150), tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok. Teknik tes berupa keterampilan menulis kalimat past tense dalam mata pelajaran Bahasa Inggris. Penilaian proses hasil belajar dengan cara pengumpulan data melalui tes digunakan untuk mengetahui tingkat keterampilan penulisan past tense dan kemampuan peserta didik dalam membedakan kosakata past tense dengan kosakata present tense setelah dalam proses pembelajaran diterapkan model discovery learning dengan menggunakan media aplikasi android yang berupa aplikasi pada smartphone, pembelajaran interaktif, kuis kata atau kalimat pada peserta didik tunarungu kelas XI SMALB di SLB Bagaskara Sragen tahun pelajaran 2016/2017. Tiap siklus diberi tes untuk mengukur tingkat keterampilan penulisan past tense bahasa Inggris dengan model discovery learning menggunakan media aplikasi android yang berupa aplikasi pada smartphone, materi kata atau kalimat past tense, kuis kata atau kalimat past tense bahasa Inggris. 2) Observasi merupakan suatu pengamatan langsung terhadap siswa dengan memperhatikan tingkah lakunya.(Slameto, 2001: 93). Purwanto (2006: 149) berpendapat, ”observasi adalah metode atau cara-cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung”. Sedangkan menurut Sukmadinata (2009:219), ”observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengamati dan mencatat secara langsung perilaku-perilaku siswa”. 3) Wawancara. Menurut Daryanto ( 2009: 238) wawancara adalah suatu teknik yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan Tanya jawab. Narasumber dalam hal ini adalah guru SMALB. Wawancara dimaksudkan untuk menggali informasi guna memperoleh data yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris pada materi Past Tense atau kalimat masa lampau. Teknik wawancara digunakan untuk mengungkapkan data penyebab kesulitan atau hambatan dalam pembelajaran kalimat past tense pada mata pelajaran Bahasa Inggris dengan model discovery learning menggunakan media aplikasi android. Sasaran dari wawancara ini adalah peserta didik yang memperoleh nilai dengan kategori rendah, sedang, dan tinggi. Peneliti menggunakan berbagai instrumen untuk menjamin validitas data, instrumen tersebut berupa lembar pengamatan observasi, dokumentasi hasil belajar siswa, wawancara dan tes. Selain itu peneliti juga menggunakan triangulasi data. Menurut Moeloeng (Sarwiji Suwandi, 2008:69) triangulasi adalah teknik pemeriksaan validitas dengan memanfaatkan sarana di luar data itu. Seperti halnya teknik triangulasi yang dikemukakan oleh Lexi J. Moeloeng, teknik triangulasi dalam penelitian ini juga dilakukan dengan melibatkan tiga sudut pandang yang meliputi sudut pandang guru, sudut pandang siswa, dan sudut pandang pengamat. Setiap sudut pandang mempunyai posisi yang berbeda terhadap data yang bersangkutan dengan situasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analitik yaitu analisis data kuantitatif dan kualitatif. 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi awal diperoleh sebelum penelitian dilaksanakan, sedangkan hasil penelitian diperoleh dari tindakan pada siklus I dan siklus II yang berupa hasil tes dan non-tes. Hasil tes kondisi awal merupakan hasil tes keterampilan menulis kalimat past tense pada mata pelajaran Bahasa Inggris sebelum dilaksanakan penelitian sedang hasil tes siklus I serta siklus II setelah diterapkan model discovery learning menggunakan media aplikasi android yang disajikan oleh peneliti. Hasil non-tes pada kondisi awal diperoleh dari hasil observasi dan wawancara, sedangkan hasil nontes pada siklus I dan siklus II berasal dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi foto. Hasil pembelajaran para peserta didik pada kondisi awal dapat dilihat pada tabel berikut ini : No Nama Peserta Didik Nilai Keterampilan Menulis 1. AG 60 2. DN 55 3. LR 45 4. MR 40 Rata-rata 50 Tabel 1. Hasil Pencapaian Kondisi Awal Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran discovery learning dengan menggunakan media android dapat meningkatkan ketrampilan menulis kalimat past tense. Sikap Peserta Didik pada kondisi awal adalah pada proses pembelajaran berlangsung masih ada tiga peserta didik yang sering berbincang-bincang saat guru menerangkan materi, seluruh peserta didik masih belum percaya diri untuk mempraktikkan menulis kalimat past tense, tercatat MR salah satu peserta didik yang pendiam serta peserta didik merasa kesulitan pada saat praktik menulis sehingga terlihat tidak semangat. Setelah ada gambaran di kondisi awal, proses penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri atas 4 tahapan yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) evaluasi dan refleksi. Pada siklus I ini peneliti sudah menggunakan media android past tense app, disajikan materi tentang kalimat past tense, perbedaan kalimat past tense dengan present tense, serta dibimbing untuk mengidentifikasikan kosakata yang digunakan dalam past tense dengan kompetensi dasar menggunakan makna dalam ragam bahasa terutama menulis kalimat past tense sangat sederhana. Siklus I pada penelitian tindakan ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran, keterampilan peserta didik dalam menulis kalimat past tense pada mata pelajaran Bahasa Inggris dengan materi kosakata past tense dan perubahan tingkat laku yang menyertai serta tanggapan para peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran discovery learning menggunakan media aplikasi android, gambar tentang 0 50 100 AG DN LR MR 60 55 45 40 Nilai Hasil Belajar Kondisi Awal

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Biasa
    Depositing User: Mujahidah Showafah
    Date Deposited: 27 Apr 2019 09:20
    Last Modified: 27 Apr 2019 09:20
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43702

    Actions (login required)

    View Item