PENGGUNAAN ALAT PERAGA ANATOMI TUBUH UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SISWA TUNAGRAHITA KELAS IV SLB BC KARYA SEJAHTERA PLUPUH TAHUN PELAJARAN 2015/2016

INDRIYANI S, BETTY (2019) PENGGUNAAN ALAT PERAGA ANATOMI TUBUH UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SISWA TUNAGRAHITA KELAS IV SLB BC KARYA SEJAHTERA PLUPUH TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (379Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan prestasi belajar IPA melalui Alat Peraga Anatomi Tubuh pada anak Tunagrahita kelas IV SLB BC Karya Sejahtera Plupuh Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Subjek yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini berjumlah 3 peserta didik tunagrahita terdiri atas 2 orang laki-laki. Dan 1 orang perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua siswa memperoleh nilai diatas KKM dengan rata-rata kelas 72 dan terjadi peningkatan 33% dibandingkan dengan hasil tes siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Penggunaan Alat Peraga Anatomi Tubuh Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Siswa Tunagrahita kelas IV SLB BC Karya Sejahtera Plupuh Tahun Pelajaran 2015/2016. Kata Kunci: Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam, Anatomi Tubuh, Siswa Kelas IV SLB BC Karya Sejahtera Plupuh. ABSTRACT The Study aims to Improve Student Learning Achievement Tunagrahita SLB BC Karya Sejahtera Plupuh Academic Year 2015/2016. The study aims to describe the increase in the introction of a limb through the Anatomi Body in Students mental retardation class IV in SLB BC Karya Sejahtera Plupuh in the school year of 2015/2016. This study was conducted by using classroom action research. The subject used in this action research consisted of 3 Students with Mentally Disorders all of them are female. Technique of collecting data used was test. Technique of analyzing data used was a descriptive comparative analysis technique. The result of research showed that all students obtained the value higher than KKM (minimum passing criteria) with the average are 72 and there was an increase of 33% compared with the result of cycle II test. Based on the result of research, it could be concluded that the use of Anatomi Body to Improve Student Learning Achievement Tunagrahita SLB BC Karya Sejahtera Plupuh Academic Year 2015/2016. Keywords : Learning Achievement, Anatomi Body, Grade IV SLB BC Karya Sejahtera Plupuh. 1. PENDAHULUAN Menurut Undang-Undang Republik Indonesia no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (Depkinas, 2003: 4). Dalam Undang-undang Dasar tahun 1945 pasal 31 ayat 1 dinyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan yang layak. Berdasarkan Undang- undang Dasar tersebut telah jelas tersirat bahwa anak berkebutuhan khusus pun berhak mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan kebuthan mereka masing – masing. Hal ini juga diatur dalam Undang – Undang RI No.20 Tahun 2003 pasal 5 ayat 2 yang menyatakan bahwa: “ Warga negara yang mempunyai kelainan fisik, emosional, mental dan / atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus”. Salah satu anak yang mengalami kelainan mental dan sosial adalah anak tunagrahita. Menurut A. Salim Choiri dan Ravik Kardisi(1999:47) pengertian anak tunagrahita adalah anak dimana perkembangan mental tidak berlansung secara normal, sehingga sebagai akibatnya terdapat ketidak mampuan dalam bidang intelektual, kemauan, rasa, penyesuaian sosial dan sebagainya. Menurut Knelle dalam Siswoyo (2007: 28) pendidikan dapat dipandang dalam arti luar dan dalam arti teknis, atau dalam arti hasil dan dalam arti proses. Pendidikan menunjukkan suatu tindakan atau pengalaman yang mempunyai pengaruh yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan jiwa, watak atau kemampuan fisik individu. Pengertian diatas telah jelas pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan potensi atau kualitas individu berlangsung terus menerus.Inovasi pendidikan wajib dilakukan secara terus menerus agar sesuai dengan, perkembangan zaman, perkembangan jiwa anak didik, serta situasi dan kondisi yang ada pada siswa. Inovasi hendaknya dilakukan dalam segala bidang termasuk bidang ilmu pengetahuan alam ( IPA). Bidang ilmu pengetahuan alam (IPA ) merupakan salah satu bidang yang harus dikuasai oleh setiap individu siswa. Mengingat salah satu tujuan pendidikan berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berilmu. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV Sekolah Luar Biasa- BC Karya Sejahtera Plupuh, mengajari siswa tunagrahita untuk dapat mengerti dan memahami ilmu pengetahuan alam merupakan suatu hal yang cukup sulit. Butuh waktu yang cukup lama serta kesabaran ekstra. Sebab siswa tunagrahita merupakan anak keterbelakangan mental, (biasanya nilai IQ-nya di bawah 70) dan sulit beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari. Ciri utama adalah lemahnya fungsi intelektual,sulit menyesuaikan diri dan berkembang. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada proses pembelajaran, banyak siswa yang mengeluh saat pembelajaran IPA berlangsung, siswa terlihat malas menerima pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). Setelah melakukan wawancara lebih lanjut maka mendapatkan kesimpulan bahwa kemampuan siswa dalam mempelajari IPA rendah karena metode yang kurang mendukung. Karena menurut penuturan guru kelas IV SLB-BC Karya Sejahtera Plupuh dalam pembelajaran guru hanya memberi ceramah dan menulis di papan tulis, sedangkan kegiatan siswa adalah menyalin tulisan guru yang ada di papan tulis. Siswa terus menerus dihadapkan dengan kertas putih bergaris banyak yang membatasi besar kecilnya tulisan, tanpa diselingi peragaan anatomi tubuh yang menyenangkan. Dengan metode seperti ini siswa mengalami kebingungan dan malas belajar IPA. Pada akhirnya mata pelajaran IPA tidak bisa mereka kuasai. Hal ini juga dibuktikan dengan nilai mata pelajaran IPA di kelas IV yang sebagian besar siswa masih berada di bawah rata-rata. Dari 3 siswa hanya 1 siswa yang bisa mengerti apa pelajaran IPA dengan benar, sebagian besar masih salah dan ada siswa yang tidak mengerti IPA sama sekali . Permasalahan lain adalah siswa terlihat enggan setiap kali guru mengajak belajar ilmu pengtahuan alam Melihat kenyataan itu maka diperlukan suatu inovasi berupa pendekatan pembelajaran yang komunikatif. Pendekatan ini bercirikan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilakukan perpusat pada siswa. Siswa membutuhkan suatu pembelajaran yang basisnya membuat mereka nyaman, senang, dan percaya diri dalam belajar IPA, sehingga pengertian IPA tersebut dapat dikuasai siswa dengan baik. Dalam prosesnya pembelajaran juga harus dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Untuk siswa kelas IV hal ini bisa dilakukan dengan menyelingi pembelajaran dengan menggunakan alat peraga anatomi tubuh . Hal ini akan membuat siswa lebih rileks dan mudah memahami ilmu pengetahuan alam (IPA) dalam mengikuti pembelajaran dengan tidak meninggalkan keaktifan yang harus dilakukan siswa agar pembelajaran lebih bermakna. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan mata pelajaran di SLB yang dimaksudkan agar siswa mempunyai pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan penyajian gagasan-gagasan. Prinsipnya mempelajari IPA sebagai cara mencari tahu dan cara mengerjakan atau melakukan dan membantu siswa untuk memahami alam sekitar secara lebih mendalam (Depdiknas dalam Suyitno, 2002: 7). Suatu cara pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) hendaknya bertolak pada hakikat tujuan pembelajaran ilmu pengetahauan alam (IPA) sendiri. Pernyataan ini mengandung suatu tuntutan yang aktif, kreatif, dan inovatif dari seorang guru dalam mengelola pembelajaran untuk menghasilkan siswa aktif, terampil, dan kreatif. Suatu cara pembelajaran yang memenuhi kriteria diatas adalah pembelajaran IPA dengan mengguankan alat peraga anatomi tubuh. Alat peraga anatomi tubuh merupakan salah satu model pembelajaran yang tujuan pokoknya antara lain adalah meningkatkan partisipasi siswa melalui pengubahan keadaan, meningkatkan motivasi dan minat belajar maka alat peraga anatomi tubuh berusaha membuat siswa aktif. Anatomi ilmu urai mempelajari susunan tubuh dan hubungan bagian-bagiannya satu sama lain. Mempelajari letak dan hubungan satu bagian tubuh tidak dapat terpisahkan dari pengamatan tentang kegunaan setiap struktur dan sistem jaringannya. Hal ini membawa kita ke penggunaan istilah Anatomi fungsional yang berkaitan erat dengan fisiologi (Evelyn C.Pearce 2008). Keaktifan siswa yang dilakukan dengan senang, nyaman, mudah serta dengan tingkat keberhasilan yang tinggi merupakan dambaan bagi setiap pendidik. Alat peraga anatomi tubuh sebagai salah satu model pembelajaran memberi pedoman pada guru untuk terampil merancang, mengembangkan, dan mengelola sistem pembelajaran sehingga guru mampu menciptakan suasana yang efektif dan menggairahkan semangat belajar. Dari karakteristik yang melekat pada model penggunaan alat peraga anatomi tubuh maka dimungkinkan siswa akan tertarik, percaya diri, dan lebih semangat dalam belajar ilmu pengetahuan alam (IPA). Pembelajaran itu sendiri akan berkualitas tinggi sehingga keterampilan anak dalam ilmu pengetahuan alam dapat meningkat. Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah penelitian ini adalah :” Apakah penggunaan model alat peraga anatomi tubuh dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran ilmu pengetahuan alam pada siswa tunagrahita kelas IV SLB-BC Karya Sejahtera Plupuh tahun pelajaran 2015/2016”.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian adalah: “Untuk meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran ilmu pengetahuan alam melalui model alat peraga anatomi tubuh pada siswa tunagrahita kelas IV SLB-BC Karya Sejahtera Plupuh tahun pelajaran 2015/2016”. 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas yang merupakan pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Subjek penelitian adalah siswa tunagrahita kelas 4 SLB BC Karya Sejahtera Plupuh tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 3 siswa. Pengumpulan Data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan dokumentasi dan tes. Dokumentasi digunakan untuk mengetahui perkembangan siswa. Dokumen yang digunakan berupa data nilai awal siswa. Tes yang digunakan adalah tes lisan dan tertulis. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini yakni validitas data. Menurut Denzin (2009), triangulasi adalah langkah pemaduan berbagai sumber data, peneliti, teori, dan metode dalam suatu penelitian tentang suatu gejala sosial tertentu. Berdasarkan pendapat tersebut penelitian ini untuk memvalidasi data digunakan triangulasi data. . Di dalam penelitian diperlukan adanya validitas data, maksudnya adalah semua data yang dikumpulkan hendaknya mencerminkan apa yang sebenarnya diukur atau diteliti. Dalam penelitian ini untuk menguji kesahihan data digunakan triangulasi data. Triangulasi data artinya data dan informasi yang diperoleh selalu dikomparasikan dan di uji dengan data dan informasi lain, dari segi koheren data yang sama, meliputi data yang diperoleh dari dokumen. Pada penelitian tindakan kelas ini, indikator keberhasilannya apabila semua siswa dapat memiliki prestasi yang baik dan benar (memiliki nilai lebih dari KKM yang telah ditentukan yakni 65). 3. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sebelum melaksanakan perlakuan pembelajaran dengan alat peraga anatomi tubuh (pra siklus) untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Pada kegiatan pra siklus yang telah dilaksanakan diperoleh data nilai sebagai berikut : Nomer Nama Siswa Nilai Pra Siklus Keterangan 1 IL 65 Tuntas 2 MZ 55 Belum Tuntas 3 ST 50 Belum Tuntas Jumlah 170 Rata-rata 57 KKM 65 Ketuntasan 33% Tabel 4.1 Grafik 4.1 Berdasarkan data tersebut dapat diketahui jumlah siswa yang mendapatkan nilai 50 ada 1 siswa; nilai 55 ada 1 siswa dan nilai 65 ada 1 siswa sehingga nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 65 dan nilai terendah 50. Dengan demikian rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 57. Setelah pra sikus dilakuakn, subjek diberikan alat peraga berupa anatomi tubuh. Tahap selanjutnya adalah siklus 1 yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan mengenal organ tubuh manusia. Adapun data yang diperoleh dari kegiatan siklus 1 adalah: nomer Inisial Siswa Nilai Siklus I Keterangan 1 IL 70 Tuntas 2 MZ 60 Belum Tuntas 3 ST 50 Belum Tuntas Jumlah 180 Rata-rata 60 KKM 65 ketuntasan 33% Tabel 4.2 Grafik 4.2 Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui jumlah siswa yang mendapatkan nilai 50 ada 1 siswa, nilai 60 ada 1 siswa, dan nilai 70 ada 1 siswa. Sehingga nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 70 dan nilai terendah 50. Demikian rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 60. Siswa yang telah dinyatakan memiliki ketuntasan belajar dengan nilai 65 keatas sebanyak 1 siswa dari jumlah 3 siswa atau 33%, sedangkan anak yang belum tuntas sebanyak 2 siswa dari jumlah 3 siswa atau 67%. Adapun hasil kemampuan pengenalan organ manusia pada siswa kelas IV setelah pembelajaran siklus II dapat dilihat pada tabel berikut : Nomer Inisial Siswa Nilai Siklus II Keterangan 1 IL 75 Tuntas 2 MZ 75 Tuntas 3 ST 65 Tuntas Jumlah Rata-rata KKM Ketuntasan Tabel 4.3 Grafik 4.3 Berdasarkan data tabel diatas menunjukkan jumlah siswa yang mendapatkan nilai 65 ada 1 siswa dan nilai 75 ada 2 siswa, sehingga nilai tertinggi yang diproleh siswa adalah 75 dan nilai terendah 65 dengan demikian rata- rata yang diperoleh siswa sebesar 72. Siswa yang telah dinyatakan memiliki ketuntasan belajar dengan nilai 65 keatas sebanyak 3 siswa atau 100%, sedangkan anak yang belum tuntas sebanyak 0 dari 3 siswa atau 0%. Perbandingan Kondisi Awal dan Antar Siklus. Nomer Nama siswa Nilai Pra Siklus Nilai Siklus I Nilai Siklus II 1 Ilma 65 70 75 2 Mirza 55 60 75 3 Santo 50 50 65 Jumlah 170 180 215 Rata-rat 57 60 72 KKM 65 65 65 Ketuntasan 33% 33% 100% Tabel 4.4 Grafik 4.4 Berdasarkan data pada tabel dan grafik di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata siswa pada kondisi awal (pra siklus) adalah 57, dan hanya ada satu siswa yang berhasil mencapai KKM (≥ 65) sedangkan dua siswa lainnya belum mencapai KKM (< 65), sehingga ketuntasan klasikal sebesar 33 %, Hasil yang diperoleh pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 63,75 dan terdapat satu siswa yang berhasil mencapai KKM (≥ 65) sedangkan dua siswa lainnya belum mencapai KKM (< 65), sehingga ketuntasan klasikal sebesar 33 %. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 72 dan terdapat tiga siswa yang berhasil mencapai KKM (≥ 65) dan tidak ada siswa yang belum mencapai KKM (< 65), sehingga ketuntasan klasikal sebesar 100 %. 4. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan perihal penelitian yang telah dilakukan dapat menghasilkan kesimpulan yaitu: Dengan penggunaan alat peraga anatomi tubuh dapat meningkatkan kemampuan pengenalan organ manusia pada siswa Kelas IV tunagrahita Sekolah Luar Biasa (SLB) BC Karya Sejahtera Plupuh tahun pelajaran 2015/2016. Hal tersebut ditujukan dengan peningkatan hasil rata-rata prestasi siswa sebelum dan sesudah penggunaan alat peraga anatomi tubuh. Prestasi siswa meningkat dari awal 57 menjadi 72. 5. SARAN Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian terdapat beberapa saran yang dapat diberikan peneliti. Adapun saran-saran tersebut adalah: 1. Siswa. a. Hendaknya memiliki keinginan yang kuat untuk menggunakan media pembelajaran yang ada di sekolah guna meningkatk

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Depositing User: Mujahidah Showafah
    Date Deposited: 27 Apr 2019 09:17
    Last Modified: 27 Apr 2019 09:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/43701

    Actions (login required)

    View Item